
KabarJawa.com – Di media sosial banyak sekali rumor dan kabar artis meninggal dunia. Terbaru pada Agustus 2026, vokalis Tipe X Tresno Riadi pun tidak luput dari kabar itu.
Mengingat aktivitas band Tipe X yang sudah tak seaktif dulu di layar kaca, mungkin banyak orang akan percaya dengan kabar meninggalnya Tresno Tipe X.
Namun perlu diketahui bahwa Tresno Riadi masih hidup dan sehat wal afiat. Ia bersama band-nya pun masih aktif berkegiatan secara offline di pangung-panggung.
Melansir akun Instagram resmi @tipexofficial, kegiatan manggung band beraliran SKA ini pun cukup padat di awal bulan Agustus 2026.
Pada tanggal 7 Agustus 2026, mereka menjadi salah satu penampil di acara The Sound Project. Sebelumnya pada tanggal 2 Agustus 2026, Tresno dan kawan-kawan pun menjadi bintang tamu acara Q&A di MetroTV dengan tagline “Berdanska Bersukaria”.
Untuk pekan ini Tipe X diagendakan tampil di acara R-I Fest di JIEXPO Kemayoran. Mereka dijadwalkan perform pada 14 Agustus 2026 pukul 18.00 WIB.
Lalu di tanggal 15 Agustus 2026, Tipe X dijadwalkan tampil di Latihan Pestapora Malaysia di Stadium Hoki Nasional.
Kemudian pada tanggal 16 Agustus 2026, Tipe X akan ada di Festival Rupiah Berdaulat Indonesia (FERBI 5th) di Istora Senayan Jakarta. Tresno dan kawan-kawan dijadwalkan tampil pada pukul 16.30-18.00 WIB.
Profil Singkat Tresno Tipe X
Tresno Riadi, vokalis grup band SKA Tipe X lahir di di Jakarta pada 28 September 1975. Ia akan menginjak usia 51 tahun pada bulan depan.
Karakter vokalnya menjadi salah satu hal yang membuat warna musik Tipe-X mudah dikenali. Musik ska yang dimainkan band tersebut terasa sangat cocok dengan gaya vokal Tresno yang khas.
Sebelum memakai nama Tipe-X, kelompok yang dibangun Tresno dan Yoss lebih dulu bernama Headmaster.
Perjalanan Karier
Dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal Relasi: Jurnal Penelitian Komunikasi, Tresno sebelumnya merupakan vokalis RSZ. Ketika tampil dalam sebuah festival musik, posisinya sebagai vokalis justru digantikan tanpa pemberitahuan.
Pengalaman tersebut kemudian membuat Tresno berbicara dengan Yoss yang saat itu dekat dengannya. Dari obrolan itulah muncul keinginan untuk membangun band sendiri.
Mereka kemudian mengajak sejumlah musisi lain. Terbentuklah Headmaster dengan Tresno sebagai vokalis, Yoss pada gitar, Micky pada bass, dan Hendro sebagai pemain drum.
Pada masa awal, Headmaster belum langsung memainkan ska. Mereka membawakan lagu-lagu dari band seperti Red Hot Chili Peppers dan Rage Against the Machine. Mereka juga aktif mengikuti festival musik dan sempat meraih prestasi.
Namun Tresno dan Yoss merasa band tersebut masih belum menemukan identitas yang benar-benar pas.
Pilihan akhirnya jatuh pada musik ska. Dari sinilah perjalanan yang kemudian membawa mereka menjadi Tipe-X mulai terbentuk.
Tipe-X resmi terbentuk pada September 1995. Dari panggung-panggung kecil dan komunitas musik, mereka perlahan membangun nama.
Tipe-X sempat menghadapi penolakan dari sejumlah label sebelum akhirnya masuk ke industri rekaman. Album Ska Phobia yang dirilis pada 1999 melalui Aquarius Musikindo menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan mereka.
Album itulah yang kemudian membawa Tipe-X semakin dikenal luas dan menjadi salah satu band SKA legendaris di Indonesia.
Istri dan Anak
Tresno Riadi menikah dengan Dian Kemala Rizki, yang dikenal sebagai Dian Orind. Keduanya menikah pada 4 Februari 2012 setelah menjalani hubungan selama kurang lebih empat tahun.
Dian sendiri bukan orang yang jauh dari dunia musik. Ia merupakan vokalis Orind, band ska yang pernah diproduseri Tresno.
Pada masa itu, Tresno memang tengah aktif membantu perkembangan Orind sebagai bagian dari upayanya mendorong regenerasi musik ska.
Dari pernikahannya dengan Dian Kemala Rizki, Tresno dan Dian dikaruniai dua anak. Anak pertama mereka bernama Gwen Haura Madina Riadi, yang lahir pada November 2012. Anak keduanya bernama Rufio ArRayyan Riadi.
Akun Media Sosial
Tresno cukup aktif membagikan aktivitasnya melalui Instagram. Akun yang selama ini digunakan dan dirujuk oleh berbagai sumber adalah @tresnotipex.
Akun tersebut juga menjadi salah satu sumber dokumentasi aktivitas Tresno bersama keluarga dan kegiatan musiknya.***