KabarJawa.com – Desri Arwen meninggal dunia pada Jumat, 28 Agustus 2026. Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) tersebut mengembuskan napas terakhir pada pukul 11.14 WIB di RS Sari Asih Sangiang, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang.
Kabar kepergian Desri Arwen disampaikan Universitas Muhammadiyah Tangerang melalui unggahan resmi kampus. Kepergian sosok yang tengah memimpin UMT untuk periode 2025-2029 itu menjadi kabar duka bagi keluarga, sivitas akademika, kolega, dan lingkungan pendidikan Muhammadiyah.
Dalam keterangan resmi UMT, Desri Arwen disebut berpulang pada Jumat, 15 Rabiulawal 1448 Hijriah yang bertepatan dengan 28 Agustus 2026.
Almarhum merupakan Rektor UMT untuk masa jabatan 2025-2029. Sepanjang perjalanan pengabdiannya, Desri Arwen dikenal sebagai salah satu figur yang cukup lama berada di lingkungan Universitas Muhammadiyah Tangerang.
UMT menyebut kiprah Desri Arwen di institusi tersebut telah dimulai sejak 1996. Artinya, perjalanan pengabdiannya di lingkungan pendidikan tinggi Muhammadiyah berlangsung selama sekitar tiga dekade sebelum akhirnya dipercaya memimpin kampus secara definitif.
Dalam penghormatan yang disampaikan kampus, Desri Arwen digambarkan sebagai pemimpin yang visioner, tegas, dan konsisten dalam mendorong perkembangan UMT.
Salah satu capaian yang dikaitkan dengan kepemimpinannya adalah upaya membawa UMT menuju predikat Akreditasi Unggul, selain sejumlah agenda strategis lain untuk pengembangan perguruan tinggi.
Penyebab Desri Arwen Meninggal Dunia
Pertanyaan mengenai Desri Arwen meninggal karena apa menjadi salah satu hal yang banyak dicari setelah kabar duka tersebut beredar.
Namun, hingga informasi yang tersedia saat ini, belum ada keterangan resmi yang menyebut penyebab atau penyakit yang membuat Desri Arwen meninggal dunia.
Informasi yang disampaikan dalam pemberitaan dan pengumuman resmi UMT berfokus pada kabar wafatnya, waktu meninggal, serta penghormatan terhadap perjalanan pengabdiannya.
Karena belum ada penjelasan dari keluarga maupun pihak UMT mengenai kondisi kesehatan atau penyebab kematian, informasi tersebut sebaiknya tidak dispekulasikan.
Profil Singkat Desri Arwen
Desri Arwen diketahui berasal dari Padang, Sumatera Barat. Perjalanan pendidikannya kemudian membawanya ke Jakarta untuk menempuh pendidikan tinggi.
Sebelum memasuki jenjang perguruan tinggi, ia disebut pernah bersekolah di salah satu madrasah aliyah di Padang dengan memperoleh beasiswa dari Kementerian Agama.
Setelah menyelesaikan pendidikan tersebut, Desri Arwen melanjutkan studi di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) yang sekarang dikenal sebagai UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di Ciputat.
Ada pula kisah menarik dari masa mudanya. Ketika masih berstatus mahasiswa, Desri Arwen pernah menjadi guru mengaji bagi Gusti Randa dan sejumlah selebritas Indonesia.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjangnya sebelum kemudian menekuni dunia akademik dan pendidikan tinggi.
Selain menjalankan tugas struktural di kampus, Desri Arwen juga memiliki rekam jejak akademik melalui berbagai karya ilmiah.
Namanya tercatat dalam basis data Garuda Kemdiktisaintek sebagai penulis dari Universitas Muhammadiyah Tangerang. Bidang yang banyak disentuh dalam karya-karyanya berkaitan dengan pendidikan, pendidikan Islam, pembelajaran, hingga persoalan sosial dan kebangsaan.
Beberapa penelitian yang mencantumkan namanya antara lain “Pemikiran Pendidikan Islam Muhammad Abduh”, yang membahas gagasan pembaruan pendidikan Islam serta hubungan antara ilmu agama dan ilmu umum.
Ia juga tercatat sebagai salah satu penulis “Pendidikan Kewarganegaraan dalam Perspektif Al-Qur’an”, bersama Asrori Mukhtarom dan Ety Kurniyati.
Karya lainnya adalah penelitian mengenai kelayakan pembentukan UMT Press, yang mengkaji kemungkinan pengembangan lembaga penerbit di lingkungan Universitas Muhammadiyah Tangerang.
Dalam bidang pendidikan generasi muda, Desri Arwen turut terlibat dalam penelitian berjudul “The Phenomenon of Language Mixing Used among Gen Z in Indonesian Students”. Penelitian tersebut membahas fenomena pencampuran bahasa yang digunakan mahasiswa Generasi Z.
Sementara karya “Empowering English Students: SEM Analysis of Motivation and Academic Outcomes in Al-Islam Muhammadiyah Course” menyoroti kaitan motivasi, pembelajaran Al-Islam Kemuhammadiyahan, dan capaian akademik mahasiswa.
Jejak akademiknya tidak berhenti pada artikel jurnal dan penelitian. Desri Arwen juga tercatat sebagai penulis buku Kurikulum Ideal dan Mutu Pendidikan serta Rekonstruksi Kehidupan Kebangsaan Menuju Indonesia Berkemajuan.
Kedua karya tersebut memperlihatkan perhatian Desri Arwen terhadap persoalan pendidikan dan kehidupan kebangsaan, dua bidang yang juga menjadi bagian dari perjalanan profesionalnya sebagai akademisi.
Pada 2024, nama Desri Arwen juga tercatat dalam kegiatan penelitian yang memperoleh hibah dengan topik “Zakat di Era Digital: Peluang dan Tantangan dalam Mengadopsi Platform Teknologi untuk Pengumpulan dan Distribusi yang Lebih Efisien.”
Topik tersebut menunjukkan ketertarikannya terhadap perubahan teknologi dan pengaruhnya terhadap pengelolaan pendidikan maupun kehidupan sosial-keagamaan.
Sebelum duduk sebagai rektor, Desri Arwen lebih dahulu menjalankan tugas sebagai Wakil Rektor III UMT. Ketika kemudian mendapat amanah sebagai rektor periode 2025-2029, ia melanjutkan kiprah yang sudah dibangun selama bertahun-tahun di lingkungan kampus.
Kepergiannya kini meninggalkan ruang kosong dalam jajaran pimpinan UMT sekaligus menyisakan duka bagi orang-orang yang selama ini bekerja bersamanya.
UMT Sampaikan Duka Cita
Bagi UMT, meninggalnya Desri Arwen bukan sekadar kehilangan seorang pejabat kampus. Ia merupakan bagian dari perjalanan panjang institusi tersebut sejak 1996.
Dalam pernyataan dukanya, UMT menilai perjuangan almarhum dalam mengembangkan kampus akan menjadi bagian penting dari sejarah institusi.
Kepemimpinannya pada periode 2025-2029 juga berlangsung ketika UMT tengah mendorong berbagai agenda pengembangan dan peningkatan mutu perguruan tinggi.
Kini, perjalanan tersebut harus dilanjutkan oleh jajaran pimpinan dan sivitas akademika yang ditinggalkan.
Melalui akun Instagram @umt.indonesia, Universitas Muhammadiyah Tangerang menyampaikan belasungkawa atas kepergian Desri Arwen.
Sivitas akademika mendoakan agar seluruh amal ibadah almarhum diterima oleh Allah SWT dan segala kekhilafannya mendapat ampunan.
UMT juga mendoakan keluarga yang ditinggalkan agar diberi kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan menghadapi kehilangan tersebut.
Bagi lingkungan kampus, dedikasi Desri Arwen selama puluhan tahun akan menjadi bagian dari warisan yang terus dikenang.***