Polisi Magelang Berhasil Bekuk Tiga Peracik Mercon, 40,5 Kg Bahan Peledak Disita

Bagikan :
Polisi Magelang Berhasil Bekuk Tiga Peracik Mercon, 40,5 Kg Bahan Peledak Disita
Polisi Magelang Berhasil Bekuk Tiga Peracik Mercon, 40,5 Kg Bahan Peledak Disita(Sumber Gambar : Ilustrasi: Pinterest/Iin Dava)

Kabarjawa – Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Magelang Tengah berhasil mengungkap jaringan penjual serbuk bahan peledak untuk petasan. Dalam operasi yang dilakukan di tiga lokasi berbeda, polisi mengamankan tiga tersangka beserta total 40,5 kg bahan peledak, termasuk 8,5 kg bahan mercon yang sudah siap digunakan.

Keberhasilan ini menjadi langkah tegas pihak berwajib dalam menekan peredaran ilegal di wilayah Magelang.

Kronologi Penangkapan

Penangkapan pertama terjadi pada Rabu, 12 Maret pukul 21.00 WIB di kawasan kompleks kuliner Rindam, Magelang.

Polisi mengamankan PW (25), warga Tegalrejo, bersama barang bukti berupa 2 kg obat mercon jadi, sumbu mercon, satu unit motor Honda Scoopy berplat nomor H 4624 AQC, serta sebuah ponsel merek Vivo.

Dari hasil interogasi PW, polisi melakukan pengembangan kasus dan menangkap dua tersangka lainnya, yakni HP (25), warga Pakis, dan NM (29), warga Tegalrejo.

Kedua tersangka diamankan di lokasi yang berbeda dengan barang bukti tambahan sebanyak 6,5 kg bahan mercon jadi.

Barang Bukti

Selain bahan mercon siap pakai, aparat juga menemukan sejumlah besar bahan peledak lainnya saat melakukan penggeledahan di rumah NM di Banyuurip, Tegalrejo. Barang bukti yang disita meliputi:

  • 14 kantong plastik potasium seberat 14 kg
  • 16 kantong plastik serbuk aluminium seberat 16 kg
  • 2 kantong plastik belerang seberat 0,5 kg
Baca juga  Sebagian Tol Solo-Yogyakarta Difungsikan untuk Mudik Lebaran 2025, Cek Jadwal dan Ketentuannya!

Total barang bukti yang diamankan mencapai 40,5 kg, termasuk sumbu mercon yang siap digunakan. Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa bahan-bahan tersebut diperoleh secara daring.

Status Hukum

Ketiga tersangka kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan pasal terkait kepemilikan bahan peledak ilegal. Mereka saat ini ditahan untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Pengungkapan kasus ini menjadi peringatan keras terhadap peredaran bahan peledak ilegal yang marak menjelang musim perayaan.

Keberhasilan Polsek Magelang Tengah dalam membongkar jaringan ini diharapkan dapat mencegah terjadinya ledakan yang bisa membahayakan nyawa dan merusak lingkungan.

Dengan pengungkapan ini, aparat kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan terkait peredaran bahan peledak ilegal.

Upaya pencegahan sejak dini menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar.(Kabarjawa)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid