
KabarJawa.com – Kementerian Agama (Kemenag) baru saja mengadakan pelatihan online bertajuk “Kurikulum Berbasis Cinta” hingga 28 April 2026 mendatang.
Adapun pelatihan tersebut dapat diikuti peserta melalui platform Pintar Kemenag atau situs web https://pintar.kemenag.go.id/
Dan dalam pelatihan tersebut bakal ada banyak materi yang harus dijawab oleh peserta, salah satunya yang berkaitan dengan modul atau section 3.7 tentang Cinta Allah dan Rasulnya.
Nantinya ada berbagai macam jenis soal pilihan ganda yang perlu dijawab oleh peserta pelatihan secara tepat, dan jika betul semua maka akan mendapatkan skor 100.
Dan bagi Anda yang hendak belajar materi tersebut, berdasarkan informasi yang dihimpun KabarJawa.com, berikut adalah soal dan kunci jawaban modul 3.7 bagian 7 di platform Pintar Kemenag yang bisa dijadikan referensi.
Jawaban Modul 3.7 Cinta Allah dan Rasulnya di Pintar Kemenag 2026
1. Seorang guru mengajak murid melakukan kegiatan proyek lingkungan. Dalam proyek tersebut, murid diminta merawat tanaman di sekitar madrasah. Namun, beberapa murid merawat tanaman hanya karena tugas dan bukan sebagai bentuk kesadaran spiritual.
Tindakan guru yang paling mencerminkan penerapan konsep hierarki wujud dan kesalingterkaitan adalah …
A Menugaskan murid membuat laporan tentang manfaat tanaman bagi manusia
B Merawat tanaman merupakan bentuk penghormatan terhadap manifestasi ciptaan Allah
C Mengingatkan murid bahwa tanaman penting untuk menjaga keindahan lingkungan madrasah
D Memberikan penilaian tambahan bagi murid yang merawat tanaman dengan baik
Jawaban: B
2. Integrasi paling tepat antara kesadaran, syukur, dan cinta kepada Allah dalam konteks tea ceremony adalah …
A. Menyadari proses, merasakan nikmat, lalu menghadirkan syukur dan kecintaan kepada Allah
B. Menghargai semua pihak yang terlibat dalam produksi teh
C. Menikmati teh sambil memahami manfaat kesehatannya
D. Menghubungkan kenikmatan dengan proses sebagai tanda pemberian Allah
Jawaban: A
3. Seringkali kita menikmati secangkir teh tanpa menyadari proses panjang di baliknya.
Apa kekeliruan utama manusia saat berinteraksi dengan fenomena keseharian seperti meminum teh?
A Kurangnya penghargaan terhadap petani yang menanam benih teh tersebut
B Ketidakmampuan manusia dalam merekayasa teknologi pertanian yang lebih efisien
C Menganggap proses tersebut terjadi secara mekanis tanpa campur tangan Allah
D Terlalu fokus pada kenikmatan rasa teh sehingga melupakan kesehatan
Jawaban: C
4. Dalam sebuah diskusi kelas, seorang siswa bertanya mengapa citra Islam seringkali identik dengan kekerasan.
Argumen manakah yang paling akurat untuk menjelaskan fenomena tersebut?
A Karena ajaran Islam membolehkan kekerasan jika tujuannya untuk membela agama
B Karakteristik emosional umat Islam cenderung dipengaruhi iklim dan budaya tempat dimana Islam diturunkan pertama kali
C Murni hasil kontruksi media Internasional yang membangun citra buruk tanpa adanya pemicu dari umat Islam
D Keindahan Islam seringkali tertutupi oleh perilaku sebagian pemeluknya yang suka melakukan kekerasan
Jawaban: D
5. Fasilitator menjelaskan bahwa aktivitas tea ceremony bertujuan mengubah aktivitas biasa menjadi jalan menuju cinta Allah.
Transformasi yang terjadi adalah …
A Aktivitas menjadi jalan mengenal, mensyukuri, dan mencintai Allah
B Aktivitas menjadi sarana refleksi diri
C Aktivitas menjadi lebih sadar dan terarah
D Aktivitas menjadi lebih bermakna secara pribadi
Jawaban: A
6. Apabila fasilitator menghilangkan sesi refleksi di akhir kegiatan, dampak yang paling mungkin terjadi adalah …
A Peserta lebih fokus pada kesyukuran nikmat rasa teh dibandingkan proses yang diceritakan
B Peserta tetap memahami makna kegiatan secara utuh tanpa perubahan
C Kegiatan menjadi lebih efisien tanpa mengurangi kualitas pembelajaran
D Pengalaman peserta cenderung berhenti pada level sensori tanpa integrasi makna
Jawaban: D
7. Allah menahan sebagian besar rahmat-Nya untuk diberikan di masa mendatang.
Kepada siapakah 99 bagian rahmat tersebut akan dicurahkan?
A Kepada makhluk-makhluk di planet lain yang belum terjamah
B Kepada seluruh umat manusia tanpa terkecuali di dunia
C Hanya kepada para malaikat yang menjaga surga
D Kepada hamba-hamba-Nya pada hari kiamat kelak
Jawaban: D
8. Dalam pembelajaran tematik, murid melakukan observasi penggunaan air di lingkungan madrasah. Hasil observasi menunjukkan masih banyak perilaku pemborosan air oleh warga madrasah.
Sebagai bentuk penerapan nilai amanah manusia sebagai khalifah, kegiatan yang paling tepat dilakukan adalah …
A Mengajak murid mempelajari manfaat air bagi kehidupan
B Menugaskan murid mencatat penggunaan air harian madrasah
C Mengarahkan murid membuat poster ajakan hemat penggunaan air
D Mengajak murid menyusun program penghematan penggunaan air
Jawaban: D
9. Dalam narasi mengenai penanaman benih, Allah memberikan teguran melalui sebuah pertanyaan retoris.
Apa hakikat peran manusia dalam proses pertumbuhan tanaman menurut materi tersebut?
A Peran manusia sangat terbatas karena Allahlah yang menumbuhkan dan menyuburkan.
B Manusia memiliki kendali penuh atas sunatullah melalui ilmu pengetahuan.
C Manusia adalah faktor penentu utama keberhasilan produksi pertanian.
D Manusia dan alam bekerja sama secara mandiri tanpa intervensi ilahi.
Jawaban: A
10. Seorang guru ingin mengajarkan tentang kewajiban salat kepada murid-muridnya dengan pendekatan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).
Manakah langkah yang paling tepat untuk menggeser paradigma dari sisi Jalaliah ke sisi Jamaliah Allah?
A Menjelaskan bahwa salat adalah bentuk syukur dan sarana berkomunikasi dengan Allah yang Maha Pengasih
B Menceritakan kehebatan Allah dalam menciptakan alam semesta agar murid merasa takut dan tunduk
C Menekankan bahwa meninggalkan salat akan berakibat pada siksaan api neraka yang sangat pedih
D Memberikan poin pelanggaran bagi setiap murid yang terlambat melaksanakan salat berjamaah
Jawaban: A
Perlu diingat bahwa soal dan jawaban di atas merupakan referensi untuk belajar, sebab soal yang sesungguhnya ada dalam pelatihan dapat berbeda-beda.
Nah, itulah tadi referensi soal dan kunci jawaban modul 3.7 di platform Pintar Kemenag 2026 yang bisa dijadikan bahan pembelajaran.***