KabarJawa.com – Roberto Baggio mencetak dua gol ketika Italia membalikkan keadaan melawan Nigeria pada babak 16 besar Piala Dunia 1994.
Dua gol tersebut lahir dalam situasi yang tidak mudah: Italia sempat tertinggal, kehilangan satu pemain, dan waktu normal hampir habis.
Pertandingan Nigeria vs Italia pada 5 Juli 1994 di Foxboro Stadium, Boston, menjadi salah satu penampilan paling dikenang Baggio di Piala Dunia.
Italia yang berada di ambang tersingkir akhirnya menang 2-1 setelah perpanjangan waktu berkat dua gol sang penyerang.
Jalannya Pertandingan
Nigeria Lebih Dulu Membuat Italia Tertekan
Nigeria datang ke babak 16 besar dengan kepercayaan diri tinggi. Mereka tampil sebagai salah satu kejutan di Piala Dunia 1994 dan memiliki sejumlah pemain yang mampu merepotkan pertahanan Italia.
Salah satu pemain yang menjadi perhatian adalah Jay-Jay Okocha, sementara Emmanuel Amunike juga aktif mencari ruang di lini depan.
Italia sebenarnya memiliki pemain-pemain berpengalaman seperti Paolo Maldini, Roberto Baggio, dan sejumlah nama besar lainnya.
Namun, pertandingan tidak berjalan sesuai harapan Azzurri. Nigeria mampu membuka keunggulan pada menit ke-25.
Gol tersebut bermula dari situasi bola mati. Bola yang mengenai Paolo Maldini kemudian mengarah kepada Emmanuel Amunike. Penyerang Nigeria itu memanfaatkannya dengan baik untuk membawa timnya unggul 1-0.
Keunggulan tersebut bertahan cukup lama. Italia kesulitan menemukan celah untuk membongkar pertahanan Nigeria, sementara waktu terus berjalan.
Kartu Merah Membuat Situasi Italia Semakin Sulit
Pelatih Italia, Arrigo Sacchi, mencoba mengubah permainan melalui pergantian pemain.
Dino Baggio dan Gianfranco Zola kemudian dimainkan untuk memberikan energi tambahan di lini tengah dan serangan.
Namun, bukannya menjadi lebih mudah, Italia justru mendapat masalah baru.
Gianfranco Zola menerima kartu merah pada menit ke-76 setelah terlibat pelanggaran terhadap Augustine Eguavoen.
Italia pun harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain. Dalam kondisi tertinggal 0-1 dan kalah jumlah pemain, Nigeria semakin dekat dengan tiket ke perempat final.
Mereka hanya perlu menjaga keunggulan sampai peluit panjang untuk menyingkirkan salah satu kandidat kuat dari turnamen.
Baggio Menyelamatkan Italia pada Menit ke-88
Ketika peluang Italia semakin menipis, Roberto Baggio muncul pada waktu yang paling dibutuhkan.
Pertandingan memasuki menit ke-88 ketika Roberto Mussi bergerak dari sisi kanan dan mengirimkan bola kepada Baggio.
Baggio tidak membuang kesempatan tersebut. Ia melepaskan tembakan rendah yang berhasil melewati penjagaan kiper Nigeria, Peter Rufai.
Gol itu datang hanya beberapa menit sebelum waktu normal berakhir. Nigeria yang sebelumnya tinggal selangkah lagi menuju kemenangan mendadak kehilangan keunggulan.
Italia pun mendapatkan kesempatan hidup kedua. Gol Baggio memaksa pertandingan dilanjutkan ke perpanjangan waktu.
Gol Kedua Baggio Mengubah Segalanya
Memasuki extra time, momentum pertandingan mulai berpindah ke Italia.
Baggio kembali mengambil peran penting dalam serangan. Kali ini, ia terlibat dalam rangkaian serangan yang menghasilkan hadiah penalti untuk Italia.
Baggio mengirimkan bola kepada Antonio Benarrivo, yang kemudian dijatuhkan Augustine Eguavoen di dalam kotak penalti.
Wasit Arturo Brizio Carter menunjuk titik putih dan Italia mendapatkan kesempatan untuk membalikkan skor. Baggio sendiri mengambil tanggung jawab sebagai penendang penalti.
Pada menit ke-102, ia menghadapi Peter Rufai dari jarak 12 yard. Baggio kemudian mengarahkan bola ke sisi kiri gawang.
Rufai gagal menghentikannya. Italia berbalik unggul 2-1. Dalam waktu sekitar 14 menit, Baggio mengubah situasi Italia dari tim yang hampir tersingkir menjadi tim yang berada di posisi untuk melaju ke perempat final.
Nigeria berusaha mengejar gol penyama kedudukan, tetapi pertahanan Italia mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.***