
KABARJAWA– Suasana panas pertandingan antara PSIM Yogyakarta melawan Persib Bandung akan bergulir di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Minggu (24/8/2025) pukul 15.30 WIB.
Jajaran kepolisian tidak main-main. Sebanyak 500 personel gabungan akan turun langsung untuk memastikan laga berjalan aman, tertib, dan tanpa insiden yang bisa mencoreng wajah sepak bola Indonesia.
Kapolres Bantul, AKBP Novita Eka Sari, menegaskan pihaknya sudah menyiapkan skenario pengamanan ketat.
Pengamanan PSIM vs Persib Bandung
Pihaknya menyiagakan sebanyak 500 personel gabungan untuk mengamankan pertandingan sepak bola PSIM vs Persib di SSA Bantul pada Minggu sore.
Novita menjelaskan bahwa personel gabungan tersebut berasal dari Polda DIY, Satbrimobda, Polres Bantul, Polsek jajaran, dan instansi terkait lainnya.
Mereka tidak hanya menjaga jalannya laga di dalam stadion, tetapi juga mengamankan setiap titik vital yang rawan menimbulkan gesekan antarsuporter.
“Mereka akan ditempatkan di pintu-pintu masuk, area tribun, lokasi pertandingan, hingga jalur keluar stadion. Bahkan, pengamanan juga dilakukan di wilayah sekitar stadion agar tidak ada celah terjadinya kericuhan,” jelas Novita.
Selain menjaga keamanan, polisi juga bertugas mengatur arus lalu lintas di sekitar Stadion Sultan Agung. Ribuan suporter dari dua kesebelasan diprediksi akan memadati SSA.
Polisi menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan parah yang bisa melumpuhkan jalur utama Bantul.
Aparat kepolisian juga mengeluarkan imbauan keras bagi para suporter yang akan hadir. Novita meminta pendukung PSIM maupun Persib tidak membawa barang-barang berbahaya dan terlarang.
“Kami tegaskan jangan ada yang membawa petasan, flare, senjata tajam, atau minuman beralkohol ke dalam stadion. Semua barang itu bisa memicu keributan dan membahayakan keselamatan orang lain,” ujar Novita.
Ia juga berharap para suporter menjaga sikap. Dukungan boleh membara, tetapi tidak boleh berubah menjadi anarkisme.
Dia meminta suporter tetap santun, jangan merusak fasilitas umum, dan jangan sampai tindakan segelintir orang mencoreng nama baik klub kebanggaan.
Antisipasi Konvoi setelah Laga
Tidak hanya pengamanan di dalam pertandingan, polisi juga mengantisipasi euforia berlebihan setelah laga usai. Novita menegaskan, pihaknya melarang konvoi kendaraan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
“Kami imbau suporter jangan melakukan konvoi usai pertandingan. Konvoi hanya akan menimbulkan kemacetan dan membuka peluang gesekan antarkelompok. Lebih baik pulang dengan tertib, karena keamanan dan kenyamanan adalah tanggung jawab kita semua,” tegasnya.
Laga antara PSIM vs Persib menyimpan tensi tinggi. Ini mempertemukan klub tradisi dengan basis pendukung yang fanatik.
PSIM Yogyakarta dengan Brajamusti dan The Maident-nya, serta Persib Bandung dengan Bobotoh yang selalu hadir di mana pun Maung Bandung bertanding, akan beradu semangat di tribun.
Atmosfer panas inilah yang membuat aparat kepolisian meningkatkan kewaspadaan. Satu kesalahan kecil bisa menyulut kericuhan.
Oleh karena itu, pengamanan super ketat menjadi harga mati agar laga berlangsung lancar dan tetap dalam koridor sportivitas.
Kapolres Bantul menutup imbauannya dengan ajakan penuh harap. Ia ingin laga ini menjadi tontonan yang menghibur, bukan arena kekacauan.
“Mari kita jaga bersama agar pertandingan ini menjadi ajang sportivitas, bukan kerusuhan. Sepak bola harus menghibur, bukan menakutkan,” pungkas Novita. (ef linangkung)