
KabarJawa.com – Baru-baru ini, warga masyarakat Yogyakarta digegerkan oleh sebuah penggerebekan di sebuah ruko di Jalan Gito-Gati, Sleman. Siapa sangka, bangunan yang tampak biasa saja itu rupanya diduga menyimpan operasi kejahatan kelas kakap.
Penggerebekan yang dilakukan pada Senin, 5 Januari 2026 tersebut membongkar kasus dugaan sindikat yang disebut sebagai Love Scamming.
Dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu, 7 Januari 2026 kemarin, pihak kepolisian buka suara. Kasat Reserse Kriminal Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, mengungkapkan dugaan bahwa ruko tersebut digunakan sebagai kantor operasional jaringan penipuan asmara internasional. Selain itu, terungkap pula perkiaan skala operasinya.
“Setiap shift memiliki target dua juta koin. Jika dikonversi, nilainya hampir Rp11 miliar per shift,” ujar Kompol Riski.
Para karyawan di ruko tersebut disebut bekerja sebagai “agen percakapan”. Tugas mereka cukup sederhana, yakni membangun kedekatan emosional dengan target korban melalui aplikasi kencan daring (dating apps) berbasis di luar negeri.
Di samping itu, kembali lagi ke topik awal, apa sebenarnya arti dari istilah Love Scamming yang sedang ramai dibicarakan ini? Berdasarkan informasi yang dihimpun KabarJawa.com, berikut penjelasan lengkapnya.
Mengenal Apa Itu Love Scamming
Secara sederhana, Love Scamming adalah bentuk penipuan jahat yang menggunakan “topeng” asmara atau hubungan romantis untuk memperdaya korbannya.
Menurut Pusat Informasi Kriminal Nasional (Pusiknas) Bareskrim Polri, kejahatan ini berfokus pada pembangunan kepercayaan. Dengan kata lain, pelaku tidak langsung meminta uang.
Sebaliknya, mereka biasanya akan membangun fondasi hubungan percintaan palsu terlebih dahulu agar korban merasa aman dan dicintai.
Ciri-ciri Love Scamming
Kejahatan ini dilakukan dengan cukup rapi, sistematis, dan sabar. Berikut adalah pola umum yang biasa terjadi:
Membidik Target yang Rapuh
Pelaku biasanya menyasar individu yang sedang mencari pasangan serius di aplikasi kencan atau media sosial. Mereka tahu bahwa orang yang sedang kesepian atau butuh kasih sayang adalah target yang paling mudah dimanipulasi.
Membangun Ilusi Romantis
Pelaku akan berpura-pura tulus mencintai korban. Mereka akan memberikan perhatian berlebih, mengirim pesan manis setiap saat, dan bersikap sangat romantis.
Tujuannya hanya satu, yakni membuat korban “baper” (bawa perasaan) dan percaya bahwa hubungan tersebut nyata.
Meminta Uang
Setelah korban terjerat dalam ilusi cinta dan kepercayaan sudah terbangun 100 persen, pelaku mulai melancarkan aksinya.
Mereka akan mulai meminta uang atau barang berharga. Alasannya bisa sangat beragam dan dramatis. Mulai dari kebutuhan mendesak karena sakit, tertahan di imigrasi, hingga butuh modal untuk rencana bisnis fiktif.
Mengapa Harus Diwaspadai?
Love Scamming berbeda dari penipuan biasa karena kejahatan ini memadukan manipulasi psikologis dengan rekayasa sosial.
Pelaku bermain dengan emosi korban. Banyak korban yang saking terlenanya, rela mengirimkan uang puluhan hingga ratusan juta rupiah tanpa sadar bahwa mereka sedang dimanfaatkan. Pepatah lama “cinta itu buta” benar-benar menjadi senjata mematikan dalam skema penipuan ini.
Cara Menghindari Love Scamming
Supaya terhindar dari tindak kejahatan tersebut, berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda upayakan.
Validasi Identitas
Pastikan keaslian teman bicara Anda dengan menelusuri foto profil mereka (reverse image search) dan mewajibkan video call. Waspadalah jika mereka terus menghindar dengan alasan yang tidak logis.
Lindungi Privasi
Selanjutnya, pastikan tahan diri untuk tidak membagikan data sensitif seperti alamat rumah, lokasi kantor, atau jadwal perjalanan. Informasi ini rawan disalahgunakan untuk manipulasi atau pemerasan.
Hati-hati dengan “Love Bombing”
Jangan mudah terlena jika seseorang menyatakan cinta atau mengajak menikah dalam waktu yang sangat singkat. Hal tersebut sering kali merupakan taktik manipulasi psikologis.
Pantang Mengirim Uang
Tak kalah penting, jangan sampai Anda mentransfer uang dengan alasan apa pun (biaya darurat, tiket, dll.) kepada orang yang belum pernah Anda temui secara fisik.
Dengarkan Orang Lain
Kemudian, mintalah pandangan objektif dari keluarga atau teman mengenai hubungan tersebut. Jika insting Anda merasa ada yang salah, segera putuskan komunikasi, blokir, dan laporkan akun tersebut
Praktik Kejahatan Siber
Jadi kesimpulannya, Love Scamming adalah kejahatan siber yang memanipulasi perasaan cinta korban. Tujuannya yaitu demi keuntungan finansial pelaku.
Dan dengan mengetahui pengertian serta ciri-cirinya, maka diharapkan bahwa kita semua bakal lebih waspada akan tindak kejahtan tersebut.
Pasalnya, dunia maya ialah tempat di mana siapa saja bisa menjadi apa saja, termasuk menjadi “kekasih” palsu yang ujung-ujungnya bertujuan untuk menguras rekening.***