
KabarJawa.com – Peristiwa ambruknya bangunan musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, beberapa waktu lalu masih menyisakan tanda tanya besar.
Publik kini dibuat penasaran soal penyebab runtuhnya bangunan tersebut, terlebih karena kejadiannya berlangsung secara tiba-tiba tanpa indikasi yang jelas sebelumnya.
Hingga kini, aparat kepolisian masih berupaya mengungkap penyebab pasti di balik insiden yang mengejutkan ini.
Polisi Bentuk Tim Gabungan untuk Menyelidiki
Kepolisian Daerah Jawa Timur memastikan bahwa kasus ini tengah ditangani secara serius. Kapolda Jawa Timur, Inspektur Jenderal Polisi Nanang Avianto, menjelaskan bahwa pihaknya telah membentuk tim gabungan dari Direktorat Reserse Kriminal Umum dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus untuk menelusuri penyebab utama ambruknya bangunan di lingkungan Pondok Pesantren Al Khoziny.
Dalam proses penyelidikan awal, polisi telah memeriksa sekitar tujuh belas orang saksi, dan jumlah tersebut bisa saja bertambah seiring pendalaman kasus.
Menurut Kapolda, penyelidikan dilakukan berdasarkan laporan resmi dengan nomor LP/A4/IX/2025/SPKT Unit Reskrim Polsek Buduran.
Dari laporan tersebut, kepolisian akan melakukan gelar perkara untuk menentukan apakah penyelidikan dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan.
Analisis Pakar Struktur – Diduga Kegagalan Konstruksi
Dari sisi teknis, sejumlah ahli turut memberikan pandangan terkait penyebab terjadinya ambruknya bangunan tersebut.
Salah satunya, Mudji Hermawan, pakar struktur bangunan dari Departemen Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Kabarnya, ia menilai bahwa peristiwa tersebut diduga akibat kegagalan struktur konstruksi.
Ia menjelaskan bahwa bangunan tersebut mengalami keruntuhan berlapis, di mana setidaknya ada empat lapisan konstruksi yang runtuh secara bersamaan hingga membentuk tumpukan material di lokasi kejadian.
Selain itu, struktur yang ambruk ternyata terkoneksi dengan bangunan lain di sekitarnya, sehingga kala proses penyelamatan dilakukan, kondisi tersebut sempat menjadi tantangan bagi para petugas di lapangan.
Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa analisis menyeluruh dari tim ahli sangat dibutuhkan untuk memastikan sumber masalah yang sebenarnya.
Polisi Dalami Dugaan Kegagalan Konstruksi
Hasil awal penyelidikan sementara mengarah pada dugaan kegagalan konstruksi sebagai penyebab utama.
Namun demikian, pihak kepolisian belum dapat memastikan sebelum seluruh proses investigasi selesai dilakukan.
Kapolda Jawa Timur menegaskan bahwa pemeriksaan akan terus dilanjutkan, termasuk terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pembangunan musala asrama putra tersebut.
“Untuk menganalisis penyebab pasti kegagalan konstruksi,” ujarnya pada Rabu, 8 Oktober 2025.
Diduga Gagal Konstruksi
Jadi kesimpulannya, penyebab ambruknya Ponpes di Sidoarjo diduga karena kegagalan konstruksi.
Dugaan ini kemudian berlanjut pada penyelidikan polisi. Kemudian, tim kepolisian juga berencana akan mengadakan gelar perkara.***