
KabarJawa.com – Duta Halal Institute resmi menyelenggarakan pelatihan perdana Penyelia Halal pada akhir tahun lalu di Yogyakarta. Program yang untuk pertama kalinya digelar ini langsung mendapatkan respons besar dari jaringan Pendamping Proses Produk Halal (PPH) LPPPH Edukasi Wakaf Indonesia (EWI). Tercatat 133 peserta dari berbagai provinsi berpartisipasi untuk memperdalam kompetensi di bidang Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH).
Kegiatan ini tak hanya menjadi agenda pelatihan teknis, tetapi juga momentum penting dalam memperkuat ekosistem SDM halal di Indonesia.
Dalam beberapa tahun terakhir, kebutuhan tenaga profesional Penyelia Halal meningkat seiring bertambahnya perusahaan, UMKM, dan institusi yang bersiap mengimplementasikan regulasi Jaminan Produk Halal (JPH). Pelatihan perdana ini pun diposisikan sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut.
Respon Peserta Tunjukkan Komitmen Tinggi
Antusiasme peserta menggambarkan keseriusan para pendamping PPH dalam meningkatkan kapabilitas mereka. Pendamping PPH selama ini menjadi ujung tombak pendampingan sertifikasi halal, namun masih diperlukan penyelia yang memiliki kompetensi lebih spesifik untuk memastikan penerapan SJPH berjalan sesuai aturan.
Program ini menjadi jembatan bagi para pendamping PPH EWI agar mampu mengemban peran strategis tersebut. Dengan cakupan peserta yang berasal dari seluruh wilayah Indonesia, pelatihan ini sekaligus menjadi ruang konsolidasi kualitas pendamping agar layanan sertifikasi halal dapat diterapkan secara lebih profesional dan merata.
Materi Pelatihan Disusun Komprehensif
Demi memastikan output yang kuat, Duta Halal Institute menyusun kurikulum pelatihan yang menyoroti lima aspek utama:
- Regulasi dan kebijakan Jaminan Produk Halal
- Peran, tugas, dan kompetensi Penyelia Halal
- Implementasi dokumen dan audit SJPH
- Manajemen risiko dan pengendalian bahan halal
- Studi kasus penerapan SJPH di berbagai sektor industri
Materi disampaikan melalui sesi teori, praktik, simulasi, hingga penugasan studi kasus. Dengan pendekatan tersebut, peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkannya dalam konteks pendampingan nyata di lapangan.
Pernyataan Resmi: Penguatan Kompetensi Jadi Prioritas
Direktur Kendali Mutu Duta Halal Institute, Heryawan Septianto Nugroho, menyebut pelatihan ini sebagai langkah penting dalam pemerataan kompetensi halal.
“Ketersediaan Penyelia Halal yang kompeten adalah kunci sukses implementasi SJPH di Indonesia. Dengan melibatkan jaringan pendamping PPH EWI dari berbagai daerah, kami ingin memastikan bahwa standar kompetensi halal dapat diterapkan secara merata dan berkualitas,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh perwakilan LPPPH EWI, Ahmad Mufassir. Ia menilai pelatihan ini sebagai pencapaian yang menunjukkan konsistensi SDM halal dalam meningkatkan kapasitasnya.
“Kami bangga 133 pendamping dari seluruh Indonesia dapat ikut serta dalam pelatihan ini. Ini menunjukkan komitmen kuat untuk meningkatkan kapasitas SDM halal dan memperluas jangkauan layanan pendampingan halal berbasis kualitas,” ungkapnya.
Program Berkelanjutan
Duta Halal Institute menegaskan bahwa program ini bukan kegiatan satu kali, melainkan akan berlanjut pada batch berikutnya dengan agenda sertifikasi kompetensi dan pelatihan lanjutan. Targetnya adalah melahirkan semakin banyak Penyelia Halal bersertifikat yang dapat memberikan jaminan profesionalisme dalam penerapan SJPH di sektor usaha.
Untuk mengetahui jadwal batch selanjutnya maupun perkembangan program pelatihan, masyarakat dapat langsung mengikuti informasi yang rutin dibagikan oleh Duta Halal Institute melalui email resmi mereka di dutahalal.id@gmail.com maupun melalui laman www.dutahalalku.id, yang menjadi pusat publikasi kegiatan dan pengumuman terbaru lembaga tersebut.***