
KabarJawa.com – Di kawasan Nol Kilometer Yogyakarta, Jumat (19/6), sekitar 250 massa yang tergabung dalam Aliansi Relawan Peduli Bangsa Daerah Istimewa Yogyakarta berkumpul untuk menyampaikan pesan agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus tetap berjalan.
Aksi yang berlangsung sejak pukul 15.40 WIB hingga 16.15 WIB tersebut berjalan tertib.
Aksi Relawan MBG
Bagi para peserta aksi, MBG bukan sekadar program pemerintah. Mereka memandang program itu sebagai salah satu instrumen strategis untuk membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia dini.
Oleh karena itu, mereka menolak apabila berbagai persoalan yang muncul kemudian menjadi alasan untuk menghentikan program tersebut.
Dalam pernyataan sikap di hadapan peserta aksi dan masyarakat yang berada di sekitar lokasi, massa menegaskan dukungan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis dengan berbagai perbaikan tata kelola.
“Mendukung keberlanjutan dan perbaikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar dilaksanakan secara transparan, tepat sasaran, akuntabel, dan berkelanjutan. Program ini penting untuk menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif,” bunyi pernyataan sikap yang dibacakan salah satu peserta aksi.
Pernyataan tersebut langsung mendapat respons serentak dari peserta aksi. Mereka mengangkat tangan dan meneriakkan dukungan sebagai bentuk komitmen untuk menjaga keberlangsungan program.
Bagi para relawan yang hadir, pemenuhan gizi anak-anak Indonesia merupakan investasi jangka panjang yang tidak boleh terhenti di tengah jalan.
Mereka meyakini bahwa kualitas generasi mendatang sangat ditentukan oleh pemenuhan kebutuhan gizi sejak usia sekolah.
Di tengah berbagai tantangan pembangunan sumber daya manusia, mereka menilai Program Makan Bergizi Gratis hadir sebagai salah satu solusi konkret yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Program tersebut tidak hanya memberikan manfaat kepada peserta didik, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.
Karena itu, massa mendesak agar pemerintah tetap menjalankan MBG dengan melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap berbagai aspek yang masih membutuhkan pembenahan.
Menurut mereka, transparansi, akuntabilitas, dan ketepatan sasaran harus menjadi prioritas utama agar manfaat program benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
Soroti Pentingnya Pemberantasan Korupsi
Dalam aksi tersebut, massa juga menyoroti pentingnya upaya pemberantasan korupsi secara konsisten dan tanpa pandang bulu.
Mereka menilai praktik korupsi menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan berbagai program pembangunan, termasuk program yang menyentuh kepentingan masyarakat secara langsung.
Melalui pernyataan sikap, peserta aksi meminta seluruh pihak untuk menjaga integritas dalam penyelenggaraan negara.
Mereka menegaskan bahwa kepercayaan publik hanya dapat terbangun apabila pemerintah menunjukkan komitmen kuat terhadap tata kelola yang bersih dan transparan.
Bagi mereka, pemberantasan korupsi tidak boleh berhenti pada slogan. Negara harus hadir dengan langkah nyata untuk memastikan setiap anggaran benar-benar sampai kepada masyarakat.
Selain menyampaikan dukungan terhadap MBG dan pemberantasan korupsi, massa juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus mengedepankan dialog sipil dalam menghadapi berbagai persoalan nasional.
Mereka menilai perbedaan pandangan politik merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi.
Namun, perbedaan tersebut tidak boleh berkembang menjadi konflik yang memecah belah persatuan bangsa.
Di tengah dinamika sosial dan politik yang terus berkembang, massa mengajak masyarakat untuk menjaga semangat gotong royong sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara.
Seruan tersebut menggema di kawasan Nol Kilometer Yogyakarta. Para peserta aksi berharap ruang dialog tetap terbuka.
Jadi, setiap persoalan dapat diselesaikan melalui musyawarah dan kerja sama, bukan melalui pertentangan yang berujung pada perpecahan.
Nasib 16 Ribu Relawan DIY Jadi Sorotan
Di balik tuntutan keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis, terdapat kekhawatiran besar ribuan relawan di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Koordinator lapangan aksi, Raihan Evan, mengungkapkan bahwa peserta aksi berasal dari berbagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di DIY.
Mereka merupakan bagian dari jaringan relawan yang selama ini bersiap mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Menurut Raihan, penghentian program tersebut berpotensi menimbulkan dampak sosial yang luas.
Ribuan relawan yang telah mempersiapkan diri untuk bekerja melalui program itu akan kehilangan sumber penghasilan yang selama ini mereka harapkan.
“Di Jogja sendiri ada 16.000 relawan yang siap bekerja untuk MBG. Dari relawan ini mendapatkan gaji dari MBG, dan itu menghidupi banyak keluarga,” ujar Raihan.
Meski berlangsung kurang dari satu jam, aksi di kawasan Nol Kilometer Yogyakarta menyisakan pesan yang kuat.
Di tengah perdebatan dan dinamika yang mengiringi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, para relawan meminta pemerintah tidak menghentikan program tersebut, melainkan memperbaiki berbagai kekurangan yang ada.
Mereka berharap evaluasi menyeluruh tanpa mengorbankan tujuan utama program, yakni menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif. (ef linangkung)