Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 1,5 Kilometer pada Jumat Dini Hari

Bagikan :
Aktivitas Gunung Merapi meluncurkan awan panas guguran sejauh 1,5 kilometer, Jumat dini hari, 30 Januari 2026. (BPPTKG)

KabarJawa.com – Gunung Merapi kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik pada Jumat dini hari, 30 Januari 2026. Gunung api tersebut meluncurkan awan panas guguran sejauh 1,5 kilometer ke arah barat daya, sehingga meningkatkan kewaspadaan otoritas kebencanaan dan masyarakat di kawasan sekitarnya.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat awan panas guguran terjadi pada pukul 02.26 WIB.

Berdasarkan rekaman seismik, peristiwa itu memiliki amplitudo maksimum 101 milimeter dengan durasi 102 detik, yang menunjukkan pelepasan energi signifikan dari tubuh Gunung Merapi.

Kepala BPPTKG Yogyakarta, Agus Budi Santoso, menyampaikan bahwa aktivitas tersebut merupakan bagian dari dinamika suplai magma yang masih berlangsung.

Menurutnya, kondisi ini menuntut kewaspadaan berkelanjutan dari masyarakat dan pemerintah daerah.

Aktivitas Kegempaan Meningkat Selama Periode Pengamatan

BPPTKG melaporkan bahwa selama periode pengamatan Kamis, 29 Januari 2026, pukul 00.00 hingga 24.00 WIB, aktivitas Gunung Merapi menunjukkan peningkatan yang konsisten.

Tim pengamat mencatat sebanyak 138 kejadian gempa guguran dengan amplitudo berkisar antara 2 hingga 37 milimeter dan durasi mencapai 324,72 detik.

Baca juga  Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 1,3 Kilometer, Aktivitas Vulkanik Terus Meningkat pada Status Siaga

Selain gempa guguran, tercatat pula 103 kejadian gempa hybrid atau fase banyak. Jenis gempa ini mengindikasikan adanya pergerakan fluida magma di dalam tubuh gunung.

Dalam periode yang sama, BPPTKG juga merekam enam kejadian gempa tektonik jauh yang tidak berpengaruh langsung terhadap aktivitas erupsi.

Guguran Lava Capai Jarak Dua Kilometer

Aktivitas Gunung Merapi tidak hanya ditandai oleh awan panas guguran. Selama periode pengamatan, gunung tersebut juga mencatat 32 kali kejadian guguran lava pijar ke arah barat daya. Aliran lava mengikuti jalur Kali Sat, Kali Putih, Kali Bebeng, dan Kali Krasak.

Jarak luncur maksimum guguran lava mencapai dua kilometer. Kondisi ini menegaskan potensi bahaya yang masih tinggi, khususnya di sektor selatan hingga barat daya Gunung Merapi.

Dari pengamatan visual, puncak Gunung Merapi terpantau relatif jelas dengan kabut tipis. Asap kawah berwarna putih terlihat keluar dengan tekanan lemah dan ketinggian sekitar 10 meter di atas puncak.

Status Siaga dan Rekomendasi Kebencanaan

Berdasarkan evaluasi menyeluruh terhadap data kegempaan, pengamatan visual, serta deformasi, BPPTKG menetapkan status Gunung Merapi tetap pada Level III atau Siaga. Status ini menunjukkan bahwa aktivitas magma masih berlangsung dan berpotensi memicu awan panas guguran lanjutan.

Baca juga  Awan Panas Guguran Gunung Merapi Meluncur 2 Kilometer, BPPTKG: Suplai Magma Masih Berlangsung

BPPTKG menyebutkan bahwa potensi bahaya utama saat ini berupa guguran lava dan awan panas di sektor selatan hingga barat daya.

Aliran tersebut berpotensi mengarah ke Sungai Boyong hingga sejauh lima kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga tujuh kilometer. Sementara di sektor tenggara, potensi bahaya mencakup Sungai Woro hingga tiga kilometer dan Sungai Gendol hingga lima kilometer.

BPPTKG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di kawasan rawan bahaya. Warga juga diminta mewaspadai potensi lahar dan awan panas guguran, terutama saat terjadi hujan di sekitar puncak Gunung Merapi.

Selain itu, masyarakat di sekitar lereng gunung diingatkan untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik yang dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari apabila terjadi erupsi lanjutan.

BPPTKG memastikan pemantauan intensif akan terus dilakukan. Jika terdeteksi perubahan signifikan dalam aktivitas vulkanik, lembaga tersebut akan meninjau ulang status Gunung Merapi dan menyampaikan pembaruan resmi kepada publik.

Laporan ini disusun oleh Suratno dan Tri Mujiyanta berdasarkan data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), serta BPPTKG melalui sistem Magma Indonesia.

Baca juga  Daftar Event Budaya Jogja September 2025, Banyak Acara Menarik Siap Disuguhkan

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid