
KABARJAWA– Optimisme meluncur dari bibir Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, ketika ia melepas kontingen Kota Yogyakarta menuju gelanggang Pekan Olahraga Daerah (Porda) XVII DIY 2025 di Gunungkidul.
Dengan nada penuh keyakinan, Hasto menegaskan bahwa Kota Yogyakarta tidak hanya datang sebagai peserta, tetapi hadir untuk merebut tahta juara umum.
Kota Yogyakarta Raih 31 Medali Emas
Hingga Selasa sore, para atlet Kota Yogyakarta sudah mengantongi 31 medali emas, sebuah capaian yang langsung menempatkan Kota Gudeg di puncak klasemen sementara perolehan medali.
Prestasi ini, menurut Hasto, bukanlah kebetulan. Ia menyebutnya sebagai buah dari kerja keras, latihan panjang, dan semangat pantang menyerah para atlet yang mewakili kota budaya tersebut.
“Saya sangat optimis atlet-atlet kita bisa mempertahankan performa terbaiknya hingga akhir pertandingan. Saat ini kita berada di posisi pertama dengan 31 medali emas, dan saya yakin capaian ini akan terus bertambah. Dengan semangat juang dan kekompakan, InsyaAllah Kota Yogyakarta bisa pulang sebagai juara umum PORDA 2025,” ujar Hasto lantang.
Hasto menegaskan bahwa keyakinannya bukan tanpa dasar. Deretan medali emas yang sudah dikantongi Kota Yogyakarta menjadi bukti nyata bahwa kontingen ini tampil perkasa sejak awal pertandingan.
Ia menekankan bahwa kemenangan sejati tidak hanya diukur dari jumlah medali, tetapi juga dari sportivitas, mental juara, dan sikap bertanding yang elegan.
“Para atlet harus menjaga nama baik Kota Yogyakarta. Kemenangan sejati hadir ketika prestasi berjalan beriringan dengan sportivitas,” tambahnya.
Ia juga menyerukan agar seluruh masyarakat Yogyakarta bersatu mendoakan para atlet. Menurutnya, kemenangan ini bukan hanya milik kontingen, tetapi juga milik seluruh warga kota.
“Mari kita bersama-sama mendoakan agar kontingen Kota Yogyakarta bisa membawa pulang predikat juara umum,” tegasnya.
Hasto menegaskan Dengan koleksi 31 medali emas hingga Selasa sore, Kota Yogyakarta kini menjadi kandidat terkuat untuk merebut gelar juara umum Porda XVII DIY 2025.
Dukungan masyarakat, kerja keras atlet, serta doa yang terus mengalir menjadi energi tambahan bagi kontingen ini.
“Langkah Kota Yogyakarta kini tinggal menjaga konsistensi hingga babak terakhir. Jika semangat juang ini tidak surut, bukan mustahil gelar juara umum akan benar-benar pulang ke kota yang sarat sejarah ini,” ujarnya.
Kisah Inspiratif Para Atlet
Di balik angka medali emas, ada kisah perjuangan yang menggetarkan hati. Salah satunya datang dari Nafisa Anindya Kusumo, atlet taekwondo yang berhasil menyabet medali emas di kategori Kyorugi Senior Putri.
Nafisa mengaku keberhasilannya lahir dari konsistensi latihan yang tidak mengenal lelah.
“Saya setiap hari berlatih rutin, pagi, siang, sampai sore. Latihan bukan hanya soal fisik, tapi juga mental agar lebih siap saat bertanding dan tidak grogi di lapangan. Dukungan pelatih, teman-teman, dan doa keluarga juga sangat berarti bagi saya,” ungkap Nafisa.
Tak kalah membanggakan, Rabela Bilqis Yuliani Nurmada, atlet balap sepeda Kota Yogyakarta, juga ikut menyumbangkan medali emas. Perjuangannya melewati kerasnya latihan dan kondisi cuaca yang sering tidak bersahabat akhirnya berbuah manis.
“Setiap hari saya berlatih, pagi maupun sore, untuk menjaga stamina dan meningkatkan kecepatan. Latihan balap sepeda itu bukan hanya soal mengayuh pedal, tapi juga strategi, daya tahan, dan fokus. Saya senang bisa memberikan emas untuk Kota Yogyakarta. Ini bukan akhir, tapi awal perjuangan lebih besar,” tegas Rabela.
Keberhasilan Nafisa dan Rabela bukan hanya sekadar angka di papan klasemen. Mereka adalah simbol bahwa pembinaan olahraga di Kota Yogyakarta berjalan dengan baik.
Dari latihan fisik yang keras, hingga pembentukan mental juara yang kuat, semuanya bersatu untuk melahirkan generasi atlet tangguh.
Hasto meyakini, dengan fondasi ini, Kota Yogyakarta tidak hanya mampu merajai Porda DIY 2025, tetapi juga siap menatap panggung nasional bahkan internasional.
“Capaian ini adalah pijakan menuju kejayaan olahraga yang lebih tinggi,” pungkasnya. (ef linangkung)