
KabarJawa.com – Pernahkah Anda kesasar di daerah Yogyakarta, Solo, atau wilayah Jawa Tengah lainnya? Saat Anda bertanya jalan kepada warga lokal, bukannya disuruh belok “kiri” atau “kanan”, Anda mungkin justru diminta untuk berjalan “Ngalor” atau “Ngidul”.
Bagi pendatang, hal ini bisa jadi membingungkan. Namun, bagi masyarakat Jawa, penggunaan arah mata angin dalam percakapan sehari-hari termasuk hal yang sangat lumrah. Mereka memiliki orientasi ruang yang cukup kuat.
Sementara, mempelajari istilah mata angin dalam Bahasa Jawa sebenarnya sangat mudah. Polanya sederhana dan logis.
Dan jika Anda juga ingin belajar, berdasarkan informasi yang dihimpun KabarJawa.com, berikut adalah panduan lengkap mengenal nama-nama arah mata angin dalam Bahasa Jawa.
4 Penjuru Utama
Kunci utamanya ada di empat arah dasar ini. Jika Anda sudah menghafal empat kata ini, maka arah lainnya akan sangat mudah ditebak.
Utara (Lor)
- Ngoko: Lor / Ngalor (menuju ke utara).
- Krama Alus: Ler.
Cara hafal: Ingat saja Laut “Lor” (Pantai Utara).
Selatan (Kidul)
- Ngoko: Kidul / Ngidul (menuju ke selatan).
- Krama Alus: Kidul (tetap sama).
Cara hafal: Ingat Nyi Roro “Kidul” penguasa Laut Selatan.
Barat (Kulon)
- Ngoko: Kulon / Ngulon (menuju ke barat).
- Krama Alus: Kilen.
Cara hafal: Matahari terbenam di “Kulon”.
Timur (Wetan)
- Ngoko: Wetan / Ngetan (menuju ke timur).
- Krama Alus: Wetan (tetap sama).
Cara hafal: “Wiwiwitan” atau permulaan hari ada di Timur.
Arah Sela (Pojok)
Berbeda dengan Bahasa Indonesia yang memiliki istilah khusus seperti “Tenggara” atau “Barat Daya”, Bahasa Jawa menggunakan logika penggabungan yang lebih sederhana.
Rumusnya adalah: Nama Arah Vertikal (Lor/Kidul) + Nama Arah Horizontal (Wetan/Kulon).
Berikut daftarnya:
Timur Laut (Antara Utara & Timur)
- Ngoko: Lor Wetan.
- Krama Alus: Ler Wetan.
- Artinya: Pojok antara Utara dan Timur.
Barat Laut (Antara Utara & Barat)
- Ngoko: Lor Kulon.
- Krama Alus: Ler Kilen.
- Artinya: Pojok antara Utara dan Barat.
Tenggara (Antara Selatan & Timur)
- Ngoko: Kidul Wetan.
- Krama Alus: Kidul Wetan.
- Artinya: Pojok antara Selatan dan Timur.
Barat Daya (Antara Selatan & Barat)
- Ngoko: Kidul Kulon.
- Krama Alus: Kidul Kilen.
- Artinya: Pojok antara Selatan dan Barat.
Nama-nama Mata Angin dalam Bahasa Jawa
Supaya lebih mudah dipahami, perhatikan tabel perbandingan berikut ini
| Arah Indonesia | Basa Ngoko (Sehari-hari) | Basa Krama (Halus/Sopan) |
| Utara | Lor | Ler |
| Selatan | Kidul | Kidul |
| Barat | Kulon | Kilen |
| Timur | Wetan | Wetan |
| Barat Daya | Kidul Kulon | Kidul Kilen |
| Barat Laut | Lor Kulon | Ler Kilen |
| Timur Laut | Lor Wetan | Ler Wetan |
| Tenggara | Kidul Wetan | Kidul Wetan |
Ada Lor hingga Kulon
Jadi kesimpulannya, nama-nama istilah mata angin dalam Bahasa Jawa adalah Lor (Utara), Kidul (Selatan), Wetan (Timur), dan Kulon (Barat).
Dengan memahami berbagai istilah ini, harapannya Anda tak bingung lagi saat menanyakan arah jalan kepada warga lokal di Jawa.***