Daftar Kosakata Bahasa Jawa Dasar untuk Wisatawan saat Liburan di Jogja

Bagikan :
Ilustrasi daftar kosakata Bahasa Jawa dasar untuk wisata di Jogja /Unsplash

KabarJawa.com – Liburan ke Yogyakarta memang belum lengkap rasanya jika tidak mencoba berinteraksi dengan warga lokal menggunakan bahasa daerah.

Meskipun sebagian besar warga Jogja fasih berbahasa Indonesia, menggunakan sedikit Bahasa Jawa, terutama Krama Alus/Sopan, bakal memberikan kesan sangat menghargai dan sering kali membuat warga lokal lebih ramah.

Untuk itu, informasi yang dhimpun KabarJawa.com, berikut adalah daftar kosakata dasar Bahasa Jawa yang patut dikuasai wisatawan:

Kosakata Dasar

Dalam budaya Jawa, tata krama atau unggah-ungguh memegang peranan penting. Pemilihan kata yang tepat mencerminkan sikap hormat kepada lawan bicara.

Beberapa ungkapan dasar yang perlu diingat antara lain:

  • Matur nuwun: Terima kasih.
  • Nyuwun sewu / Amit: Permisi. Biasanya diucapkan ketika hendak bertanya kepada pelayan.
  • Nyuwun pangapunten: Mohon maaf.
  • Monggo: Silakan atau mari. Lazim terdengar saat seseorang mempersilakan orang lain.
  • Ndherek langkung: Numpang lewat. Diucapkan sembari sedikit membungkuk ketika melintasi orang yang sedang duduk.
  • Nggih / Injih: Ya atau iya dalam bentuk sangat sopan.
  • Mboten: Tidak.

Penggunaan istilah-istilah tersebut membantu wisatawan tampil lebih santun di mata masyarakat setempat.

Baca juga  Cara Membaca Aksara Jawa yang Bertumpuk: Panduan Mudah bagi yang Baru Belajar

Bekal Belanja di Pasar Tradisional

Kawasan Malioboro dan pasar tradisional seperti Pasar Beringharjo menjadi tujuan favorit wisatawan yang ingin berburu batik atau oleh-oleh khas. Saat bertransaksi, pemilihan bahasa yang lebih halus dapat menciptakan suasana tawar-menawar yang lebih akrab.

Beberapa kosakata yang bisa digunakan antara lain:

  • Pinten?: Berapa harganya? Disarankan memakai kata ini dibanding “Piro” yang tergolong bahasa ngoko atau kurang halus.
  • Tumbas: Beli.
  • Awis: Mahal. Dalam ngoko disebut “Larang”.
  • Mirah: Murah.
  • Kirang / Kirangi: Kurang atau boleh kurang?
  • Pas-e pinten?: Harga pasnya berapa?
  • Menika: Ini.
  • Niku: Itu.

Kata-kata untuk Bertanya Arah dan Naik Transportasi Tradisional

Ketika menjelajahi sudut-sudut kota atau menggunakan transportasi tradisional seperti becak dan andong, kemampuan memahami istilah arah akan sangat membantu.

Beberapa frasa penting yang patut diketahui di antaranya:

  • Ajeng tindak pundi?: Mau pergi ke mana? Biasanya dilontarkan oleh pengemudi becak.
  • Teng pundi?: Ke mana?
  • Mriki: Di sini.
  • Mrika: Di sana.
  • Tengen: Kanan.
  • Kiwo: Kiri.
  • Lurus: Lurus.
  • Mandap: Turun. Diucapkan ketika ingin berhenti dari kendaraan.
Baca juga  Teks MC Walimatus Safar Haji 2025 Bahasa Jawa Lengkap Susunan Acara, Mulai Pembuka-Penutup

Kosakata Tambahan

Selain percakapan dasar dan kebutuhan belanja, terdapat sejumlah kata lain yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Berikut beberapa diantaranya:

  • Sinten?: Siapa?
  • Kula: Saya.
  • Panjenengan: Anda atau kamu dalam bentuk sangat halus.
  • Pinarak: Mampir, biasanya sebagai ajakan masuk.
  • Dahar: Makan.
  • Nginjuk / Ngunjuk: Minum.
  • Toya: Air, khususnya air putih.
  • Sadeyan: Jualan.
  • Wonten / Enek: Ada.
  • Nderek ting wingking: Numpang ke toilet atau kamar kecil. Ini termasuk cara paling sopan untuk menanyakan fasilitas tersebut.

Selain itu, bagi wisatawan yang belum percaya diri menggunakan Bahasa Jawa, tidak perlu khawatir lagi. Warga Jogja dikenal ramah dan terbuka terhadap pendatang.

Jika ragu, cukup awali percakapan dengan kalimat, “Nyuwun sewu, Pak/Bu…”, lalu lanjutkan dalam Bahasa Indonesia.

Pendekatan sederhana tersebut sudah menunjukkan itikad baik untuk menghormati budaya lokal. Interaksi pun tetap berlangsung hangat tanpa mengurangi kenyamanan kedua belah pihak.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid