Pembukaan Porda XVII DIY: Spektakuler! Sri Sultan Ibaratkan Ajang Ini sebagai Busur Panah Menuju Prestasi

Bagikan :
Pembukaan Porda XVII DIY/Foto: Pemda DIY

KABARJAWA- Gunungkidul menjadi saksi sejarah saat ribuan pasang mata menyaksikan pembukaan Pekan Olahraga Daerah (Porda) XVII DIY 2025 di Stadion Gelora Handayani, Selasa (9/9/2025) malam.

Atmosfer malam itu terasa begitu megah, penuh cahaya, dan mengguncang emosi penonton. Parade tari kolosal, dentuman musik, serta permainan siluet lighting yang memukau membuat stadion seakan berubah menjadi panggung spektakuler.

Suasana semakin berwarna ketika ribuan atlet dari lima kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta memasuki arena dengan balutan seragam kebanggaan masing-masing.

Warga Gunungkidul yang memadati stadion bersorak riuh, berpadu dengan gegap gempita tamu VIP yang mengenakan busana adat Jawa. Kehadiran para pejabat daerah dengan pakaian resmi mereka melengkapi aura budaya dan sportivitas yang menyatu malam itu.

Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam Pembukaan Porda XVII DIY

Dalam sambutan resminya, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan bahwa Porda bukan juga momentum refleksi dan evaluasi pembinaan atlet di DIY. Sri Sultan mengibaratkan PORDA seperti busur panah.

“Layaknya seorang pemanah, persiapan panjang dan ketepatan arah menjadi kunci sebelum anak panah dilepaskan menuju sasaran. Seorang pemanah tidak pernah mundur karena ragu, melainkan menarik busur lebih jauh untuk mengukur jarak, menghitung kekuatan, serta menentukan titik bidik yang tepat. Semangat inilah yang diharapkan mewarnai perjalanan olahraga di DIY,” tegas Sri Sultan.

Baca juga  Awan Panas Guguran Gunung Merapi Kembali Meluncur, BPPTKG Minta Warga Menjauh dari Alur Sungai

Beliau mengibaratkan setiap cabang olahraga sebagai anak panah yang melesat menuju satu tujuan besar: melahirkan pribadi unggul yang mampu mengharumkan nama Indonesia di pentas nasional maupun internasional.

Namun,  Sri Sultan juga menekankan bahwa semangat saja tidak cukup. Menurutnya, riset dan data menjadi busur yang menentukan arah anak panah tersebut.

Dari metode pelatihan, pola nutrisi, hingga pemantauan perkembangan fisik dan mental atlet, semua membutuhkan kajian mendalam.

“Dengan pendekatan ilmiah, pembinaan tidak lagi bersifat insting semata, tetapi terukur dan terarah,” jelasnya.

Panggung Evaluasi Besar

Wakil Gubernur DIY sekaligus Ketua Umum KONI DIY, KGPAA Paku Alam X, menambahkan bahwa Porda XVII harus dipandang sebagai panggung evaluasi besar.

Ia menilai momen ini tidak hanya tentang perebutan medali, tetapi juga refleksi bersama atas perjalanan panjang olahraga DIY.

“Momentum ini diharapkan tidak hanya menghasilkan medali, tetapi juga memperkuat pondasi olahraga daerah sebagai bagian dari perjalanan menuju prestasi nasional. PORDA adalah cermin untuk melihat sejauh mana pembinaan telah berjalan, dan sejauh mana kita siap bersaing di level yang lebih tinggi,” ujarnya dengan penuh optimisme.

Baca juga  Sempat Ditolak, Stadion Gelora Handayani Resmi Jadi Venue Cabang Atletik Porda XVII DIY, Kesiapan Hampir 100 Persen

Sebagai tuan rumah, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menyatakan bahwa pihaknya menaruh komitmen besar untuk menyukseskan PORDA XVII DIY 2025.

Ia menegaskan bahwa kesiapan Gunungkidul bukan hanya soal penyediaan fasilitas, tetapi juga wujud nyata dukungan daerah terhadap kemajuan olahraga.

“Kami menyambut PORDA ini dengan sepenuh hati. Tidak hanya sarana dan prasarana yang kami siapkan, tetapi juga semangat seluruh masyarakat Gunungkidul yang ingin menunjukkan bahwa kami mampu menjadi tuan rumah yang baik,” tegas Endah Subekti.

Gelora Handayani malam itu menjadi simbol harapan baru bagi dunia olahraga DIY. Ribuan warga, ratusan atlet, hingga para pemimpin daerah berpadu dalam satu energi besar yang menjadikan olahraga sebagai jalan menuju kejayaan.

Pembukaan Porda XVII DIY di Gunungkidul berlangsung dengan gegap gempita, seolah anak panah telah melesat dari busurnya.

Kini, tinggal menunggu apakah anak panah itu akan tepat menancap pada sasaran: prestasi, kebanggaan, dan kejayaan olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta di masa depan. (ef linangkung

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid