
KabarJawa.com – Pernahkah Anda bingung saat ingin menulis nama teman Anda yang bernama “Vina”, “Zainal”, atau “Fahmi” menggunakan Aksara Jawa?
Jika Anda hanya mengandalkan 20 aksara dasar (Ha-Na-Ca-Ra-Ka), Anda pasti akan menemui jalan buntu. Pasalnya, dalam aksara dasar tersebut tidak terdapat huruf yang mewakili bunyi F, V, Z, Kh, atau Gh.
Nah, nenek moyang kita ternyata sangat adaptif terhadap perkembangan bahasa. Untuk mengatasi kekurangan tersebut, diciptakanlah solusinya yang bernama Aksara Rekan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun KabarJawa.com, berikut adalah penjelasan lengkap mengenai apa itu Aksara Rekan, bentuknya, hingga aturan penulisannya.
Apa Itu Aksara Rekan?
Secara sederhana, Aksara Rekan adalah aksara “rekaan” atau tambahan yang diciptakan untuk memfasilitasi penulisan bunyi-bunyi asing yang tidak ada dalam lidah Jawa asli.
Awalnya, aksara ini dibuat khusus untuk menuliskan kata-kata serapan dari Bahasa Arab (seperti Khatib, Dzikir, Ghaib).
Namun, seiring berjalannya waktu dan masuknya pengaruh kolonial serta modernisasi, fungsi Aksara Rekan meluas. Kini, aksara ini juga digunakan untuk menulis kata serapan dari Bahasa Belanda, Inggris, hingga Bahasa Indonesia (seperti Vitamin, Zebra, Fungsi).
Punya Ciri Khas “Cecak Telu” sebagai Penanda
Lantas, bagaimana cara membedakan Aksara Rekan dengan aksara biasa? Caranya sangat mudah. Ciri utamanya adalah adanya Cecak Telu atau tiga titik yang terletak di atas aksara dasar.
Aksara Rekan dibentuk dengan memodifikasi aksara dasar yang bunyinya dianggap paling mendekati bunyi asing tersebut, lalu diberi mahkota tiga titik di atasnya.
Contoh pembentukannya, untuk membuat bunyi “F” atau “V”, penulis Jawa mengambil aksara dasar Pa, lalu memberinya tiga titik di atasnya. Maka jadilah Aksara Rekan Fa/Va.
Daftar 5 Aksara Rekan yang Wajib Tahu
Meskipun ada sumber yang menyebutkan jumlahnya mencapai sembilan, namun yang diakui secara umum dan baku dalam penulisan standar saat ini ada lima buah, yaitu:
- Kha
- Dza
- Fa / Va
- Za
- Gha
Aturan Penulisan yang Harus Diperhatikan

Menulis Aksara Rekan tidak boleh sembarangan. Ada pakem atau aturan tata tulis yang harus dipatuhi agar tulisan Anda terbaca dengan benar:
Tetap Bisa Diberi Sandhangan
Seperti aksara biasa, Aksara Rekan juga bisa diberi sandhangan swara (tanda vokal i, u, e, o) maupun panyigeg (sandhangan untuk mengakhiri suku kata dengan konsonan)
- Aturan Pepet
Jika Aksara Rekan bertemu dengan pepet, maka tanda tiga titik harus dimasukkan ke dalam pepet tersebut.
- Aturan Layar/Wulu/Cecak
Jika bertemu dengan layar (r), wulu (i), atau cecak (ng), maka tanda tiga titik diletakkan di sebelah kiri, sedangkan sandhangan berada di samping kanannya.
Soal Pasangan
Ini adalah poin krusial. Tidak semua Aksara Rekan memiliki bentuk pasangan. Umumnya, hanya Aksara Rekan Fa yang memiliki pasangan.
Kemudian, Aksara Rekan sendiri bisa ditempeli pasangan. Akan tetapi, beberapa pendapat mengungkap bahwa Aksara Rekan mempunyai pasangan yang sama dengan Aksara Rekan itu sendiri.
Penghubung Bahasa
Jadi kesimpulannya, Aksara Rekan adalah jembatan penghubung antara budaya Jawa dengan bahasa asing. Dengan adanya lima huruf sakti ini (Kha, Dza, Fa, Za, Gha), kita bisa menuliskan nama orang modern, istilah ilmiah, atau kata serapan asing dengan akurat dalam Hanacaraka tanpa mengubah bunyi aslinya.***