
Kabarjawa – Bencana alam kembali melanda Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Dua rumah warga di Desa Sarirejo, Kecamatan Balen, mengalami longsor akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut. Peristiwa ini tidak hanya merusak bagian rumah, tetapi juga memaksa pemiliknya mengungsi demi keselamatan.
Kronologi Kejadian
Longsor terjadi pada Jumat pagi, 14 Maret 2025, sekitar pukul 08.00 WIB. Hujan deras yang turun sepanjang malam diduga menjadi pemicu utama longsor di tepi Bengawan Solo ini.
Bangunan yang terdampak adalah milik Rumini (75) dan Sudirman (80), warga Dusun Karangwaru RT 12 Desa Sarirejo.
Bagian rumah yang mengalami kerusakan parah adalah dapur dan dinding yang langsung ambruk serta terbawa arus air sungai. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kondisi rumah kini sangat rawan longsor susulan.
Tindakan dan Bantuan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro segera melakukan pengecekan ke lokasi. Bantuan awal berupa empat paket sembako dan dua terpal telah diserahkan kepada para korban.
Selain itu, BPBD menyarankan agar Pemerintah Desa Sarirejo segera membuat laporan kejadian kepada Bupati dengan tembusan ke BBWS, PUSDA, dan BPBD untuk mendapatkan perhatian lebih lanjut.
Kerugian dan Kondisi Terkini
Kerugian materi akibat longsor ini diperkirakan mencapai Rp 20 juta untuk masing-masing rumah. Mengingat kondisi yang sudah parah dan berpotensi terjadi longsor susulan, kedua pemilik rumah sementara ini mengungsi di rumah kerabat mereka.
Bencana longsor yang melanda Desa Sarirejo menjadi peringatan akan pentingnya mitigasi bencana, terutama di daerah rawan seperti pinggiran Bengawan Solo.
Diperlukan perhatian lebih dari pemerintah daerah untuk memberikan solusi jangka panjang demi mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Semoga Rumini, Sudirman, dan keluarga yang terdampak segera mendapatkan bantuan yang memadai untuk memulihkan kehidupan mereka.(Kabarjawa)