Dugaan Kebocoran Gas di Purwomartani Sleman, 23 Warga Terdampak dan Sempat Alami Sesak Napas

Bagikan :
Ilustrasi Kebocoran Gas Amonia di Pabrik Es Kristal Sleman/Foto: ChatGPT

KabarJawa.com– Suasana malam di wilayah Purwomartani, Kabupaten Sleman, mendadak berubah mencekam ketika puluhan warga mulai merasakan gejala tidak biasa.

Rasa pusing, iritasi mata, hingga sesak napas menyerang warga secara hampir bersamaan dan memicu kepanikan di tengah permukiman.

Dugaan kebocoran gas yang terjadi pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari itu membuat tim gabungan bergerak cepat.

Pemerintah Kabupaten Sleman langsung menerjunkan petugas kesehatan dan unsur penanggulangan bencana untuk melakukan evakuasi serta penanganan darurat terhadap warga terdampak.

Dampak Dugaan Kebocoran Gas di Purwomartani

Hingga Sabtu (9/5/2026) siang, jumlah warga terdampak terus diperbarui. Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman mencatat total 23 warga mengalami gangguan kesehatan akibat dugaan paparan gas.

Meski demikian, seluruh korban kini telah membaik dan boleh pulang setelah menjalani penanganan medis.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Sleman, Raditya Kusuma Tejamurti, menjelaskan tim Sleman Emergency Services (SES) langsung bergerak menuju lokasi begitu menerima laporan pertama.

Petugas SES bekerja bersama Palang Merah Indonesia (PMI), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Sleman untuk mengendalikan situasi di lapangan.

Baca juga  Masih Disita KPK: Stadion Mandala Krida Belum Bisa Dipugar, tapi Masih Bisa Diajukan untuk Digunakan

Mereka memprioritaskan evakuasi warga dan stabilisasi kondisi korban yang mengalami gejala akibat dugaan paparan gas.

“Tata laksana awal, tadi malam Tim SES Dinkes Sleman sudah langsung menuju TKP dan melakukan penanganan bersama dengan Tim PMI Sleman, BPBD Sleman dan Damkar Sleman,” ujar Raditya.

Tim gabungan bergerak cepat menyisir area terdampak sambil memastikan kondisi warga tetap aman.

Beberapa korban langsung mendapatkan pertolongan pertama di lokasi, sementara tenaga kesehatan memantau kondisi warga secara berkala untuk mengantisipasi dampak lanjutan.

Setelah kondis mulai terkendali, tim SES kembali ke markas sekitar pukul 05.30 WIB. Kemudian, tenaga kesehatan dari Puskesmas Kalasan membuka posko darurat di rumah dukuh setempat.

Posko tersebut menjadi pusat layanan kesehatan sementara bagi warga yang masih mengeluhkan gangguan fisik.

Warga datang silih berganti untuk memeriksakan kondisi mereka setelah mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan paparan gas.

Pada pendataan awal hingga pukul 11.30 WIB, petugas mencatat 21 warga terdampak. Jumlah itu terdiri atas 14 laki-laki dan tujuh perempuan.

Baca juga  Polisi Sebut Kericuhan Pecah di Dua Titik, Suporter Bandung Dipulangkan usai Laga Panas PSIM Jogja vs Persib

Sebagian besar korban merupakan orang dewasa, sementara satu korban tercatat masih berusia anak-anak.

Gejala warga bervariasi, mulai dari pusing ringan, mata perih dan berair, hingga gangguan pernapasan.

Penanganan Dampak

Situasi sempat mengkhawatirkan ketika tiga warga mengalami sesak napas dengan kadar saturasi oksigen di bawah angka normal.

Petugas medis segera memberikan terapi oksigen kepada ketiga pasien tersebut.

Penanganan cepat selama kurang lebih 30 menit berhasil menstabilkan kondisi mereka sehingga tidak perlu menjalani perawatan lanjutan di rumah sakit.

“Dari 21 pasien terdapat tiga yang mengeluh sesak dan membutuhkan penanganan oksigen, dengan saturasi awal kurang dari 95 setelah mendapatkan oksigenasi selama 30 menit keadaan membaik dan dipulangkan,” jelas Raditya.

Dalam perkembangan terbaru, jumlah warga terdampak kembali bertambah menjadi 23 orang.

Meski jumlah korban meningkat, pemerintah memastikan seluruh pasien telah mendapatkan penanganan yang memadai dan tidak ada satu pun yang harus dirujuk ke rumah sakit.

“Total 23 pasien dilayani di posko, semua dipulangkan,” tegasnya.

Di tengah upaya pemulihan kondisi warga, pemerintah juga mulai memperluas penanganan dengan mengantisipasi kemungkinan dampak lingkungan.

Baca juga  Terminal Tipe B Semin Gunungkidul Jadi Primadona Baru Mudik 2026, Lonjakan Penumpang Capai 3.444 Persen

Dinas Kesehatan Sleman berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk melakukan pemeriksaan terhadap sumber air di sekitar lokasi kejadian.

Petugas mengambil sampel air bersih milik warga serta air irigasi untuk memastikan tidak terjadi kontaminasi yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat dalam jangka panjang.

Sampel tersebut kemudian dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) guna menjalani pengujian lebih lanjut.

Langkah itu menjadi bagian penting dari mitigasi pascakejadian. Pemerintah ingin memastikan lingkungan di sekitar lokasi benar-benar aman sebelum masyarakat kembali menjalankan aktivitas secara normal.

Peristiwa dugaan kebocoran gas di Purwomartani ini menjadi pengingat pentingnya respons cepat dalam situasi darurat kesehatan dan lingkungan.

Kecepatan koordinasi antarinstansi berhasil mencegah kondisi yang lebih buruk, terutama bagi warga yang sempat mengalami gangguan pernapasan.

Pemerintah Kabupaten Sleman kini masih terus memantau perkembangan di lapangan sambil menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel air.

Warga pun harus tetap waspada dan segera melapor apabila kembali merasakan gejala serupa. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid