Mengenal Tembung Saroja dan Contohnya: Pengertian, Fungsi, dan Penerapan

Bagikan :
Ilustrasi mengenal tembung saroja dan contohnya (Pexels// Tima Miroshnichenko)

KabarJawa.com – Jika kita menyelami kekayaan kosakata Bahasa Jawa, kita akan menemukan banyak sekali istilah unik yang menambah keindahan bahasa tersebut. Salah satu yang sering terdengar namun mungkin belum banyak diketahui definisi pastinya adalah Tembung Saroja.

Bagi Anda yang sedang belajar Bahasa Jawa atau ingin memperdalam wawasan budaya, memahami Tembung Saroja sangatlah penting karena penggunaannya masih sangat hidup dalam percakapan sehari-hari maupun karya sastra.

Berdasarkan informasi yang dihimpun KabarJawa.com, berikut penjelasan lengkap mengenai pengertian, fungsi, dan contoh Tembung Saroja.

Apa Itu Tembung Saroja?

Secara harfiah, “Saroja” berarti rangkap atau ganda. Jadi, Tembung Saroja adalah susunan dua kata atau lebih yang memiliki arti sama atau hampir sama, yang digabungkan menjadi satu kesatuan frasa.

Penggabungan dua kata ini bukan tanpa alasan. Tujuannya adalah untuk saling mempertegas makna. Masyarakat Jawa menggunakan istilah ini agar ucapan mereka terdengar lebih mantap dan sopan.

Beberapa contohnya antara lain sebagai berikut.

Bagas Waras

Kata Bagas artinya sehat/kuat, Waras artinya sembuh/sehat. Digabung menjadi Bagas Waras yang bermakna sangat sehat.

Baca juga  Teks Pidato Syukuran Rumah Baru dalam Bahasa Jawa: Sederhana tapi Penuh Makna

Puji Pandonga

Puji artinya memuji/doa, Pandonga artinya doa. Digabung bermakna doa dan harapan yang tulus.

Fungsi Tembung Saroja

Pada dasarnya, Tembung Saroja memiliki fungsi untuk memberikan penekanan yang lebih kuat pada suatu kondisi. Misalnya, “Babak Bundhas” terdengar lebih parah lukanya daripada sekadar “Bundhas” (luka lecet).

Kemudian, tembung ini juga bisa membuat kalimat terdengar lebih puitis, indah, dan luwes. Ini sering ditemukan dalam pidatoatau pewayangan. Kemudian juga bakal memberikan nuansa emosi yang lebih kaya dalam berkomunikasi.

Kumpulan Tembung Saroja dan Artinya

Untuk memudahkan Anda belajar, berikut adalah kumpulan contoh Tembung Saroja yang sering digunakan, dikelompokkan berdasarkan maknanya:

Menggambarkan Kondisi/Sifat

  • Abang branang: Merah sekali (menyala).
  • Peteng dhedhet: Gelap gulita.
  • Padhang jingglang: Terang benderang.
  • Babak bundhas: Luka parah/babak belur.
  • Gagah prakosa: Sangat gagah dan kuat.
  • Edi peni: Indah sekali (biasanya untuk barang/pemandangan).
  • Adi luhung: Bernilai tinggi/mulia (biasanya untuk budaya).
  • Bagas waras: Sehat walafiat.
  • Kukuh bakuh: Sangat kuat/kokoh.
  • Mukti wibawa: Kedudukan tinggi dan berwibawa.
  • Amrik minging: Harum semerbak.
  • Sabar darana: Sangat sabar.
Baca juga  Mengenal Aksara Swara (A, I, U, E, O): Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsinya

Menggambarkan Tingkah Laku

  • Tindak tanduk: Tingkah laku.
  • Solah bawa: Perilaku/gerak-gerik.
  • Budi pekerti: Akhlak/watak.
  • Andhap asor: Rendah hati/sopan santun.
  • Tata krama: Sopan santun/aturan perilaku.
  • Tandang grayang: Melakukan pekerjaan (cekatan).
  • Gepok senggol: Bersentuhan fisik.
  • Gotong royong: Bekerja bersama-sama.
  • Njungkir walik: Jungkir balik (bekerja keras).

Frasa Umum Lainnya

  • Sato kewan: Hewan-hewanan.
  • Sanak sedulur: Sanak saudara/kerabat.
  • Wadya bala: Pasukan prajurit/bala tentara.
  • Sayuk rukun: Hidup rukun dan damai.
  • Ayem tentrem: Tenang dan damai.
  • Japa mantra: Doa-doa/mantra.
  • Tepa tuladha: Contoh/teladan.

Kata sebagai Penegasan

Jadi kesimpulannya, pengertian Tembung Saroja adalah dua kata dalam Bahasa Jawa yang memiliki arti sama atau hampir sama. Yang mana, kata ini digabungkan untuk mempertegas makna.

Adapun contoh yang paling mudah diingat adalah “Bagas Waras” (sehat) dan “Tata Krama” (sopan santun). Dengan menggunakan Tembung Saroja, bahasa yang kita gunakan akan terdengar lebih halus, berbobot, dan bercita rasa sastra.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya