Nama-nama Musim ‘Mangsa’ di Jawa: Penghujan, Kemarau hingga Bediding

Bagikan :
Cuaca Jawa Tengah Hari Ini Cerah, Berawan, dan Hujan Ringan di Beberapa Wilayah
Ilustrasi nama-nama musim di Jawa (sumber gambar: pixabay/ELG21)

KabarJawa.com – Indonesia secara geografis memang hanya mengenal dua musim utama, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Namun, bagi masyarakat Jawa, pembagian waktunya tak sesederhana itu.

Bahasa Jawa memiliki kekayaan kosakata yang luar biasa dalam mendefinisikan kondisi alam. Istilah musim atau dalam Bahasa Jawa disebut “Mangsa” memiliki penamaan yang spesifik tergantung pada tanda-tanda alam, curah hujan, hingga dampaknya bagi kesehatan.

Mungkin Anda pernah mendengar istilah Bedhidhing saat merasa kedinginan di tengah tahun, atau Mareng saat melihat petani mulai menjemur gabah. Lantas, apa saja nama-nama musim tersebut dan apa artinya? Berdasarkan informasi yang dihiimpun KabarJawa.com berikut adalah penjelasan lengkapnya.

Siklus Utama dan Masa Peralihan

Bagi petani Jawa, memahami perputaran musim adalah kunci keberhasilan panen. Berikut adalah empat istilah utama yang menggambarkan siklus cuaca:

Rendheng (Musim Penghujan)

Ini adalah istilah untuk musim hujan. Pada masa Rendheng, curah hujan turun dengan intensitas tinggi hampir setiap hari. Sawah-sawah tergenang air, sungai meluap, dan udara cenderung lembap. Bagi petani, ini adalah masa di mana pasokan air melimpah ruah.

Baca juga  Rem Pakem Era Digital, Menghayati Arti Filosofi 'Eling lan Waspada' agar Tak Salah Langkah

Ketiga (Musim Kemarau)

Kebalikan dari Rendheng, Ketiga adalah sebutan untuk musim kemarau. Pada masa ini, hujan sangat jarang turun atau bahkan tidak ada sama sekali. Tanah menjadi kering, debit air sungai menyusut, dan matahari bersinar terik sepanjang hari.

Labuh (Peralihan Kemarau ke Hujan)

Labuh adalah masa pancaroba atau peralihan dari kemarau menuju penghujan. Tanda-tandanya adalah hujan mulai turun sesekali membasahi tanah yang kering.

Bagi para petani, Labuh adalah waktu yang krusial untuk mulai mengolah tanah dan menanam padi pertama kali (tanam) karena tanah mulai lunak.

Mareng (Peralihan Hujan ke Kemarau)

Sebaliknya, Mareng adalah masa peralihan dari musim hujan menuju kemarau. Intensitas hujan mulai berkurang drastis.

Musim ini biasanya disambut gembira karena bertepatan dengan masa panen dan sangat cocok untuk proses pengeringan gabah karena sinar matahari mulai stabil.

Fenomena Suhu dan Kondisi Sosial

Selain siklus air dan matahari, orang Jawa juga memiliki istilah khusus untuk kondisi suhu udara dan dampaknya bagi kehidupan masyarakat.

Baca juga  Mengungkap Makna Filosofi ‘Ora Ilok’, Ungkapan Jawa yang Sarat Nilai Moral dan Etika

Bedhidhing (Dingin yang Menusuk)

Fenomena yang satu ini cukup unik. Bedhidhing terjadi justru di tengah-tengah musim kemarau (biasanya sekitar bulan Juli hingga Agustus).

Meskipun siang hari matahari sangat terik, suhu udara pada malam hingga pagi hari menjadi sangat dingin, kering, dan menusuk tulang.

Pagering

Istilah ini berasal dari kata “gering” yang berarti sakit. Musim Pagering adalah masa di mana banyak orang jatuh sakit secara bersamaan. Biasanya terjadi saat pancaroba karena tubuh kaget menyesuaikan perubahan suhu ekstrem.

Pagebluk

Kemudian, istilah ini adalah tingkatan yang lebih parah dari Pagering. Pagebluk merujuk pada musim wabah penyakit menular yang mematikan dan meluas.

Pandemi COVID-19 yang terjadi beberapa tahun lalu juga sering kali dikategorikan sebagai masa Pagebluk.

Paceklik

Istilah ini menggambarkan kondisi ekonomi dan pangan. Paceklik adalah musim sulit pangan, biasanya terjadi ketika stok beras menipis karena gagal panen atau menunggu masa panen berikutnya yang masih lama.

Panen

Seperti namanya, Panen merupakan musim yang paling ditunggu. Panen adalah masa memetik hasil tanaman di sawah atau ladang. Musim ini identik dengan kemakmuran dan kebahagiaan para petani.

Baca juga  Kupas Tuntas Arti 'Aja Kuminter Mundak Keblinger, Aja Cidra Mundak Cilaka': Pegangan Hidup Orang Jawa

Kearifan Lokal di Era Modern

Sistem penamaan musim ini sejatinya adalah bentuk kearifan lokal leluhur Jawa (sering dikaitkan dengan Pranata Mangsa) yang digunakan sebagai pedoman bertani.

Namun, di era modern ini, tantangannya semakin besar. Perubahan iklim global membuat batas antara Rendheng dan Ketiga menjadi semakin kabur dan sulit diprediksi.

Meski demikian, istilah-istilah ini tetap hidup dan relevan sebagai pengingat betapa dekatnya hubungan masyarakat Jawa dengan alam semesta.

Ada Banyak Istilah

Jadi kesimpulannya, nama-nama musim dalam Bahasa Jawa antara lain Rendheng (hujan), Ketiga (kemarau), Labuh dan Mareng (peralihan), dan Bedhidhing (dingin di musim kemarau).

Selain itu, ada pula istilah lain seperti yang sudah dijelaskan di atas. Yang jelas, istilah-istilah ini mencerminkan kepekaan leluhur akan tanda-tanda alam.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid