Dosen FTB UAJY Wakili Indonesia dalam Forum Perubahan Iklim Dunia di Italia

Bagikan :
Dosen FTB UAJY Monika Ruwaimana, Ph.D., mewakili Indonesia dalam Workshop Climate Change IPCC dan UNESCO di Italia pada Mei 2026.

KabarJawa.com – Dosen Fakultas Teknobiologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Monika Ruwaimana, Ph.D., menjadi salah satu perwakilan Indonesia dalam Workshop Climate Change yang digelar oleh Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) bekerja sama dengan UNESCO di The Abdus Salam International Centre for Theoretical Physics, Italia, pada 5–7 Mei 2026. Forum internasional tersebut mempertemukan 37 ilmuwan dari 27 negara yang merupakan penerima beasiswa IPCC Scholarship untuk membahas riset perubahan iklim dan penguatan kebijakan global berbasis sains.

Kehadiran Monika dalam forum ilmiah dunia itu menunjukkan keterlibatan akademisi Indonesia dalam pembahasan isu perubahan iklim yang saat ini menjadi perhatian global. Kegiatan tersebut juga memperoleh dukungan pendanaan dari The David and Lucile Packard Foundation.

Forum Internasional Bahas Penyusunan Laporan Perubahan Iklim Dunia

Workshop Climate Change yang diselenggarakan IPCC dan UNESCO menjadi wadah kolaborasi para ilmuwan dari berbagai negara untuk memperkuat penelitian dan kontribusi terhadap kebijakan perubahan iklim internasional. Seluruh peserta yang hadir merupakan mantan penerima beasiswa IPCC Scholarship yang aktif melakukan penelitian di bidang lingkungan dan climate change.

Baca juga  Serangan Monyet Ekor Panjang Mengganas, 71 Hektare Lahan Pertanian di Seloharjo Bantul Terbengkalai

Dalam forum tersebut, para ilmuwan membahas pengembangan riset terkait perubahan iklim sekaligus memperluas keterlibatan negara-negara berkembang dalam proses penyusunan laporan perubahan iklim dunia. Saat ini, IPCC tengah mempersiapkan Assessment Report ke-7 yang menjadi salah satu dokumen acuan utama dunia dalam menyusun kebijakan iklim global.

Selain itu, IPCC juga sedang menyusun laporan khusus mengenai hubungan antara kota dan perubahan iklim. Laporan tersebut diharapkan mampu memberikan rekomendasi ilmiah terkait tantangan urbanisasi, emisi karbon, serta strategi pembangunan berkelanjutan di berbagai negara.

Peserta Ikuti Presentasi Riset hingga Diskusi Kebijakan Publik

Selama tiga hari pelaksanaan workshop, peserta mengikuti sejumlah agenda ilmiah yang membahas keterkaitan antara penelitian akademik dengan kebutuhan kebijakan publik. Berbagai sesi diisi dengan presentasi hasil penelitian, diskusi ilmiah, serta strategi pengembangan riset bagi Early Career Scientist.

Pembahasan dalam workshop juga menyoroti pentingnya penelitian yang dapat mendukung pengambilan keputusan pemerintah, baik di tingkat lokal maupun internasional. Para peserta didorong untuk menghasilkan riset yang relevan terhadap tantangan perubahan iklim yang terus berkembang di berbagai wilayah dunia.

Baca juga  Perwakilan UAJY Ikuti Asian Academy for Campus Ministry 2026 di Thailand

Melalui forum tersebut, para ilmuwan muda memperoleh kesempatan untuk memperluas jejaring kolaborasi internasional sekaligus memperdalam pemahaman mengenai proses penyusunan kebijakan global berbasis sains.

Keterlibatan UAJY Perkuat Kontribusi Akademisi Indonesia

Partisipasi Monika Ruwaimana dalam workshop internasional itu menjadi bagian dari upaya Universitas Atma Jaya Yogyakarta dalam mendorong pengembangan riset yang berdampak global. Keterlibatan dosen Fakultas Teknobiologi UAJY menunjukkan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung isu pembangunan berkelanjutan dan perubahan iklim.

Keikutsertaan akademisi UAJY di forum ilmiah internasional juga diharapkan dapat memperkuat jaringan kerja sama dengan peneliti dari berbagai negara. Selain membuka peluang kolaborasi riset, partisipasi tersebut menjadi langkah penting untuk meningkatkan kontribusi perguruan tinggi Indonesia dalam pembahasan isu strategis dunia.

