77 Penyandang Disabilitas Jalani Asesmen Alat Bantu, 7 Orang Ikuti Pemeriksaan TORCH di Yogyakarta

Bagikan :
Pemeriksaan TORCH di Yogyakarta/Foto: Pemkot Yogyakarta

KABARJAWA– Puluhan penyandang disabilitas tampak hadir bersama keluarga mereka, menanti giliran untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang jarang bisa mereka akses secara mudah.

Pemerintah Kota Yogyakarta melalui program Pelayanan Jaminan Kesehatan Khusus (Jamkesus) Terpadu resmi membuka rangkaian kegiatan penting ini.

Sebanyak 77 penyandang disabilitas mengikuti asesmen kebutuhan alat bantu, mulai dari kursi roda adaptif, kaki palsu, tangan palsu, brace, hingga sepatu AFO.

Pemeriksaan TORCH di Yogyakarta

Di sisi lain, 7 orang lainnya menjalani pemeriksaan TORCH (Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus, Herpes Simplex Virus), sebuah langkah preventif yang krusial untuk mencegah potensi disabilitas pada generasi berikutnya.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, hadir langsung membuka kegiatan. Ia menyampaikan komitmen penuh pemerintah dalam menjamin hak-hak kesehatan kelompok rentan.

“Anggaran untuk mereka tidak pernah dihemat, karena kebutuhan mereka nyata dan mendesak. Kami ingin perhatian ini semakin intensif,” tegas Wawan.

Wawan menambahkan program Jamkesus Terpadu terlaksana berkat kerja sama erat dengan Balai Penyelenggara Jaminan Kesehatan Sosial (Bapel Jamkesos) DIY. Kegiatan ini tidak hanya menyediakan alat bantu, tetapi juga memberi layanan kesehatan preventif.

Baca juga  Pemkot Yogyakarta Gencarkan Gerakan Kampung Panca Tertib, Ini Tujuannya

Bagi pasangan muda produktif, termasuk pasangan disabilitas, pemeriksaan TORCH menjadi pintu awal untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan reproduksi yang dapat menurunkan kualitas hidup anak.

Kepala Seksi Pelayanan Jaminan Kesehatan Bapel Jamkesos DIY, Anisya Ulfah Hanum, menjelaskan mekanisme ketat dalam distribusi alat bantu.

Semua pelayanan berdasar indikasi medis, bukan permintaan penerima. Dokter umum maupun spesialis menentukan apakah alat perlu reparasi atau ganti baru.

“Kalau penerima belum pernah mendapatkan, maka akan diberikan sesuai hasil asesmen,” terang Anisya.

Ia juga menegaskan, penerima manfaat bisa kembali mendapat layanan apabila alat bantu rusak setelah masa garansi berakhir, asalkan ada rekomendasi resmi dari Dinsosnakertrans.

“Misalnya kursi roda bergaransi lima tahun, jika rusak bisa diajukan lagi melalui asesmen ulang,” tambahnya.

Tujuan Program

Program Jamkesus Terpadu bukan sekadar kegiatan seremonial. Ia hadir sebagai jawaban nyata atas kebutuhan kelompok disabilitas yang sering kali terabaikan.

Pemerintah Kota Yogyakarta menegaskan bahwa akses kesehatan dan alat bantu tidak boleh menjadi kemewahan, tetapi merupakan hak dasar.

Baca juga  Dugaan Kebocoran Gas di Purwomartani Sleman, 23 Warga Terdampak dan Sempat Alami Sesak Napas

Dengan hadirnya asesmen alat bantu dan pemeriksaan TORCH ini, para penyandang disabilitas mendapatkan peluang lebih besar untuk hidup mandiri, sehat, dan berdaya.

Harapan baru tumbuh, tidak hanya bagi mereka, tetapi juga bagi keluarga yang selalu setia mendampingi.

Yogyakarta hari itu menjadi saksi, bagaimana kebijakan yang berpihak dapat mengubah wajah kehidupan.

Dari ruang sederhana di SLB Pembina, semangat inklusi dan kepedulian tumbuh kuat, menegaskan bahwa kesehatan dan kesetaraan adalah hak semua warga tanpa terkecuali.

Di balik angka statistik, tersimpan kisah nyata yang menyentuh hati. Rica Apriana Rahmani, warga Kadipaten, Kraton, hadir bersama putrinya, Shanum Shalema Rahmani yang berusia 10 tahun.

Shanum mengidap cerebral palsy dan selama ini hanya bisa menggunakan kursi roda yang kurang sesuai dengan posturnya.

“Karena kursi rodanya kurang pas, dia sering ngesot. Rasanya sedih sekali melihatnya. Tapi hari ini kami bersyukur, Shanum bisa mendapatkan kursi roda baru yang nyaman,” ucap Rica dengan mata berkaca-kaca.

Tak hanya itu, Shanum kini semakin bersemangat menjalani aktivitas. Sejak setahun terakhir, ia aktif berlatih cabang olahraga boccia bersama NPCI Kota Yogyakarta.

Baca juga  Lurah Condongcatur jadi Tersangka Korupsi Tanah Kas Desa, Terbongkar Modus Kavling TKD Rugikan Negara Rp1,74 Miliar

“Kursi roda baru ini akan membuatnya lebih percaya diri dan semangat mengejar prestasi,” lanjut sang ibu. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya