194 Laporan Masuk usai Kasus Daycare Little Aresha Jogja Terungkap, Komnas Perlindungan Anak Desak Pembenahan Sistem Pengawasan

Bagikan :
Kasus Daycare Little Aresha di Yogyakarta memicu ratusan laporan dan sorotan terhadap sistem pengawasan tempat penitipan anak. (KabarJawa)

KabarJawa.com – Kasus dugaan kekerasan dan penelantaran anak di Daycare Little Aresha, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, terus berkembang dan memantik perhatian luas.

Jumlah laporan yang masuk bertambah cepat. Hingga kini, tercatat 194 laporan diterima pemerintah terkait dugaan perlakuan terhadap anak-anak di tempat penitipan tersebut.

Gelombang laporan itu tidak hanya membuka persoalan hukum, tetapi juga memunculkan keresahan baru di kalangan orang tua pekerja di Yogyakarta. Banyak keluarga mengaku mulai ragu menitipkan anak ke daycare setelah kasus ini mencuat.

Komnas Perlindungan Anak Soroti Sistem Pengawasan Daycare

Komisioner Bidang Edukasi dan Sosialisasi Komnas Perlindungan Anak Pusat, Cornelia Agatha, meminta pemerintah segera melakukan pembenahan sistem pengawasan daycare secara menyeluruh.

Menurutnya, pengelola tempat penitipan anak tidak cukup hanya memenuhi aspek administratif atau fasilitas fisik.

Pengasuhan anak, kata dia, membutuhkan empati, kesabaran, dan perspektif perlindungan anak yang kuat.

“Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah, masyarakat, dan lembaga harus berkolaborasi,” tegas Cornelia.

Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap kasus Little Aresha yang kini menjadi salah satu kasus daycare paling disorot di Yogyakarta dalam beberapa waktu terakhir.

Baca juga  Intip Estimasi Nominal Gaji ke-13 Pensiunan PNS Tahun Anggaran 2026

Komnas Perlindungan Anak memastikan pihaknya akan terus mengawal proses penanganan kasus agar seluruh korban memperoleh perlindungan dan pendampingan yang layak.

194 Laporan Masuk, Sebagian Anak Sudah Dipindahkan

Kepala DP3AP2KB Kota Yogyakarta, Retnaningtyas, mengungkapkan seluruh laporan yang masuk telah melalui asesmen awal untuk menentukan bentuk pendampingan terhadap korban.

Laporan tidak hanya datang dari anak yang masih aktif berada di daycare tersebut, tetapi juga dari alumni atau anak yang sebelumnya pernah dititipkan di Little Aresha.

“Semua laporan sudah kami lakukan asesmen untuk menentukan langkah pendampingan yang tepat,” ujarnya.

Dari total laporan yang diterima, sebanyak 88 anak telah dievakuasi ke 39 daycare lain yang bekerja sama dengan pemerintah. Langkah itu dilakukan agar orang tua tetap memiliki tempat pengasuhan sementara saat harus bekerja.

Namun proses pemindahan anak ternyata tidak selalu berjalan mudah.

Sejumlah orang tua disebut masih mengalami trauma mendalam. Ada yang mengaku sulit percaya lagi pada layanan penitipan anak setelah mengetahui dugaan perlakuan yang dialami anak mereka.

Baca juga  WhatsApp Error Hari Ini 27 Februari 2026, Pengguna Kesulitan Login Device di Web: Bagaimana Solusinya?

Dalam beberapa kasus, orang tua bahkan memilih berhenti menggunakan daycare meski harus mengatur ulang jam kerja atau bergantian menjaga anak dengan pasangan maupun keluarga.

Trauma Orang Tua Jadi Sorotan

Pemerintah Kota Yogyakarta juga mulai memberi perhatian pada kondisi psikologis orang tua korban.

Kabag Kesra Setda Kota Yogyakarta yang akrab disapa Eno mengatakan banyak orang tua mengalami tekanan emosional dan rasa bersalah setelah kasus ini mencuat.

Sebagian merasa gagal melindungi anak mereka, padahal penitipan anak sebelumnya dipilih agar orang tua tetap bisa bekerja.

“Padahal mereka harus bekerja. Trauma inilah yang coba kami urai dan hilangkan,” kata Eno.

Untuk membantu pemulihan psikologis keluarga korban, Pemkot Yogyakarta menggandeng 94 psikolog guna memberikan pendampingan intensif kepada orang tua.

Di lapangan, proses pendampingan tidak hanya menyasar anak-anak korban. Orang tua juga menjadi kelompok yang banyak membutuhkan konseling karena tekanan mental muncul hampir setiap hari setelah kasus ini viral.

Ada yang mengaku sulit tidur. Sebagian lain merasa terus dihantui rasa khawatir saat harus meninggalkan anak untuk bekerja.

Baca juga  Belasan Anak Korban Daycare Little Aresha Yogyakarta Alami Gangguan Gizi dan Perkembangan

Kasus Little Aresha Jadi Alarm Baru Pengawasan Daycare

Kasus Little Aresha kini dianggap sebagai alarm keras bagi sistem pengawasan daycare di Indonesia.

Di tengah meningkatnya kebutuhan tempat penitipan anak, pengawasan terhadap lembaga pengasuhan dinilai belum sepenuhnya menyentuh kualitas pengasuhan di lapangan.

Banyak pihak mulai mendorong evaluasi menyeluruh, mulai dari:

  • seleksi tenaga pengasuh,
  • pengawasan aktivitas harian,
  • audit berkala daycare,
  • hingga sistem pengaduan orang tua.

Sejumlah orang tua di Yogyakarta juga mulai mempertanyakan standar operasional daycare yang selama ini berjalan. Ada yang mengaku baru menyadari minimnya pengawasan setelah kasus ini mencuat ke publik.

Komnas Perlindungan Anak menilai kasus serupa berpotensi terulang jika pengawasan hanya berhenti pada administrasi tanpa melihat praktik pengasuhan sehari-hari.

Saat ini publik masih menunggu langkah konkret pemerintah terkait pembenahan tata kelola daycare. Bagi banyak keluarga korban, persoalan ini bukan lagi sekadar kasus hukum, tetapi menyangkut rasa aman anak-anak dalam masa tumbuh kembang mereka.

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid