
KabarJawa.com – Kabar melegakan datang dari Sidoarjo, Jawa Timur. Setelah sempat dibuat tegang oleh cuaca ekstrem pada Kamis, (8/1) siang, operasional Bandara Internasional Juanda dikabarkan telah kembali normal dan aman.
Sebelumnya, angin puting beliung sempat menerjang kawasan bandara sekitar pukul 14.10 WIB. Fenomena alam ini tidak hanya membuat panik calon penumpang, tetapi juga memaksa sejumlah prosedur darurat diterapkan demi keselamatan penerbangan.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan dan seluruh pemangku kepentingan kemudian melakukan pengamanan, pemeriksaan menyeluruh, dan pemulihan fasilitas sesaat setelah badai mereda.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa bahwa pihaknya memprioritaskan keselamatan penerbangan di bandara tersebut.
“Seluruh langkah mitigasi dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Keselamatan penerbangan adalah prioritas utama,” ucapnya, dilansir KabarJawa.com pada Sabtu, 10 Januari 2026.
Drama di Udara – Pesawat Berputar hingga Pendaratan Dialihkan
Dampak dari amukan angin tersebut cukup terasa di lalu lintas udara. Beberapa pesawat yang hendak mendarat terpaksa melakukan holding atau berputar-putar di udara menunggu cuaca membaik. Maskapai yang terdampak antara lain Lion Air, Garuda Indonesia, dan Sriwijaya Air.
Bahkan, kondisi yang tidak memungkinkan untuk pendaratan memaksa beberapa penerbangan dari Balikpapan, Makassar, dan Jakarta harus dialihkan (divert) ke bandara alternatif terdekat, yaitu Bandara Ahmad Yani di Semarang.
Meskipun terjadi keterlambatan (delay) pada penerbangan Garuda Indonesia, Citilink, Nam Air, dan Xiamen Airlines, pihak pengelola bandara memastikan hak-hak penumpang tetap terpenuhi.
Kompensasi dan informasi terkini terus disampaikan secara transparan melalui layar informasi (FIDS) maupun pengumuman langsung.
Dampak Kerusakan Fasilitas Darat
Angin kencang tidak hanya mengganggu pesawat di udara, tetapi juga sempat mengobrak-abrik fasilitas di darat. Di area sisi udara (airside), beberapa peralatan pendukung darat (ground support equipment) terkena dampaknya. Tangga penumpang di area apron dilaporkan sempat bergeser dan roboh tersapu angin.
Beruntung, tidak ada satu pun pesawat yang dilaporkan mengalami kerusakan akibat insiden ini. Tim teknis juga telah memastikan landasan pacu (runway) dan apron bersih dari puing-puing benda asing atau Foreign Object Debris (FOD) yang bisa membahayakan mesin pesawat.
Sementara itu, kerusakan fisik terlihat cukup jelas di area Terminal 1. Pohon tumbang dan rambu jalan yang roboh sempat menutup akses jalan masuk di sisi utara.
Beberapa kendaraan yang terparkir pun dilaporkan tertimpa reruntuhan pohon. Namun, berkat kesigapan tim gabungan dari Lanudal Juanda, BPBD, dan pengelola bandara, akses jalan kini sudah bersih dan bisa dilalui kembali.
Berbeda nasib dengan Terminal 1, area Terminal 2 dilaporkan aman tanpa dampak signifikan. Operasional di gedung terminal maupun arus lalu lintas di sana berjalan lancar seperti biasa.
Beroperasi Normal
Jadi kesimpulannya, bagi Anda yang memiliki jadwal penerbangan dari atau menuju Surabaya hari ini, tidak perlu khawatir. Badai telah berlalu dan Bandara Juanda disebut sudah beroperasi penuh melayani penumpang.
Pihak otoritas bandara pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh penumpang atas pengertian dan kesabarannya menghadapi situasi force majeure ini.***