
KabarJawa.com – Fanny Soegi kuliah di ISI Yogyakarta dan mengambil program studi S1 Etnomusikologi. Penyanyi bernama lengkap Fanny Soegiarto itu resmi menjadi mahasiswa baru pada 2026, setelah sebelumnya pernah menempuh pendidikan di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, jurusan Ilmu Komunikasi.
Kabar Fanny kembali kuliah mencuat setelah ia membagikan aktivitasnya mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) ISI Yogyakarta.
Dalam unggahan Threads pada Rabu (19/8/2026), Fanny meminta doa kepada pengikutnya menjelang mengikuti PKKMB di usia 27 tahun. Sehari kemudian, ia membagikan momen ketika mengikuti kegiatan mahasiswa baru di kampus seni tersebut.
Pilihan Etnomusikologi cukup berkaitan dengan perjalanan Fanny sebagai penyanyi. Program studi ini tidak hanya mengajarkan kemampuan bermusik, tetapi juga membahas musik dalam konteks masyarakat, kebudayaan, tradisi, identitas, dan perubahan sosial.
Jurusan Fanny di ISI Yogyakarta?
Fanny Soegi tercatat sebagai mahasiswa baru S1 Etnomusikologi, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Etnomusikologi merupakan bidang yang mempelajari musik dalam konteks sosial dan budaya.
Pada jurusan ini mahasiswa tidak hanya mempelajari bagaimana sebuah musik dimainkan, tetapi juga meneliti latar belakang, fungsi, makna, serta hubungan musik dengan kehidupan masyarakat.
Kurikulum Etnomusikologi ISI Yogyakarta menunjukkan bahwa mahasiswa mendapatkan perpaduan antara mata kuliah teori, praktik musik, penelitian, dan dokumentasi.
Beberapa mata kuliahnya antara lain Etnomusikologi, Antropologi Musik, Teori Budaya, Sosiologi Musik, Sejarah Musik, Analisis Musik, Metode Penelitian, Metode Etnografi, Kajian Musik Ritual, Kajian Musik Populer, hingga Dokumenter.
Pada sisi praktik, mahasiswa juga mempelajari berbagai musik tradisional. Kurikulum tersebut mencakup Pengantar Karawitan Jawa, Karawitan Yogyakarta, Karawitan Sunda, Karawitan Surakarta, Karawitan Bali, Studi Instrumen Etnis, Transkripsi, Musik Komputer, Teknologi Media, serta Vokal/Instrumen Individual.
Dengan demikian, Etnomusikologi tidak bisa disamakan begitu saja dengan jurusan musik yang berfokus pada kemampuan pertunjukan. Bidang ini juga menuntut mahasiswa memahami masyarakat dan melakukan penelitian lapangan.
Apakah Fanny Soegi pernah kuliah sebelumnya?
Fanny Soegi sebelumnya pernah kuliah di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, jurusan Ilmu Komunikasi.
Data PDDikti yang dikutip kabarjawa.com menunjukkan terdapat nama Go Fanny Soegiarto yang tercatat pernah menempuh pendidikan di Universitas Diponegoro pada program studi Ilmu Komunikasi. Data tersebut mencantumkan tahun masuk 2016.
Namun Fanny Soegi tidak menyelesaikan kuliah Ilmu Komunikasi di Undip. Fanny diketahui berhenti kuliah pada 2018 dan kemudian mulai bekerja. Ia sempat bekerja sebagai barista meskipun sebelumnya tidak memiliki pengalaman membuat kopi.
Fanny juga pernah menjelaskan bahwa kondisi ekonomi keluarganya menjadi salah satu persoalan yang membuatnya harus berhenti kuliah ketika memasuki semester 4.
Berapa biaya kuliah Etnomusikologi ISI Yogyakarta?
Untuk Etnomusikologi, dokumen tarif UKT ISI Yogyakarta mencantumkan beberapa kelompok pembayaran. Dalam keputusan tarif yang tersedia di laman resmi ISI, UKT Etnomusikologi berada pada rentang Rp500.000 sampai Rp7.500.000 per semester, tergantung kelompok UKT mahasiswa.
Rinciannya sebagai berikut:
- UKT 1: Rp500.000
- UKT 2: Rp1.000.000
- UKT 3: Rp1.600.000
- UKT 4: Rp3.500.000
- UKT 5: Rp4.500.000
- UKT 6: Rp5.500.000
- UKT 7: Rp6.500.000
- UKT 8: Rp7.500.000
Perlu dicatat, tabel tersebut berasal dari keputusan tarif UKT ISI Yogyakarta yang tersedia di laman JDIH kampus dan bukan berarti setiap mahasiswa membayar UKT tertinggi. Besaran yang dibayarkan mengikuti kelompok UKT yang ditetapkan untuk mahasiswa.***