
KabarJawa.com– Pemerintah Kabupaten Sleman bersinergi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan Mobil Layanan Gerak Program Indonesia Pintar (PIP).
Acara peluncuran berlangsung di SMK Muhammadiyah 1 Moyudan dan dihadiri langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, serta Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto.
Peluncuran ini bertujuan mempercepat penyaluran bantuan pendidikan PIP bagi siswa dari keluarga kurang mampu, sekaligus memastikan akses pendidikan berkualitas merata di seluruh Kabupaten Sleman.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyatakan komitmennya untuk mendukung program ini sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan dan pemerataan akses bagi seluruh anak didik.
“Kami menyadari tantangan pendidikan tidak hanya soal kualitas pembelajaran, tetapi juga akses dan keberlanjutan pendidikan, terutama bagi anak-anak dari keluarga rentan. Program Indonesia Pintar hadir untuk memastikan tidak ada anak Indonesia yang tertinggal hanya karena keterbatasan ekonomi,” ujar Harda.
Harda menambahkan bahwa Pemkab Sleman mendukung percepatan penyaluran PIP Tahun 2025 sekaligus persiapan awal PIP Tahun 2026.
Menurutnya, langkah ini mencerminkan komitmen pemerintah pusat dan DPR RI untuk menjamin ketepatan waktu, ketepatan sasaran, dan efektivitas penggunaan bantuan pendidikan.
Di tempat yang sama, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa Mobil Layanan Gerak PIP memudahkan penyaluran dana bantuan langsung kepada peserta didik.
“Dengan layanan ini, penyaluran PIP dapat tersalurkan dengan baik dan diterima murid sesuai haknya masing-masing. Kami berharap dana bantuan digunakan sebaik-baiknya,” kata Abdul Mu’ti.
Abdul Mu’ti menambahkan bahwa di Kabupaten Sleman, PIP menjangkau 72.465 peserta didik dengan total anggaran mencapai Rp52.033.725.000.
Proses penyaluran PIP bekerja sama dengan bank-bank mitra yang telah ditetapkan Kemendikdasmen.
Ke depannya, pemerintah berharap PIP dapat terintegrasi dengan Kartu Indonesia Pintar (KIP) agar bantuan pendidikan dapat diperoleh secara berkelanjutan.
Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, atau yang akrab disapa Titiek Soeharto, menekankan pentingnya kolaborasi lintas stakeholder untuk menyukseskan program ini.
Ia menegaskan peran orangtua, guru, pemerintah, dan masyarakat dalam memastikan bantuan PIP tersalurkan tepat sasaran dan benar-benar membantu peserta didik.
“Dengan sinergi yang baik, PIP akan menjadi jembatan harapan bagi masa depan anak-anak Indonesia,” pungkas Titiek.
Peluncuran Mobil Layanan Gerak PIP ini akan menjadi langkah strategis memperluas akses pendidikan, meminimalkan keterlambatan penyaluran bantuan, serta memperkuat dukungan pemerintah terhadap pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat di Sleman. (ef linangkung)