
Kabarjawa – Sembako di Jogja terus mengalami perubahan setiap harinya. Naik-turunnya harga ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi cuaca hingga mekanisme pasar.
Untuk masyarakat Jogja, memahami dinamika harga sembako sangat penting agar bisa mengatur anggaran belanja dengan lebih baik.
Pada 7 Maret 2025, beberapa bahan pokok mengalami penurunan harga, terutama pada komoditas cabai dan gula pasir.
Laporan ini berdasarkan data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) serta Badan Pangan Nasional (Bapanas). Berikut adalah rincian harga sembako terkini di Kota Jogja.
Daftar Harga Sembako Jogja 7 Maret 2025 Versi PIHPS
PIHPS adalah platform yang dikelola oleh Bank Indonesia dan menyajikan informasi harga bahan pokok yang berpengaruh pada inflasi. Berdasarkan data terbaru, lima bahan pokok mengalami penurunan harga.
- Cabai merah besar: Rp 58.750/kg (turun dari Rp 61.250)
- Cabai merah keriting: Rp 56.250/kg (turun dari Rp 61.250)
- Cabai rawit hijau: Rp 66.250/kg (turun dari Rp 68.750)
- Cabai rawit merah: Rp 72.500/kg (turun dari Rp 90.000)
- Gula pasir lokal: Rp 17.900/kg (turun dari Rp 18.000)
Selain itu, harga bahan pokok lainnya tetap stabil, termasuk beras, bawang merah, minyak goreng, dan daging ayam.
Harga Sembako Jogja 7 Maret 2025 Versi Bapanas
Sumber lain yang kredibel dalam pemantauan harga pangan adalah Bapanas. Berikut daftar harga dari data terbaru:
- Beras premium: Rp 14.136/kg
- Beras medium: Rp 13.000/kg
- Cabai merah besar: Rp 50.833/kg (turun dari Rp 57.143)
- Cabai rawit merah: Rp 75.500/kg (turun dari Rp 76.429)
- Daging sapi murni: Rp 130.000/kg
- Minyak goreng kemasan: Rp 19.409/liter (naik dari Rp 19.227)
- Minyak goreng curah: Rp 17.571/liter (turun dari Rp 17.786)
Faktor Penyebab Perubahan Harga Sembako
- Produksi – Panen yang buruk atau keterbatasan biaya produksi dapat mengurangi pasokan barang, sehingga harga naik.
- Distribusi – Jika proses distribusi terhambat, misalnya karena cuaca atau biaya transportasi meningkat, harga barang bisa melonjak.
- Sumber Pasokan – Ketersediaan barang di pasar mempengaruhi harga. Semakin langka suatu bahan pokok, semakin mahal harganya.
- Permintaan dan Penawaran – Jika permintaan tinggi, harga cenderung naik. Sebaliknya, saat permintaan menurun, harga akan turun.
- Jumlah Pedagang Pesaing – Semakin banyak pedagang, harga lebih kompetitif dan cenderung stabil.
Harga sembako di Jogja mengalami fluktuasi berdasarkan berbagai faktor yang mempengaruhi pasar. Untuk saat ini, beberapa bahan pokok seperti cabai dan gula pasir mengalami penurunan harga.
Masyarakat dan pedagang perlu memantau perubahan harga secara rutin agar dapat mengambil keputusan terbaik dalam belanja dan berbisnis.
Dengan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi harga, kita bisa lebih bijak dalam mengatur keuangan dan mengantisipasi lonjakan harga di masa mendatang.(Kabarjawa)