
KabarJawa.com – Bagi Anda yang baru mulai belajar Aksara Jawa atau Hanacaraka, mungkin Anda pernah merasa pusing saat melihat deretan huruf yang tidak sejajar. Ada huruf yang berdiri tegak, namun tiba-tiba ada huruf lain yang “nyempil” atau menumpuk di bawahnya.
Fenomena inilah yang sering kali membuat pemula bingung cara membacanya. Padahal, jika sudah tahu kuncinya, membaca aksara bertumpuk ini justru cukup logis dan menyenangkan.
Adapun tumpukan huruf tersebut dalam tata bahasa Jawa dikenal dengan istilah Pasangan. Lalu apa itu Pasangan? Berdasarkan informasi yang dihimpun KabarJawa.com, berikut adalah panduan sederhana untuk memahami dan membacanya.
Apa Itu Huruf yang Bertumpuk di Aksara Jawa?
Dalam aksara Latin, jika kita ingin menulis huruf mati (konsonan) di tengah kata, kita cukup menulis hurufnya saja. Contoh, dalam kata “Manda”, huruf “n” otomatis mati bertemu “d”.
Namun, beda halnya dengan Aksara Jawa. Aksara dasar Jawa (Ha, Na, Ca, Ra, Ka, dst) bersifat silabik atau terbuka, artinya semua huruf, misal huruf “Na” dibaca “Na”, bukan “N”.
Lantas, bagaimana jika kita ingin mematikan bunyi vokal tersebut agar “Na” menjadi “N”? Di sinilah peran Pasangan. Pasangan adalah bentuk khusus dari 20 aksara dasar yang berfungsi untuk “mematikan” atau menghilangkan bunyi vokal (huruf A) pada aksara sebelumnya. Jadi, huruf yang bertumpuk di bawah itu adalah kuncinya.
Contoh Membaca Aksara Bertumpuk

Secara aturan, pasangan aksara Jawa ditulis setelah aksara yang ingin dimatikan vokalnya. Berikut contoh-contohnya:
- Kasus “Ngga” ( ꦔ꧀ꦒ )
Anda menulis huruf “Nga” (ꦔ), lalu Anda ingin menambahkan huruf “Ga”. Agar huruf “Nga” tadi berubah bunyi menjadi “Ng” (mati), maka huruf “Ga” yang mengikutinya harus berubah wujud menjadi Pasangan Ga (꧀ꦒ). Posisi Pasangan Ga ini diletakkan di bawah atau menumpuk pada huruf Nga. Hasil bacanya menjadi “Ngga”.
- Kasus “Nulis Aksara Jawa’
Kemudian, jika ingin menulis ‘Nulis Aksara’, maka penulisannya (ꦤꦸꦭꦶꦱꦄꦏ꧀ꦱꦫꦗꦮ). Sebab, apabila huruf ‘ka’ tidak dimatikan dan ‘sa’ tak diberi pasangan, maka akan berbunyi (ꦤꦸꦭꦶꦱꦲꦏꦱꦫꦗꦮ) atau ‘Nulisa Akasara Jawa’.
Aturan Penggunaan Pasangan
Berdasarkan laman resmi SMAN 13 Semarang, diketahui bahwa mengingat jumlah aksara dasar Hanacaraka ada 20 (Ha sampai Nga), maka jumlah Pasangan juga ada 20. Masing-masing huruf memiliki bentuk pasangannya sendiri yang unik.
Ada pula beberapa aturan yang perlu diingat. Pertama, pasangan tidak boleh ditulis di awal kata atau awal kalimat. Mengapa? Karena fungsi pasangan adalah mematikan huruf sebelumnya.
Jika di awal kalimat tidak ada huruf sebelumnya, maka tidak ada yang perlu dimatikan. Kedua, yaitu soal aturan penulisan dari kiri ke kanan.
Kunci Membaca Aksara Jawa
Jadi kesimpulannya, cara membaca Aksara Jawa bertumpuk adalah dengan memperhatikan pasangannya. Yang mana, fungsinya seperti yang sudah dijelaskan di atas.
Dengan dengan memahami konsep Pasangan ini, maka Anda bakal memegang kunci agar bisa membaca kalimat Aksara Jawa yang kompleks dengan lancar.***