Bahaya Istidraj: Mengapa Rezeki Lancar Saat Maksiat? Ini Penjelasan M. Nur Kholis Setiawan

Bagikan :
M. Nur Kholis Setiawan, memberikan penjelasan mendalam mengenai risiko Istidraj dengan merujuk pada Hikmah ke-68 dari Kitab Al-Hikam karya Ibnu Atha’illah. (Youtube/ Prof. Dr. M. Nur Kholis Setiawan Channel)

KabarJawa.com – Dalam kehidupan sehari-hari, kesuksesan finansial, kesehatan yang prima, dan kemudahan urusan sering kali dianggap sebagai indikator utama kasih sayang Tuhan kepada hamba-Nya. Namun, perspektif sufistik memberikan peringatan yang sangat kontras terhadap fenomena tersebut, terutama jika kelimpahan nikmat terjadi saat seseorang justru sedang menjauh dari tuntunan agama. Fenomena inilah yang disebut sebagai istidraj.

M. Nur Kholis Setiawan, seorang pakar studi Islam, memberikan penjelasan mendalam mengenai risiko spiritual ini dengan merujuk pada Hikmah ke-68 dari Kitab Al-Hikam karya Ibnu Atha’illah. Menurut M. Nur Kholis Setiawan, setiap individu perlu meningkatkan kewaspadaan atau rasa takut (khauf) ketika merasa diri sedang dalam kondisi tidak taat, namun anugerah Tuhan justru terus membanjiri kehidupan.

Apa Itu Istidraj? Mengenal Konsep ‘Ngelulu’ Ilahi

Secara leksikal, banyak yang mengartikan istidraj sebagai tipu daya. Namun, untuk mempermudah pemahaman masyarakat, M. Nur Kholis Setiawan menggunakan pendekatan kearifan lokal Jawa, yaitu istilah “ngelulu”. Konsep ini menggambarkan situasi di mana seseorang dibiarkan terus melakukan kesalahan dengan cara diberikan segala keinginannya agar ia semakin terbuai dan lupa diri.

Baca juga  Waspada 'Ngelulu' Ilahi: M. Nur Kholis Setiawan Jelaskan Mengapa Istidraj Adalah Alarm Bagi yang Jauh dari Tuhan

“Istidraj itu ngelu-ngelu (ngelulu). Artinya adalah membiarkan kemudian sampai kita tidak sadar bahwa nanti suatu saat anugerah yang diberikan itu akan dicabut dan kita akan mendapatkan banyak sekali akibat yang kita dapatkan,” ujar M. Nur Kholis Setiawan saat menjelaskan makna dari proses pembiaran tersebut.

Pembiaran ini bersifat perlahan, sedikit demi sedikit (saian fa saian), hingga pada akhirnya Tuhan mengambil kembali kenikmatan tersebut secara tiba-tiba tanpa memberikan kesempatan bagi sang hamba untuk bersiap-siap.

Mengapa Kita Harus Waspada? Paradoks Logika Ketaatan

Kewaspadaan terhadap istidraj menjadi sangat penting karena fenomena ini melawan logika umum manusia. M. Nur Kholis Setiawan memberikan ilustrasi melalui hubungan antara atasan dan bawahan di dunia kerja. Secara logika, seorang pekerja akan mendapatkan bonus atau penghargaan jika ia menunjukkan prestasi dan kepatuhan. Sebaliknya, sangat aneh jika seorang karyawan yang terus melawan dan menjelek-jelekkan atasan justru diberikan fasilitas mewah.

Dalam konteks ketuhanan, jika seseorang terus melakukan maksiat namun rezekinya tetap lancar, hal tersebut bukanlah tanda kemuliaan, melainkan bentuk peringatan keras yang tersembunyi. “Kita diminta untuk merasa khawatir akan banyaknya kebaikan-kebaikan yang diberikan Allah kepada kita pada saat kita ini banyak sekali berbuat tidak baik bahkan berbuat yang tidak terpuji,” tegas M. Nur Kholis Setiawan dalam pemaparannya mengenai teks Al-Hikam.

Baca juga  Metode Belajar Unggulan di SMP-SMA Cikal Surabaya: Melahirkan Generasi Inovator Masa Depan

Bahaya Pencabutan Nikmat Secara Mendadak (Baghtatan)

Salah satu alasan mengapa istidraj begitu membahayakan adalah sifatnya yang mengejutkan. M. Nur Kholis Setiawan mengingatkan bahwa kenikmatan yang diberikan melalui istidraj tidak akan bertahan selamanya. Ketika saatnya tiba, Allah akan mengambil kembali anugerah tersebut dengan cara yang sangat mendadak atau baghtatan.

Dampak dari pencabutan ini bisa bervariasi, mulai dari hilangnya harta benda hingga gangguan kesehatan yang datang tanpa gejala awal. M. Nur Kholis Setiawan menekankan hal ini sebagai pengingat bagi mereka yang merasa aman dalam dosa: “Allah akan mengambil dari kamu baghtatan dengan sangat mendadak begitu ya, tiba-tiba kemudian dicabut kenikmatannya, tiba-tiba kemudian naudubillah minzalik sakit begitu tanpa ada tanda-tanda penyakit sama sekali misalnya,” paparnya.

Menumbuhkan ‘Olah Rasa’ dan Introspeksi Diri

Sebagai penutup, M. Nur Kholis Setiawan menyarankan agar umat Islam mengedepankan “olah rasa” dalam menjalani spiritualitas. Jika seseorang merasa jauh dari Tuhan namun hidupnya tetap nyaman, rasa curiga terhadap diri sendiri harus dimunculkan sebagai bentuk pertahanan iman. Kecurigaan ini bukan bertujuan untuk berburuk sangka kepada Tuhan, melainkan sebagai pemicu untuk segera bertaubat dan memohon ampun.

Baca juga  Berkas Lapor Diri PPG Guru Tertentu 2025 Tahap 3: Apa Saja Dokumen yang Wajib Upload?

Dengan memahami bahwa kemudahan duniawi bisa jadi merupakan bentuk istidraj, hamba yang beriman tidak akan mudah terpedaya oleh kenyamanan semu. Pemahaman yang diberikan oleh M. Nur Kholis Setiawan ini mengajak setiap orang untuk selalu mawas diri dan tidak menjadikan materi sebagai satu-satunya tolok ukur kedekatan dengan Sang Pencipta.

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya