Rongga Bawah Tanah di Kalurahan Girikarto Kian Mengancam, BPBD Gunungkidul Tetapkan Rumah Warga Tak Layak Huni

Bagikan :
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono/Foto: Pemkab Gunungkidul

KabarJawa.com– Ancaman bencana geologi di Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul, semakin nyata.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul memastikan keberadaan rongga bawah tanah dengan skala cukup besar yang berpotensi membahayakan keselamatan warga.

Temuan ini mendorong BPBD mengambil langkah mitigasi serius, termasuk menetapkan salah satu rumah warga tidak aman untuk ditempati.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, menjelaskan bahwa rangkaian kejadian bermula pada 7 Januari saat warga menemukan indikasi awal kerawanan tanah di kawasan Padukuhan Bolang.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Gunungkidul segera bersurat kepada BPBD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk memfasilitasi kajian teknis secara mendalam.

Kajian Rongga Bawah Tanah di Kalurahan Girikarto

BPBD DIY kemudian menghadirkan tim dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta.

Tim tersebut melakukan kajian pertama pada 20 Januari. Dalam kajian awal itu, BPPTKG menggunakan metode geolistrik untuk memotret kondisi bawah permukaan tanah.

“Hasil laporan sementara BPPTKG menunjukkan adanya potensi rongga bawah tanah di kawasan Bolang,” ujar Purwono.

Baca juga  Obelix Sea View, Tempat Nongkrong Santai di Jogja yang Punya Infinity Pool dan Pemandangan Laut

BPPTKG menemukan rongga dengan dimensi cukup mengkhawatirkan. Rongga tersebut memanjang ke arah utara hingga sekitar 86 meter, serta melebar ke arah timur lebih dari 20 meter. Temuan ini langsung meningkatkan status kewaspadaan di wilayah tersebut.

Tidak berhenti pada kajian awal, BPBD Gunungkidul melanjutkan upaya ilmiah dengan menggandeng Laboratorium Geofisika Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

Tim geofisika Undip melaksanakan kajian lanjutan pada 24 Januari menggunakan pendekatan mikrotremor guna memperkuat data dan analisis.

Dalam kajian lanjutan tersebut, tim memperluas area penelitian hingga ke sekitar Balai Padukuhan Padem. Wilayah ini sebelumnya pernah mengalami kejadian sinkhole susulan sekitar tiga tahun lalu.

Saat itu, BPBD Gunungkidul telah melakukan mitigasi darurat dengan menutup lubang menggunakan batuan. Namun, pergerakan massa tanah menyebabkan titik kerawanan bergeser.

Hasil kajian mikrotremor dari Undip semakin mempertegas temuan sebelumnya. Tim memastikan rongga bawah tanah tidak hanya berada di Bolang, tetapi juga memanjang ke arah timur laut menuju Padukuhan Padem.

“Justru wilayah Padem memiliki tingkat kerawanan yang lebih tinggi dibandingkan Bolang,” tegas Purwono.

Baca juga  Pengangkatan CPNS dan PPPK 2024 Resmi Ditetapkan, Ini Besaran Gaji dan Tunjangannya Setelah Kenaikan 8 Persen

BPBD Gunungkidul kemudian memaparkan hasil kajian tersebut secara terbuka pada 24 Januari di Balai Kalurahan Girikarto.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh lurah beserta jajaran pamong kalurahan, unsur kapanewon, Baperinda, Dinas Pekerjaan Umum, serta BPBD Gunungkidul.

Kesimpulan

Dari hasil kesimpulan akhir, BPBD memastikan bahwa kawasan Bolang dan Padem berada di atas beberapa rongga besar. Sinkhole yang muncul di permukaan selama ini hanya menjadi bagian kecil dari sistem rongga yang jauh lebih luas di bawah tanah.

BPBD Gunungkidul kemudian menetapkan langkah mitigasi tegas. Mereka menyatakan rumah milik Sujanto, warga Padukuhan Bolang, tidak aman untuk dihuni.

BPBD meminta Sujanto segera berpindah ke lokasi yang lebih aman demi menghindari risiko runtuhan tanah secara tiba-tiba.

“Kami mengimbau Pak Sujanto untuk tidak menempati rumah tersebut dan sementara berpindah ke rumah orang tuanya,” kata Purwono.

Selain relokasi warga, BPBD Gunungkidul juga mengambil langkah teknis untuk mengurangi risiko lanjutan. BPBD mengarahkan aliran air permukaan agar tidak masuk ke area sinkhole di sekitar Balai Padukuhan Padem.

Baca juga  Tol Probowangi Dibuka Fungsional untuk Mudik Lebaran 2025, Simak Jadwal dan Ketentuannya

Petugas mengalihkan aliran air ke arah selatan guna mencegah erosi dan perluasan rongga bawah tanah.

BPBD Gunungkidul juga memasang batas keamanan di area rawan sebagai penanda bahaya bagi masyarakat. Langkah ini bertujuan mencegah aktivitas warga di zona berisiko tinggi sekaligus menekan potensi korban jiwa.

Purwono menegaskan bahwa BPBD Gunungkidul terus memantau perkembangan kondisi tanah di Kalurahan Girikarto.

BPBD juga mengajak warga meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor apabila menemukan retakan tanah, amblesan, atau tanda-tanda kerawanan lainnya.

“Kami mengutamakan keselamatan warga. Rongga bawah tanah ini nyata dan mengancam, sehingga semua pihak harus disiplin mengikuti rekomendasi teknis,” pungkasnya. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid