
KabarJawa.com– Dari Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan 1.151 kilometer jalan daerah yang tersebar di 37 provinsi, Selasa (23/06).
Peresmian tersebut menjadi tonggak penting pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 11 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan jalan daerah yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), program tersebut menunjukkan hasil. Pemerintah berhasil menyelesaikan enam dari delapan paket pekerjaan Inpres Jalan Daerah (IJD) Tahun 2025.
Pembangunan itu tidak hanya menghadirkan jalan yang lebih baik, tetapi juga membuka harapan baru bagi petani, pelaku UMKM, sektor pariwisata, hingga masyarakat yang selama ini bergantung pada akses jalan sebagai urat nadi kehidupan ekonomi.
Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, yang mengikuti peresmian secara daring dari Gedhong Pracimasana Kompleks Kepatihan Yogyakarta, menyampaikan laporan perkembangan pelaksanaan program tersebut.
Hingga pertengahan tahun 2025, enam paket pekerjaan berhasil dituntaskan dengan total panjang penanganan mencapai 13,07 kilometer dan total anggaran sebesar Rp8,79 miliar.
“Pada tahun 2025, DIY memperoleh delapan paket pekerjaan Inpres Jalan Daerah. Hingga saat ini enam paket telah selesai dilaksanakan,” ungkap Sri Paduka.
Program Inpres Jalan Daerah di DIY
Program Inpres Jalan Daerah di DIY tersebar di empat kabupaten. Di Kabupaten Sleman, pemerintah melaksanakan preservasi Jalan Kalasan–Sumber dan preservasi Jalan Wadas–Turi.
Kedua ruas tersebut menjadi jalur penting yang menghubungkan kawasan permukiman, pertanian, serta aktivitas ekonomi masyarakat.
Di Kabupaten Gunungkidul, pembangunan menyasar preservasi Jalan Wonosari–Karangmulyo dan pembangunan Jalan Simpang Kepek–Ngowarat.
Kehadiran infrastruktur yang lebih baik di wilayah selatan DIY itu menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat yang selama bertahun-tahun berharap akses transportasi lebih lancar.
Sementara itu, Kabupaten Bantul memperoleh satu paket pekerjaan berupa preservasi Jalan Kasihan–Bangunjiwo. Ruas jalan tersebut memiliki peran strategis karena menghubungkan kawasan padat penduduk sekaligus sentra usaha masyarakat.
Adapun Kabupaten Kulon Progo mendapatkan satu paket preservasi Jalan Gotakan–Cerme yang selama ini menjadi jalur penghubung berbagai aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Setiap ruas jalan yang diperbaiki membawa cerita dan harapan yang sama. Jalan yang mulus mempersingkat waktu tempuh, menurunkan biaya distribusi, serta meningkatkan mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Jalan Menjadi Kunci Ketahanan Pangan
Bagi Pemerintah DIY, pembangunan jalan daerah menjadi instrumen penting dalam memperkuat ketahanan pangan dan memperlancar distribusi hasil pertanian.
Sri Paduka menegaskan bahwa pembangunan jalan daerah mampu meningkatkan efisiensi distribusi hasil pertanian dari kawasan produksi menuju pasar. Ketika akses transportasi membaik, petani dapat mengirimkan hasil panen lebih cepat dengan biaya lebih rendah.
Selain mendukung sektor pertanian, pembangunan jalan juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru. Akses yang semakin mudah mendorong berkembangnya sektor perdagangan, jasa, dan usaha mikro kecil menengah.
“Selain itu tentunya juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, membuka akses ke kawasan pariwisata dan sentra UMKM, serta meningkatkan konektivitas antarwilayah,” ujar Sri Paduka.
Pernyataan tersebut menggambarkan bagaimana satu ruas jalan mampu menghadirkan efek berantai yang luas. Ketika jalan membaik, wisatawan lebih mudah berkunjung.
Saat wisatawan datang, pelaku usaha memperoleh manfaat. Ketika aktivitas ekonomi tumbuh, kesejahteraan masyarakat ikut meningkat.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menilai capaian pembangunan jalan daerah menjadi bukti nyata perubahan arah pembangunan nasional.
Pemerintah tidak lagi memusatkan pembangunan hanya di kota-kota besar, tetapi memperluas jangkauan hingga ke berbagai daerah.
Menurut Dody, keberhasilan pembangunan jalan daerah menunjukkan komitmen pemerintah untuk menghadirkan pembangunan yang inklusif dan merata.
“Capaian keseluruhan ini membuktikan komitmen mutlak pemerintah bahwa pembangunan infrastruktur tidak lagi terpusat, melainkan telah menjangkau seluruh pelosok Indonesia secara lebih inklusif, adil, dan merata,” tegasnya.
Ia menambahkan, pembangunan jalan daerah akan menghubungkan langsung wilayah sentra produksi dengan pusat-pusat konsumsi.
Bagi pemerintah, jalan bukan sekadar hamparan aspal yang membentang. Jalan merupakan alat pengungkit pertumbuhan ekonomi sekaligus simbol kehadiran negara di tengah masyarakat.
“Infrastruktur jalan yang diresmikan hari ini merupakan alat pengungkit pertumbuhan ekonomi, penguat konektivitas nasional, dan menunjukkan kehadiran negara dalam melayani masyarakat hingga ke daerah,” kata Dody.
Sambutan Prabowo
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi atas selesainya pembangunan jalan daerah di berbagai wilayah Indonesia.
Presiden menegaskan bahwa jalan daerah memiliki arti yang sangat penting karena menjadi penghubung utama aktivitas ekonomi masyarakat.
Menurutnya, hasil panen petani, produk perkebunan, hasil perikanan, hingga berbagai produk masyarakat bergerak melalui jalan-jalan daerah menuju pasar, pusat distribusi, dan kawasan industri.
“Kehadiran jalan daerah ini memiliki arti yang sangat penting. Jalan daerah adalah urat nadi perekonomian rakyat,” ujar Presiden Prabowo.
Presiden juga mengaitkan pembangunan jalan dengan strategi besar ketahanan nasional. Ia menilai upaya mewujudkan swasembada pangan tidak cukup hanya melalui penyediaan benih, pupuk, dan irigasi.
Pemerintah juga harus memastikan tersedianya akses transportasi yang memadai hingga ke wilayah-wilayah produktif.
Oleh karena itu, pembangunan jalan daerah menjadi bagian penting dalam memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal akibat keterbatasan akses.
Prabowo memastikan pemerintah akan terus melanjutkan pembangunan infrastruktur jalan hingga menjangkau lebih banyak daerah dan desa di seluruh Indonesia.
Ia juga mengajak pemerintah daerah dan masyarakat untuk menjaga serta memanfaatkan infrastruktur yang telah dibangun demi kepentingan bersama.
“Saya ucapkan terima kasih atas kerja keras seluruh instansi PU dan jajarannya serta bantuan dari pemerintah daerah. Kita melihat kualitasnya cukup baik. Ini harus dipertahankan. Semua pengeluaran uang rakyat harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” tegas Presiden. (ef linangkung)