
KabarJawa.com – Tiga mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknobiologi (FTb), Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) berhasil mengharumkan nama kampus di tingkat nasional setelah meraih Juara 2 dalam National Food Technology Competition (NFTC) 2026. Prestasi tersebut diraih melalui inovasi produk pangan berkelanjutan bernama Nyarap Flakes yang memanfaatkan ampas kelapa sebagai bahan utama dan mengusung konsep ramah lingkungan.
Tim UAJY terdiri atas Theodorus Aryo Bimo Susanto dan Patricia Yuanita Christine dari angkatan 2023, serta Miryam Rachel dari angkatan 2024. Dalam proses kompetisi, ketiganya mendapatkan pendampingan dari Brigitta Laksmi Paramita, S.Pi., M.Sc. sebagai dosen pembimbing.
Kompetisi berskala nasional tersebut diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia.
Kompetisi Nasional yang Mengangkat Masa Depan Pangan Instan
NFTC 2026 mengusung tema Revolutionizing Instant Food: Innovative and Healthy Solutions for the Future. Tema tersebut mendorong peserta untuk menghadirkan solusi pangan instan yang inovatif, sehat, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat masa depan.
Rangkaian kompetisi berlangsung selama lebih dari satu bulan, dimulai pada 17 April 2026 hingga puncak acara grand final pada 1 Juni 2026. Pelaksanaan kompetisi dilakukan secara kombinasi, baik daring maupun luring.
Dalam ajang ini, peserta tidak hanya dituntut menyusun gagasan tertulis, tetapi juga harus mampu merealisasikan ide menjadi sebuah produk nyata. Tahapan yang harus dilalui meliputi penyusunan esai, pembuatan poster ilmiah, pengembangan prototipe produk, hingga presentasi final di hadapan dewan juri.
Melalui berbagai tahapan tersebut, tim UAJY berhasil menunjukkan kualitas inovasi yang mereka kembangkan sehingga mampu bersaing dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Nyarap Flakes, Inovasi Pangan Berbasis Ampas Kelapa
Produk yang menjadi andalan tim UAJY dalam kompetisi ini adalah Nyarap Flakes. Produk tersebut dikembangkan dengan konsep zero waste atau minim limbah melalui pemanfaatan ampas kelapa yang umumnya menjadi sisa hasil pengolahan pangan.
Selain mengoptimalkan bahan yang masih memiliki nilai guna, tim juga memperhatikan aspek keberlanjutan pada kemasan produk. Nyarap Flakes menggunakan kemasan primer yang bersifat biodegradable atau mudah terurai secara alami karena dibuat dari bahan dasar pati.
Pendekatan tersebut menjadi nilai tambah karena tidak hanya menawarkan alternatif pangan inovatif, tetapi juga menjawab tantangan lingkungan yang semakin menjadi perhatian dalam industri pangan modern.
Konsep yang menggabungkan pemanfaatan limbah pangan dan penggunaan kemasan ramah lingkungan dinilai selaras dengan kebutuhan pengembangan produk pangan berkelanjutan di masa depan.
Tantangan Menyusun Prototipe Hingga Menjelang Grand Final
Di balik keberhasilan meraih penghargaan nasional, tim UAJY menghadapi sejumlah tantangan selama proses persiapan kompetisi.
Patricia Yuanita Christine mengungkapkan bahwa proses pengembangan produk menjadi salah satu tahapan yang paling menguras tenaga. Tim harus memastikan formulasi yang tepat agar prototipe yang dihasilkan sesuai dengan konsep yang diajukan dalam kompetisi.
Menurutnya, proses formulasi dilakukan secara intensif selama satu minggu penuh di laboratorium untuk menghasilkan produk yang siap dipresentasikan kepada dewan juri.
Selain tantangan teknis, tim juga harus menghadapi keterbatasan waktu karena seluruh rangkaian kompetisi berlangsung berdekatan dengan agenda akademik di kampus.
Miryam Rachel menuturkan bahwa jadwal kompetisi yang padat menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh anggota tim, terutama karena berlangsung bersamaan dengan masa ujian tengah semester.
“Soal waktunya itu padat banget karena kita masih UTS, habis itu harus mengumpulkan esai, juga deadline poster hanya satu minggu, setelah tahap pengumuman poster, satu minggu lagi langsung grand final,” tambah Miryam.
Meski demikian, berbagai tantangan tersebut berhasil diatasi melalui kerja sama tim dan komitmen untuk menyelesaikan setiap tahapan kompetisi secara maksimal.
Jadi Motivasi Mahasiswa untuk Aktif Berkompetisi
Keberhasilan meraih Juara 2 NFTC 2026 menjadi bukti bahwa mahasiswa UAJY mampu bersaing di tingkat nasional melalui inovasi yang memberikan solusi terhadap isu keberlanjutan, khususnya di bidang pangan.
Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa dan dosen dalam menghasilkan karya yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
Theodorus Aryo Bimo Susanto berharap pencapaian yang diraih timnya dapat menjadi penyemangat bagi mahasiswa lain untuk lebih aktif mengikuti berbagai kompetisi dan mengembangkan potensi diri di luar ruang perkuliahan.
“Harapannya bisa jadi motivasi untuk teman-teman juga, baik di FTb itu sendiri dan teman-teman UAJY untuk ikut lomba, karena lomba itu asik sebenarnya,” tutupnya.