
KabarJawa.com – Bagi Anda yang sedang mempelajari Aksara Jawa, ada satu kemampuan dasar yang sangat penting untuk dikuasai, yaitu menuliskan nama orang.
Berbeda dengan menulis kalimat bahasa Jawa biasa, penulisan nama diri (nama orang, gelar, atau tempat) memiliki aturan estetika tersendiri agar terlihat lebih hormat dan jelas. Lantas, bagaimana sebenarnya kaidahnya?
Untuk itu, berdasarkan informasi yang dihimpun oleh KabarJawa.com, berikut adalah panduan mudah menulis nama dalam Aksara Jawa lengkap dengan contohnya.
Panduan Menulis Nama Orang dalam Aksara Jawa
Sebenarnya, menulis nama dalam Aksara Jawa tidak sesulit yang dibayangkan. Kuncinya terletak pada penggunaan huruf kapital Jawa (Aksara Murda) dan huruf vokal murni (Aksara Swara). Berikut rincian aturannya:
Gunakan Aksara Murda (Huruf Kapital)
Sama seperti penulisan latin di mana huruf depan nama orang menggunakan huruf besar, dalam Aksara Jawa kita disarankan menggunakan Aksara Murda.
Adapun Aksara Murda ada delapan buah yaitu Na (ꦟ), Ka (ꦑ), Ta (ꦡ), Sa (ꦯ), Pa (ꦦ), Nya (ꦘ), Ga (ꦓ), dan Ba (ꦨ).
Gunakan Aksara Swara untuk Vokal Depan
Jika nama orang tersebut diawali dengan huruf vokal (A, I, U, E, O), maka wajib menggunakan Aksara Swara. Ini adalah aksara vokal yang berdiri sendiri.
- A: ꦄ
- I: ꦇ
- U: ꦈ
- E: ꦌ
- O: ꦎ
Misalnya, nama “Agus” diawali dengan ꦄ (Aksara Swara A), bukan ‘ha’.
Gunakan Sandhangan
Untuk mengubah bunyi huruf konsonan (misalnya dari ‘Sa’ menjadi ‘Si’ atau ‘Su’), gunakan sandhangan yang tepat:
- Wulu (ꦶ): Untuk bunyi ‘i’ (Contoh: Sani – Sa – Ni).
- Suku (ꦸ): Untuk bunyi ‘u’ (Contoh: Bayu – Ba – Yu).
- Taling (ꦺ): Untuk bunyi ‘e’ (Contoh: Sela – Se – La).
- Taling Tarung (ꦺꦴ): Untuk bunyi ‘o’ (Contoh: Joko – Jo – Ko).
Gunakan Pasangan dan Penanda Mati
Ini bagian yang sering kali dianggap membingungkan. Jika ada huruf mati di tengah kata (misalnya huruf ‘n’ pada nama Anto), maka huruf setelahnya harus menggunakan bentuk Pasangan.
Namun, jika huruf mati ada di akhir kata (seperti ‘s’ pada Agus), cukup gunakan Pangkon. Khusus untuk bunyi ‘ng’ gunakan Cecak dan bunyi ‘r’ gunakan Layar.
Contoh Praktis Penulisan Nama
Masih bingung dengan teori di atas? Mari kita lihat contoh penerapannya pada nama-nama populer berikut ini:
1. Agus Terdiri dari: Aksara Swara A + Aksara Ga (disuku) + Aksara Sa (dipangkon). Penulisan: ꦄꦒꦸꦱ꧀
2. Anto Terdiri dari: Aksara Swara A + Aksara Na + Pasangan Ta (ditaling tarung). Penulisan: ꦄꦤ꧀ꦠꦺꦴ
3. Indri Terdiri dari: Aksara Swara I + Aksara Na + Pasangan Da (dicakra dan diwulu). Penulisan: ꦆꦤ꧀ꦢ꧀ꦫꦶ
4. Ubaya Terdiri dari: Aksara Swara U + Aksara Ba + Aksara Ya. Penulisan: ꦈꦧꦪ
5. Endro Terdiri dari: Aksara Swara E + Aksara Na + Pasangan Da (dicakra dan ditaling tarung). Penulisan: ꦌꦤ꧀ꦢ꧀ꦫꦺꦴ
Dengan memahami penggunaan Aksara Murda dan Aksara Swara, penulisan nama Anda akan terlihat lebih tepat dan estetis. Nah, itulah panduan singkat cara menulis nama orang menggunakan Aksara Jawa.***