Perubahan iklim saat ini menjadi salah satu tantangan global yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi dan peneliti. Karena itu, kehadiran ilmuwan Indonesia dalam forum internasional dinilai penting untuk memastikan perspektif negara berkembang turut terwakili dalam penyusunan kebijakan iklim dunia.

IPCC Fokus Libatkan Ilmuwan dari Negara Berkembang

Workshop yang digelar IPCC bersama UNESCO tersebut juga menegaskan pentingnya peningkatan partisipasi ilmuwan dari negara berkembang dalam diskusi perubahan iklim global. Selama ini, kontribusi ilmuwan dari berbagai kawasan dinilai menjadi faktor penting dalam menghasilkan laporan yang lebih komprehensif dan representatif.

Baca juga  Pemeriksaan Kesehatan Mental dan Fisik Gratis di 2025, Siapa Saja yang Bisa Mendapatkan?

Melalui kegiatan itu, para peserta didorong untuk terus mengembangkan penelitian yang memiliki dampak nyata bagi masyarakat dan mendukung penyusunan kebijakan berbasis data ilmiah. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi para peneliti untuk berbagi pengalaman dan tantangan dalam melakukan riset perubahan iklim di masing-masing negara.

Dengan keterlibatan akademisi Indonesia dalam forum internasional seperti ini, diharapkan kontribusi riset nasional di bidang perubahan iklim dapat semakin dikenal dan memiliki dampak lebih luas di tingkat global.

Berita Terbaru

5 dawet legendaris di Banjarnegara dengan cita rasa khas dan harga terjangkau, cocok untuk melepas dahaga saat cuaca panas. (Foto: GMaps/Huda The Traveler)
5 Dawet Legendaris di Banjarnegara yang Wajib Dicoba Ketika Singgah: Cocok Buat Melepas Dahaga Kala Cuaca Panas
Turnamen Tekken 8 Agres di Pakuwon Mall Jogja berhadiah Rp4 juta. Simak jadwal, syarat, aturan, dan cara daftar gratis.
Turnamen Tekken 8 Meriahkan Karnaval Gadget 4 Agres di Pakuwon Mall Jogja, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
Rektor UMT Desri Arwen meninggal dunia pada 28 Agustus 2026. Simak profil singkat dan informasi penyebab wafatnya. (Foto: instagram.com/desri.arwen)
Rektor UMT Desri Arwen Meninggal Dunia Kenapa? Ini Profil Singkat dan Penyebab Wafat
Roberto Baggio mencetak dua gol penting saat Italia comeback 2-1 atas Nigeria di babak 16 besar Piala Dunia 1994. (Foto ilustrasi: Pixabay/PlanetFox)
Berapa Gol Roberto Baggio saat Italia Comeback Lawan Nigeria di Piala Dunia 1994?
Philippe Coutinho mencetak dua gol saat Bayern Munchen menghancurkan Barcelona 8-2 di Liga Champions 2020 sebagai pemain pinjaman.
Berapa Gol Philippe Coutinho saat Bayern Munchen Hancurkan Barcelona di Final Liga Champions 2020?

Terpopuler

Davy Klaassen mencetak gol pada menit 90+9 saat Belanda melawan Senegal. Simak siapa yang ia gantikan dan proses golnya. (Foto ilustrasi: AI/KabarJawa)
Pada Piala Dunia 2026 Davy Klaassen Mencetak Gol Menit 90+9 Lawan Senegal, Siapa yang Ia Gantikan saat Masuk ke Lapangan?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Divock Origi masuk menggantikan Roberto Firmino di final Liga Champions 2019. Simak proses golnya yang mengunci kemenangan Liverpool. (Foto ilustrasi: Pixabay/Medyator)
Pemain Mana yang Digantikan Divock Origi Pada Final Liga Champions UEFA 2019 Liverpool vs Tottenham?
Miroslav Klose mencetak gol dengan sentuhan pertama melawan Ghana di Piala Dunia 2014 dan menyamai rekor Ronaldo dengan 15 gol. (Foto ilustrasi: Pixabay/PlanetFox)
Miroslav Klose Cetak Gol dengan Sentuhan Pertama Lawan Ghana di Piala Dunia 2014, Rekor Pencetak Gol Apa yang Ia Samai?
Philippe Coutinho mencetak dua gol saat Bayern Munchen menghancurkan Barcelona 8-2 di Liga Champions 2020 sebagai pemain pinjaman.
Berapa Gol Philippe Coutinho saat Bayern Munchen Hancurkan Barcelona di Final Liga Champions 2020?