Mengenal Peribahasa Jawa yang Mengajarkan Kecerdikan, Kesabaran, dan Etika Hidup

Bagikan :
Makna Weton Minggu Wage 27 April 2025 Karakter, Jodoh, Karier, dan Hari Baik Menurut Primbon Jawa
Ilustrasi – peribahasa Jawa (Sumber Gambar : Pinterest/Camelia Yanuar)

KABAR JAWA – Budaya Jawa memiliki kekayaan bahasa yang tidak hanya indah, tetapi juga sarat makna. Salah satu warisan terpenting dari budaya ini adalah peribahasa atau pepatah yang diwariskan secara turun-temurun.

Masing-masing ungkapan yang lahir dari kearifan lokal tersebut menyimpan pesan moral, panduan bersikap, dan nilai-nilai yang relevan untuk menjalani kehidupan, bahkan di zaman modern seperti sekarang.

Bagi masyarakat Jawa, peribahasa bukan sekadar susunan kata yang indah didengar. Ini menjadi pengingat sekaligus pedoman, mengajarkan kecerdikan, kesabaran, dan etika hidup.

Tidak heran jika hingga kini banyak orang yang masih berpegang pada ajaran yang terkandung di dalamnya.

Ojo Adigang, Adigung, Adiguna

Salah satu peribahasa Jawa yang paling terkenal adalah Ojo Adigang, Adigung, Adiguna.
Adigang menggambarkan sikap pamer kekuatan atau kekuasaan yang dimiliki.

Adigung berarti menyombongkan keluhuran, keturunan, atau kebangsawanan yang diwariskan.

Sedangkan Adiguna bermakna pamer kepandaian atau kecerdikan, seperti sifat ular yang memiliki bisa mematikan.

Secara keseluruhan, ungkapan ini memberi pesan agar seseorang tidak terlalu membanggakan kekuatan, derajat, maupun kepandaian.

Baca juga  Teks MC Bahasa Jawa Acara Pernikahan: Lengkap Mulai Akad hingga Resepsi

Kesombongan yang berlebihan justru akan menjauhkan kita dari sikap rendah hati dan membuat orang lain enggan menghargai.

Wong Sabar Rejekine Jembar, Wong Ngalah Uripe Berkah

Melansir dari berbagai sumber, peribahasa ini mengandung makna mendalam yakni orang yang sabar akan memperoleh rezeki yang luas, dan mereka yang mau mengalah akan mendapatkan keberkahan dalam hidup.

Nilai yang diajarkan adalah pentingnya kesabaran dan sikap tidak memaksakan kehendak.

Dalam kehidupan sehari-hari, kedua hal ini dapat menciptakan hubungan yang harmonis, baik dengan keluarga, teman, maupun masyarakat luas.

Alon-alon Waton Kelakon

Ungkapan ini berarti pelan-pelan asal tercapai. Maknanya adalah kesuksesan tidak harus diraih secara terburu-buru.

Terkadang, proses yang lambat namun terarah justru memberikan hasil yang lebih baik.

Peribahasa ini mengingatkan bahwa ketekunan dan kesabaran adalah kunci untuk mewujudkan tujuan hidup, tanpa harus mengorbankan kualitas atau merugikan diri sendiri.

Sura Dira Jaya Ningrat, Lebur Dening Pangastuti

Jika diterjemahkan, peribahasa ini mengajarkan bahwa segala keberanian, kekuatan, kejayaan, dan kedudukan akan luluh oleh kebijaksanaan, kesabaran, dan kasih sayang.

Baca juga  Apa Arti "Walid Nak Dewi Boleh"? Serial Bidaah Viral, Ulah Walid Jadi Sorotan

Pesan ini mengajak kita untuk mengedepankan kelembutan hati dan kearifan, karena kekuatan fisik maupun kekuasaan tidak akan berarti tanpa budi pekerti yang luhur.

Narimo Ing Pandum

Peribahasa Narimo Ing Pandum mengajarkan arti menerima dengan ikhlas segala takdir dan bagian hidup yang telah ditentukan untuk kita.

Bukan berarti pasrah tanpa usaha, tetapi lebih kepada bersyukur dan tidak mengeluh berlebihan atas apa yang sudah menjadi bagian kita.

Sikap ini membantu menjaga hati tetap tenang meskipun menghadapi keadaan yang sulit.

Sapa Nandur Bakal Ngunduh

Ungkapan ini mengandung pesan sederhana namun kuat yakni apa yang kita tanam, itulah yang akan kita tuai.

Jika kita menanam kebaikan, maka kebaikan pula yang akan kembali pada kita. Sebaliknya, jika menanam keburukan, hasilnya pun akan buruk.

Prinsip ini menanamkan kesadaran untuk selalu bertindak bijak dan bertanggung jawab dalam setiap perbuatan.

Sabar Iku Lire Momot Kuat Nandhang Sakening Coba lan Pandhadharaning Urip

Peribahasa ini menegaskan bahwa kesabaran adalah kemampuan untuk menahan diri dari segala godaan dan ujian hidup.

Baca juga  Kosakata Warna dalam Bahasa Kromo: Merah, Kuning, Hijau, dll

Orang yang memiliki kesabaran sejati akan lebih mampu menghadapi berbagai rintangan tanpa kehilangan kendali atas dirinya.

Urip Iku Urup

Selanjutnya, ada peribahasa “Urip Iku Urup” yang berarti bahwa hidup tidak hanya untuk kepentingan diri sendiri. Kita dianjurkan untuk memberi manfaat bagi orang lain, sekecil apa pun bentuknya.

Kehidupan yang dijalani dengan memberi kesejahteraan, menebar kedamaian, saling menghormati, dan menghindari sikap yang merugikan orang lain akan membawa keberkahan.

Hidup yang berarti adalah hidup yang menyala bagi sesama, bukan menjadi beban atau penghalang bagi orang lain.

Peribahasa-peribahasa Jawa di atas bukan sekadar warisan bahasa, tetapi juga petunjuk hidup yang mengajarkan kecerdikan, kesabaran, dan etika.

Nilai-nilai tersebut tetap relevan untuk segala zaman, menjadi penuntun dalam mengambil keputusan, berperilaku, dan membangun hubungan dengan orang lain.

Dengan memahami serta mengamalkan maknanya, maka kita tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga membentuk diri menjadi pribadi yang bijak, rendah hati, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya