Hantavirus Apakah Sudah Ada di Jatim? Begini Update Terbarunya

Bagikan :
Ilustrasi Hantavirus apakah sudah ada di Jatim atau belum (AI // Kabar Jawa)

KabarJawa.com – Belakangan ini, isu mengenai penyebaran Hantavirus tengah ramai menjadi sorotan global dan memicu kekhawatiran di tengah masyarakat.

Penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan pengerat ini membuat publik bertanya-tanya mengenai status penyebarannya di Indonesia.

Lantas, apakah virus mematikan ini sudah masuk dan terdeteksi di wilayah Jawa Timur? Berdasarkan rentetan informasi terbaru yang dihimpun oleh tim KabarJawa.com, berikut adalah penjelasannya.

Temuan Satu Kasus Positif di Jatim

Belakangan ini, dikabarkan bahwa Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Jawa Timur, Erwin Astha Triyono, membenarkan kabar yang beredar. Ia mengungkapkan bahwa satu kasus positif Hantavirus memang telah dilaporkan terdeteksi di Jawa Timur.

Namun, temuan kasus tersebut bukanlah kasus baru yang terjadi bulan ini, melainkan telah terdeteksi pada Januari 2026 lalu.

Kabar baiknya, pasien yang sempat dinyatakan positif terinfeksi Hantavirus tersebut saat ini sudah mendapatkan penanganan medis dan dinyatakan pulih sepenuhnya.

Berdasarkan riwayat medisnya, semula pasien didiagnosis mengidap Leptospirosis lantaran menunjukkan gejala klinis yang serupa, yakni demam tinggi yang disertai dengan tubuh yang mulai menguning.

Baca juga  Polisi Magelang Berhasil Bekuk Tiga Peracik Mercon, 40,5 Kg Bahan Peledak Disita

Untuk memastikan diagnosis, pihak medis kemudian mengirimkan sampel pasien tersebut ke laboratorium pusat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Dari hasil pemeriksaan laboratorium pusat itulah, baru terkonfirmasi bahwa pasien positif terinfeksi Hantavirus.

Pemprov Jatim Minta Warga Tidak Terlena

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dengan tegas meminta agar semua pihak tidak menganggap remeh. Sebaliknya, tingkat kewaspadaan harus terus dijaga.

Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak, telah mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan sistem kesehatan daerah.

“Tapi sekali lagi kita tidak boleh terlena,” tegas Emil Dardak saat ditemui di gedung DPRD Jatim pada Selasa, 12 Mei 2026 lalu.

Emil menekankan bahwa sistem kesiagaan yang sudah terbangun solid pasca-pandemi Covid-19 di Jawa Timur beberapa tahun lalu harus terus dirawat dan diaktifkan sebagai langkah antisipasi.

Terkait pengecekan dan surveilans, Emil menyebut bahwa Pemprov Jatim telah memiliki metodologi yang terkoordinasi langsung dengan Kemenkes.

“Jadi, tentu pemerintahan ini transparan. Apapun yang terjadi, tidak ada yang kemudian tidak disampaikan kepada publik,” tandasnya.

Baca juga  Kasus PMK di Kota Batu Meningkat, Vaksinasi Hewan Ternak Dipercepat

Mengenal Hantavirus dan Langkah Pencegahannya

Hantavirus sendiri merupakan kelompok virus dari genus Orthohantavirus. Virus ini tergolong sebagai penyakit zoonosis, artinya dapat menular dari hewan ke manusia. Pembawa (vektor) utama virus ini umumnya adalah kawanan hewan pengerat, seperti tikus dan celurut.

Sebagai langkah antisipatif, Pemprov Jatim melalui laman media sosial resminya terus menggencarkan sosialisasi pencegahan Hantavirus yang bertumpu pada Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Melansir dari laman resmi Kominfo Jatim, berikut adalah langkah-langkah pencegahan mandiri yang bisa dilakukan masyarakat:

  • Jaga Kebersihan Lingkungan: Selalu pastikan kebersihan area tempat tinggal dan ruang kerja.
  • Tutup Akses Masuk: Tutup rapat lubang, celah di dinding, atau atap yang berpotensi menjadi jalan masuk tikus ke dalam rumah.
  • Amankan Makanan: Simpan bahan makanan maupun sisa makanan di dalam wadah yang tertutup rapat.
  • Kelola Sampah: Buang dan kelola sampah dengan baik agar tidak menumpuk dan menjadi sarang atau tempat berkembang biak tikus.

Kemudian, diimbau pula untuk selalu gunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area yang berisiko tinggi atau dicurigai sebagai habitat hewan pengerat.***

Baca juga  Harga Sembako Hari Ini di Jawa Timur: Update 11 Maret 2025

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya