
KABAR JAWA – Viral di media sosial, video seorang pengemudi ojek online diduga tertabrak hingga terlindas kendaraan taktis Brimob saat demo di DPR RI berakhir ricuh. Kejadian di Pejompongan itu memicu kemarahan massa dan warganet.
Sebuah insiden mengejutkan terjadi pada Kamis, 28 Agustus 2025, di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.
Dalam situasi demonstrasi yang memanas di sekitar Gedung DPR RI, sebuah kendaraan taktis milik Brimob terekam melindas seorang pria berjaket ojek online.
Momen itu direkam dalam sebuah video amatir yang kemudian menyebar luas di media sosial. Salah satu unggahan di platform X (Twitter) dari akun @NChupakabr50581 dengan cepat menarik perhatian warganet. “Ojol ditabrak mobil Brimob,” tulis akun tersebut dalam keterangannya.
Video singkat itu memperlihatkan suasana mencekam ketika aparat berusaha membubarkan massa. Mobil barracuda Brimob tampak melaju membelah kerumunan hingga terjadi insiden yang membuat publik terkejut.
Kronologi Insiden di Pejompongan
Berdasarkan rekaman yang beredar, massa awalnya berlarian menghindari kendaraan taktis yang bergerak maju untuk mengurai kericuhan. Namun, nahas, seorang pria berjaket ojek online berada tepat di jalur laju mobil tersebut.
Kendaraan terlihat mengenai pria itu hingga tubuhnya terseret. Mobil sempat berhenti sejenak, tetapi kemudian tetap melaju dan melindas korban di hadapan massa.
Melihat kejadian itu, kerumunan yang sebelumnya panik justru berubah marah. Massa langsung mengejar kendaraan, sebagian bahkan terlihat memukul bodi barracuda sebagai bentuk protes keras.
Reaksi Massa dan Viral di Media Sosial
Situasi di lokasi semakin tidak terkendali setelah insiden itu. Massa yang marah menyerang kendaraan aparat, sementara kondisi korban mulai mendapat pertolongan dari warga sekitar. Dalam video, korban terlihat mengalami luka di bagian wajah dengan darah yang mengalir.
Di dunia maya, kejadian tersebut memicu gelombang kemarahan publik. Ribuan komentar mengecam tindakan aparat yang dinilai berlebihan dan tidak manusiawi. Tagar terkait insiden ini pun masuk dalam jajaran topik terpopuler di media sosial.
Kondisi Korban Masih Misterius
Hingga malam hari, belum ada kepastian mengenai kondisi pria berjaket ojek online yang menjadi korban. Belum diketahui apakah ia selamat atau mengalami luka serius pasca-insiden.
Jurnalis telah berupaya menghubungi pihak kepolisian untuk mendapatkan keterangan resmi. Namun, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Ade Ary, belum memberikan respons terkait peristiwa ini.
Insiden yang Memperpanjang Ketegangan
Kericuhan di Pejompongan bukanlah kejadian tunggal. Sejak siang, aksi demonstrasi mahasiswa dan buruh di sekitar Gedung DPR sudah memanas.
Beberapa titik di Jakarta dilaporkan mengalami bentrokan, termasuk penggunaan gas air mata untuk mengurai massa.
Peristiwa pengemudi ojek online yang diduga terlindas barracuda Brimob ini menambah panjang daftar insiden yang mencoreng penanganan unjuk rasa.
Publik kini mendesak adanya klarifikasi yang transparan dan penegakan hukum yang adil terhadap kejadian tersebut.
Publik Menunggu Jawaban
Insiden viral ini telah mempertegas jurang ketidakpercayaan antara masyarakat dan aparat. Bagi warganet, momen itu menjadi bukti nyata bahwa aparat perlu lebih berhati-hati dalam menghadapi demonstrasi agar tidak menimbulkan korban jiwa.
Kini, perhatian publik tertuju pada pernyataan resmi dari kepolisian. Masyarakat menunggu kejelasan terkait kondisi korban sekaligus pertanggungjawaban atas insiden yang memicu kemarahan besar ini.***