
KabarJawa.com – Dalam Bahasa Jawa, mendeskripsikan rasa tidak cukup hanya dengan satu kata. Ada banyak istilah spesifik yang digunakan untuk menggambarkan sensasi yang ditangkap oleh lidah.
Dan bagi Anda yang ingin tahu atau sedang belajar Bahasa Jawa, berdasarkan informasi yang dihimpun KabarJawa.com, berikut adalah daftar nama-nama rasa dalam Bahasa Jawa beserta contoh kalimat penggunaannya.
Daftar Istilah Rasa Dasar
Berikut adalah rasa yang paling umum kita temui sehari-hari:
Legi (Manis)
- Contoh: Teh anget iki rasane wis legi, ora perlu ditambah gula maneh.
(Teh hangat ini rasanya sudah manis, tidak perlu ditambah gula lagi.)
Pait (Pahit)
- Contoh: Oseng godhong kates (pepaya) kae rasane pait yen ora pinter maseke.
(Tumis daun pepaya itu rasanya pahit jika tidak pintar memasaknya.)
Asin
- Contoh: Endhog asin Brebes iki rasane asin masir, enak dipangan karo sega anget.
(Telur asin Brebes ini rasanya asin berpasir, enak dimakan dengan nasi hangat.)
Kecut (Asam)
- Contoh: Rujak kedondong iki rasane kecut banget, nanging seger.
(Rujak kedondong ini rasanya sangat asam, tapi segar.)
Pedhes (Pedas)
- Contoh: Sambel bawang gaweane Simbah rasane pedhes nampol.
(Sambal bawang buatan Nenek rasanya pedas “nendang”.)
Gurih
- Contoh: Kuah opor ayam iki rasane gurih santen.
(Kuah opor ayam ini rasanya gurih santan.)
Sepet (Kelat)
- Contoh: Aja dipangan, gedhang sing isih ijo kuwi rasane sepet.
(Jangan dimakan, pisang yang masih hijau itu rasanya sepet/kelat.)
Istilah Rasa yang Unik dan Spesifik
Bahasa Jawa memiliki kosakata detail untuk kondisi rasa yang mungkin sulit dijelaskan dalam bahasa lain:
Anta / Anyep (Hambar/Tawar)
- Contoh: Jangan lodeh iki rasane anyep, kaya kurang bumbu.
(Sayur lodeh ini rasanya hambar, sepertinya kurang bumbu.)
Getir
- Contoh: Ora sengaja nggigit isi duku, rasane getir ning ilat.
(Tidak sengaja menggigit biji duku, rasanya getir di lidah.)
Getar
- Contoh: Kacang goreng iki wis lawas (lama), rasane rada getar.
(Kacang goreng ini sudah lama, rasanya agak getir/tengik.)
Seger (Segar)
- Contoh: Ngombe es dawet pas awan-awan rasane seger tenan.
(Minum es dawet saat siang bolong rasanya segar sekali.)
Sedhep (Sedap)
- Contoh: Sambel trasi iki ambune sedhep banget, marai luwe.
(Sambal terasi ini baunya sedap sekali, bikin lapar.)
Kumetep
- Contoh: Lombok rawit iki pedhese kumetep ning lambe.
(Cabai rawit ini pedasnya menyengat/panas di bibir.)
Ada Legi hingga Kecut
Jadi kesimpulannya, nama-nama rasa dalam Bahasa Jawa antara lain legi (manis), pait (pahit), dan kecut (asem). Sleain itu, ada pula beberapa istilah lain seperti yang sudah disebutkan satu per satu di atas.
Nah, itulah tadi beberapa nama rasa dalam Bahasa Jawa yang mungkin belum Anda ketahui.***