
KabarJawa.com– Penantian panjang selama seperempat abad berakhir. Warga Kelurahan Giri Sekar, khususnya di Dusun Jeruken dan Pijenen, kini merasakan langsung aliran air bersih dari PDAM yang resmi mengalir ke rumah-rumah mereka.
Momen ini tidak sekadar menghadirkan air, tetapi juga mengalirkan harapan, kesehatan, dan kehidupan yang lebih layak.
Selama 25 tahun, pipa air telah terpasang tanpa pernah memberikan manfaat nyata. Warga hanya bisa memandangnya sebagai simbol janji. Kini, simbol itu berubah menjadi solusi nyata yang menjawab kebutuhan dasar masyarakat.
Air Bersih di Giri Sekar
Dukuh Jeruken, Narsih, menyampaikan rasa haru sekaligus bahagia mewakili warga. Ia menegaskan bahwa kehadiran air bersih menjadi titik balik bagi kehidupan masyarakat di wilayah tersebut.
Berdasarkan data kewilayahan, terdapat sekitar 140 rumah di Padukuhan Pijenen dan Jeruken. Namun, hingga saat ini baru tersedia 30 titik Sambungan Rumah (SR).
“Kami sangat bersyukur. Setelah sekian lama menunggu, akhirnya air bisa mengalir. Kami berharap pemerintah dan PDAM terus menambah jaringan agar semua rumah bisa menikmati fasilitas ini,” ujar Narsih dengan penuh harap.
Warga selama ini harus berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan air, terutama saat musim kemarau. Mereka mengandalkan pembelian air tangki dengan biaya yang tidak sedikit. Kondisi tersebut kerap membebani ekonomi keluarga, terutama bagi warga dengan penghasilan terbatas.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan ini. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengaliran air bersih merupakan hasil kerja sama lintas sektor, mulai dari Dinas Pekerjaan Umum (PU), PDAM, hingga Dewan Pengawas.
Ia memastikan bahwa proses uji coba yang telah dilakukan sejak bulan Ramadan kini mencapai tahap optimal. “Mulai hari ini, air sudah mengalir secara sempurna dan bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga warga,” kata Bupati Endah seusai melakukan seremoni pembukaan kran air, Senin (6/4/2026).
Bupati Endah juga menyoroti keterbatasan jumlah sambungan rumah yang belum mampu menjangkau seluruh warga.
Ia menjelaskan bahwa sebagian warga belum memasang SR karena terkendala biaya. Meski demikian, pemerintah daerah tidak tinggal diam.
Langkah Pemkab Gunungkidul
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul telah menyiapkan langkah strategis untuk memperluas akses air bersih. Salah satunya melalui rencana subsidi pemasangan pipa bagi masyarakat kurang mampu. Program ini akan didukung oleh dana penyertaan modal yang telah mendapat persetujuan dari DPRD.
“Kami sudah merancang program bantuan tambahan. Pada tahun 2027, akan ada paket bantuan untuk 40 sambungan rumah baru khusus di wilayah Jeruken dan Pijenen,” jelasnya.
Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan pemerataan akses air bersih. Air tidak lagi menjadi barang mahal, melainkan hak dasar yang harus dinikmati seluruh warga.
Keberhasilan pengaliran air bersih di Giri Sekar juga menjadi pijakan awal bagi pengembangan jaringan di wilayah lain. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kini mengarahkan fokus ke wilayah Purwosari sebagai target berikutnya.
Rencana ini berangkat dari aspirasi masyarakat selama kegiatan safari Ramadan. Tim teknis dijadwalkan segera turun ke wilayah Baron untuk melakukan kajian mendalam.
Mereka akan menghitung kapasitas debit air serta menyusun perencanaan anggaran guna memastikan sumber air terdekat dapat bermanfaat secara optimal.
Dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah tidak hanya menyelesaikan persoalan lama, tetapi juga membangun fondasi masa depan yang lebih baik.
Air yang kini mengalir di Jeruken dan Pijenen menjadi saksi bahwa harapan yang dijaga dengan sabar pada akhirnya menemukan jalannya.
Kini, warga tidak lagi cemas saat kemarau datang. Kebutuhan dasar mereka akhirnya terpenuhi dan kehidupan jadi lebih sejahtera. (ef linangkung)