Program Magang Jepang Gratis di Sragen Dibuka untuk Keluarga Kurang Mampu, Jadi Strategi Tekan Kemiskinan dan Pengangguran

Bagikan :
Ilustrasi program magang gratis ke Jepang yang digelar oleh Pemkab Sragen (AI // Kabar Jawa)

KabarJawa.com – Pemerintah Kabupaten Sragen kembali menghadirkan program magang Jepang gratis bagi warga dari keluarga kurang mampu sebagai upaya nyata menekan angka kemiskinan dan pengangguran.

Program yang mencakup pelatihan hingga pemberangkatan tanpa biaya tersebut ditujukan untuk membuka peluang kerja berpenghasilan lebih tinggi bagi generasi muda Sragen.

Sebanyak 44 peserta saat ini tengah mengikuti pelatihan di LPK Hinomaru Center Sukowati, Karangmalang, dan berpeluang berangkat ke Jepang pada Januari 2027 jika berhasil melewati seluruh tahapan seleksi.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, saat memberikan pengarahan kepada peserta Pelatihan Gratis Magang Jepang bagi Keluarga Kurang Mampu di Pusat Pelatihan LPK Hinomaru Center Sukowati, Kecamatan Karangmalang pada Selasa, 23 Juni 2026 yang lalu.

Magang Jepang Gratis Jadi Upaya Pengentasan Kemiskinan di Sragen

Menurut Sigit, program tersebut lahir dari kebutuhan untuk menurunkan angka kemiskinan yang masih menjadi tantangan di Kabupaten Sragen.

Berdasarkan data yang disampaikan, tingkat kemiskinan di Sragen pada 2025 masih mencapai 11,22 persen atau sekitar 28 ribu kepala keluarga.

Melalui program magang Jepang gratis, pemerintah daerah berupaya memberikan kesempatan kepada warga dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pekerjaan dengan penghasilan lebih baik di luar negeri.

Langkah ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus menjadi solusi jangka panjang dalam pengentasan kemiskinan.

Baca juga  Ribuan Anak di Jepara Tak Sekolah, Pemkab Siapkan Solusi Pendidikan Nonformal

“Dengan keluarga di luar negeri bisa mendapatkan penghasilan yang tinggi, sehingga bisa mengangkat kesejahteraan keluarga, dan dalam jangka panjang menjadi loncatan kesejahteraan dari yang sebelumnya kurang mampu,” kata Sigit.

Ia menilai kesempatan bekerja di Jepang dapat menjadi titik balik bagi banyak keluarga yang selama ini menghadapi keterbatasan ekonomi.

Selain meningkatkan pendapatan keluarga, pengalaman kerja di luar negeri juga dapat membuka peluang yang lebih luas bagi peserta ketika kembali ke Indonesia.

Disnaker Sragen Fokus Menyiapkan Tenaga Kerja Muda Berkualitas

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sragen, Rina Wijaya, menjelaskan bahwa program magang Jepang merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Sragen dalam menekan angka kemiskinan dan pengangguran.

Melalui kerja sama dengan LPK Hinomaru Center Sukowati, Disnaker melakukan penjaringan terhadap anak-anak muda potensial yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Mereka diberikan kesempatan untuk mengikuti pelatihan secara gratis agar memiliki kompetensi yang dibutuhkan untuk bekerja di Jepang.

Saat ini, para peserta sedang menjalani pelatihan tahap kedua yang berfokus pada peningkatan kemampuan bahasa Jepang.

Penguasaan bahasa menjadi salah satu syarat penting sebelum mengikuti tahapan seleksi lanjutan yang diselenggarakan oleh IM Jepang.

Apabila berhasil lolos dalam tahapan pelatihan tingkat daerah maupun pusat, para peserta berkesempatan untuk diberangkatkan ke Jepang pada Januari 2027.

Baca juga  Tanah Gerak di Ratamba Banjarnegara, Belasan Rumah Rusak Berat, Warga Mengungsi

“Kami harap anak-anak tetap semangat dan tidak ragu untuk berangkat ke Jepang, agar bisa memperbaiki perekonomian keluarga, Sragen, maupun Indonesia,” katanya.

Peserta Magang Bertekad Mengubah Nasib Keluarga

Program tersebut mendapat sambutan positif dari para peserta yang melihatnya sebagai peluang besar untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.

Salah satunya adalah Rizky Gelar Kencana, peserta asal Kecamatan Karangmalang. Ia mengaku program ini memberinya kesempatan untuk mewujudkan impian bekerja di luar negeri yang selama ini terkendala kemampuan bahasa serta keterbatasan ekonomi keluarga.

Rizky yang berasal dari keluarga dengan latar belakang orang tua sebagai buruh tani mengaku sempat menghadapi penolakan dari keluarga saat pertama kali menyampaikan keinginannya bekerja di Jepang.

Namun setelah mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai program tersebut, orang tuanya kini memberikan dukungan penuh.

“Awalnya orang tua tidak mengizinkan. Setelah diberi pengertian, sekarang malah mendukung. Saya bertekad bisa lolos dan berangkat. Harapannya, nanti bisa membuka usaha kios kelontong,” ujarnya.

Keinginan untuk membantu keluarga dan membangun usaha sendiri menjadi motivasi utama Rizky mengikuti seluruh tahapan pelatihan yang disediakan pemerintah daerah.

Dukungan Peserta Lain untuk Program Magang Jepang Gratis

Apresiasi serupa juga datang dari Adityo Feriyanto, peserta asal Kecamatan Sumberlawang. Menurutnya, program magang Jepang gratis sangat membantu masyarakat kurang mampu yang memiliki cita-cita bekerja di Jepang tetapi terkendala biaya.

Baca juga  11 Pelanggaran yang Jadi Sasaran Operasi Keselamatan Candi 2025 Jawa Tengah

Ia menilai kebijakan tersebut membuka kesempatan yang sebelumnya sulit dijangkau oleh keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Melalui program ini, peserta dapat memperoleh akses pelatihan dan kesempatan kerja tanpa harus memikirkan beban biaya yang besar.

“Saya mewakili teman-teman sangat berterima kasih atas program ini. Kami punya harapan mengubah kondisi keluarga dan mengangkat derajat orang tua. Saya pribadi juga ingin membuka usaha warung makan untuk ibu,” katanya.

Harapan para peserta menunjukkan bahwa program magang Jepang gratis tidak hanya memberikan peluang pekerjaan, tetapi juga menjadi sarana untuk menciptakan kemandirian ekonomi bagi keluarga mereka di masa depan.

Program Diharapkan Berdampak Jangka Panjang

Pemerintah Kabupaten Sragen berharap program magang Jepang gratis dapat menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan memberikan akses kerja ke luar negeri bagi warga dari keluarga kurang mampu, pemerintah menargetkan lahirnya generasi muda yang lebih mandiri secara ekonomi dan mampu membantu mengangkat taraf hidup keluarganya.

Jika berjalan sesuai rencana, para peserta yang berhasil lolos seluruh tahapan seleksi akan berangkat ke Jepang pada awal 2027 dan membawa harapan baru bagi keluarga mereka sekaligus mendukung upaya pengurangan kemiskinan di Kabupaten Sragen.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Kesalahan Penulisan Aksara Jawa di Kantor Disdikbud Jateng Jadi Sorotan, Begini Fakta dan Evaluasinya
Mengenal Aksara Swara (A, I, U, E, O): Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsinya
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya