UAJY dan USD Bawa Delegasi ASEACCU 2026 Menjelajah Yogyakarta

Bagikan :
UAJY dan USD menjadi tuan rumah ASEACCU 2026 di Yogyakarta, mempertemukan delegasi perguruan tinggi Katolik dari berbagai negara.
UAJY dan USD menjadi tuan rumah ASEACCU 2026 di Yogyakarta, mempertemukan delegasi perguruan tinggi Katolik dari berbagai negara.

Yogyakarta, KabarJawa.com – Yogyakarta tak hanya menjadi lokasi pertemuan para akademisi dan mahasiswa dalam 32nd Association of Southeast and East Asian Catholic Colleges and Universities (ASEACCU) General Assembly and Conference 2026.

Kota ini juga menjadi pintu bagi para delegasi dari berbagai negara untuk mengenal lebih dekat sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat setempat.

Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) bersama Universitas Sanata Dharma (USD) dipercaya menjadi tuan rumah konferensi yang mempertemukan perguruan tinggi Katolik dari kawasan Asia Timur, Asia Tenggara, dan sejumlah negara lainnya.

Baca juga  Teks Pidato Hari Kesaktian Pancasila 2025 di Sekolah: Contoh Singkat, Lengkap dan Sesuai Tema

Kegiatan tersebut berlangsung di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dengan agenda utama pada 19–21 Agustus 2026.

ASEACCU merupakan asosiasi yang menjadi ruang kolaborasi bagi perguruan tinggi Katolik untuk bertukar gagasan, berbagi sumber daya, memperluas jejaring, sekaligus memperkuat identitas dan misi pendidikan tinggi Katolik.

Dari Ruang Konferensi ke Jalanan Yogyakarta

Sebelum memasuki agenda utama konferensi, para peserta mulai berdatangan ke Yogyakarta pada Selasa, 18 Agustus 2026. Delegasi yang hadir berasal dari berbagai negara, di antaranya Korea Selatan, Jepang, Hong Kong, Taiwan, Macau, Thailand, Kamboja, Filipina, Indonesia, Timor-Leste, India, hingga Australia.

Alih-alih langsung berkutat dengan agenda akademik, rangkaian ASEACCU 2026 diawali dengan kegiatan yang lebih cair melalui city walk. Para peserta diajak menyusuri sejumlah kawasan ikonik Yogyakarta untuk melihat langsung jejak sejarah dan denyut kehidupan kota.

Rute perjalanan membawa delegasi melewati kawasan Malioboro dan sejumlah bangunan serta lokasi bersejarah, seperti Kantor Pos Besar Yogyakarta, Bank Indonesia, Gereja St. Fransiskus Xaverius Kidul Loji, Benteng Vredeburg, Pasar Beringharjo, Hamzah Batik, hingga Istana Kepresidenan Yogyakarta.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang perkenalan informal. Para delegasi yang sebelumnya mungkin hanya mengenal satu sama lain melalui forum akademik kini dapat berbincang, berjalan bersama, sekaligus menikmati suasana Yogyakarta.

Baca juga  UAJY Kirim 20 Mahasiswa KKN Tematik ke Bukit Turgo, Perkuat Konservasi Biodiversitas Bersama Masyarakat

Delegasi Jepang Antusias Kenal Indonesia

Para peserta ASEACCU 2026 nampak antusias berkeliling Yogyakarta.
Para peserta ASEACCU 2026 nampak antusias berkeliling Yogyakarta.

Kesan positif juga datang dari Yoshino Sakura, peserta dari Nanzan University, Jepang. Bagi Yoshino, kehadirannya di ASEACCU 2026 menjadi pengalaman istimewa karena merupakan kunjungan pertamanya ke Indonesia.

Ia mengaku senang dapat bertemu dengan peserta dari berbagai negara dan menantikan kesempatan untuk membangun percakapan serta relasi baru selama konferensi.

“Saya sangat senang berada di sini, ini kali pertama saya ke Indonesia dan saya sangat senang bisa bertemu banyak orang dari berbagai negara. Itu sangat menyenangkan! Saya sangat menantikan percakapan yang seru dengan orang-orang dari berbagai negara. Jujur, saya juga ingin mencoba banyak makanan Indonesia,” ungkap Yoshino.

Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa konferensi internasional tidak hanya berlangsung di ruang seminar. Pengalaman mengenal kota, mencicipi makanan lokal, hingga berbincang dengan peserta dari negara lain menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman lintas budaya.

ASEACCU 2026 Perkuat Pertemanan Lintas Negara

Pandangan serupa disampaikan Seiko Itoo, staf University of the Sacred Heart Tokyo sekaligus peserta konferensi. Menurutnya, ASEACCU tidak sebatas forum untuk memperluas jaringan antarperguruan tinggi, tetapi juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk membangun hubungan yang lebih personal dengan rekan-rekan mereka dari negara lain.

Baca juga  Mahasiswa UAJY Raih Juara 2 Kompetisi Teknologi Pangan Nasional Lewat Inovasi Produk Zero Waste

Seiko juga melihat kebersamaan para mahasiswa selama rangkaian kegiatan sebagai hal yang menggembirakan. Ia berharap kehadiran mereka tidak hanya menghasilkan diskusi akademik, tetapi juga persahabatan yang dapat terus berkembang setelah konferensi berakhir.

“Sebagai staf universitas, saya ingin memberikan kontribusi nyata dalam acara ini. Saya juga sangat senang melihat para mahasiswa menikmati acara, menjadi lebih akrab, dan menjalin pertemanan. Hal itu membuat saya merasa sangat bahagia sebagai seorang staf universitas,” ungkap Seiko.

Dengan demikian, city walk menjadi lebih dari sekadar agenda penyambutan. Kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk mencairkan suasana, mempertemukan peserta lintas negara, sekaligus memperkenalkan Yogyakarta sebagai kota yang memiliki kekayaan sejarah dan budaya.

Setelah mengenal Yogyakarta dari dekat, para delegasi kemudian melanjutkan rangkaian ASEACCU 2026 dalam agenda utama yang berlangsung pada 19–21 Agustus. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi ruang bertukar gagasan sekaligus memperkuat kerja sama dan jejaring perguruan tinggi Katolik di kawasan Asia dan sekitarnya.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya