KabarJawa.com – Sertifikat Bahasa Inggris untuk Rekrutmen KAI menjadi salah satu dokumen yang perlu diperhatikan calon pelamar ketika mempersiapkan diri mengikuti seleksi kerja.
Selain digunakan untuk kebutuhan pendidikan, sertifikat kemampuan bahasa Inggris juga dapat menjadi persyaratan dalam proses rekrutmen perusahaan.
Di Indonesia terdapat tiga jenis tes bahasa Inggris yang cukup: TOEFL, IELTS, dan TOEIC. Ketiganya sama-sama mengukur kemampuan berbahasa Inggris, tetapi mempunyai tujuan, format ujian, serta sistem penilaian yang berbeda.
Dari tiga jenis sertifikat bahasa Inggris tersebut, TOEFL, IELTS, dan TOEIC semuanya dapat digunakan untuk rekrutmen KAI, asalkan memenuhi jenis tes, skor minimal, dan ketentuan yang tercantum dalam lowongan yang sedang dibuka.
Berdasarkan ketentuan pada beberapa pengumuman rekrutmen resmi KAI, sertifikat yang dapat digunakan antara lain TOEFL ITP, TOEFL PBT/iBT, TOEIC, dan IELTS.
Adapun skor minimal biasanya disesuaikan dengan jenjang pendidikan pelamar. Sebagai gambaran, ketentuan yang pernah digunakan mencakup:
- SLTA/Kondektur: TOEFL ITP minimal 350, TOEIC 260, atau IELTS 2,5.
- D3: TOEFL ITP minimal 400, TOEIC 345, atau IELTS 4,5.
- D4/S1: TOEFL ITP minimal 500, TOEIC 500, atau IELTS 5,5.
Sertifikat Bahasa Inggris Apa yang Bisa Dipakai untuk Rekrutmen KAI?
Bagi calon pelamar KAI, pertanyaan mengenai jenis sertifikat yang dapat digunakan menjadi hal penting sebelum mengikuti tes.
TOEFL, IELTS, dan TOEIC dapat digunakan dalam rekrutmen KAI, selama jenis sertifikat, skor, masa berlaku, dan ketentuan lainnya sesuai dengan persyaratan lowongan yang dibuka.
Beberapa pengumuman rekrutmen KAI mencantumkan TOEFL ITP, TOEFL PBT/iBT, TOEIC, dan IELTS sebagai sertifikat bahasa Inggris yang dapat digunakan.
Persyaratan skor juga dapat berbeda berdasarkan pendidikan. Sebagai contoh, pelamar lulusan SLTA/Kondektur dapat dikenai batas minimal TOEFL ITP 350, TOEIC 260, atau IELTS 2,5.
Untuk lulusan D3, contoh batas minimalnya adalah TOEFL ITP 400, TOEIC 345, atau IELTS 4,5. Sementara untuk lulusan D4/S1, batas yang pernah ditetapkan antara lain TOEFL ITP 500, TOEIC 500, atau IELTS 5,5.
Ketentuan tersebut bukan berarti berlaku untuk semua rekrutmen KAI. Pelamar harus menjadikan pengumuman resmi pada periode rekrutmen yang sedang berlangsung sebagai acuan utama.
Apa Itu TOEFL?
TOEFL atau Test of English as a Foreign Language merupakan tes kemampuan bahasa Inggris yang banyak digunakan untuk kebutuhan akademik dan pendidikan internasional.
Di Indonesia, TOEFL juga cukup sering digunakan sebagai persyaratan administrasi pendidikan, pekerjaan, maupun seleksi tertentu. Terdapat beberapa jenis TOEFL yang perlu dibedakan, terutama TOEFL iBT dan TOEFL ITP.
1. TOEFL iBT
TOEFL iBT atau Internet-based Test merupakan tes bahasa Inggris internasional yang dilakukan menggunakan komputer. Ujian ini mengukur empat kemampuan utama, yakni Reading, Listening, Speaking, dan Writing.
Skor TOEFL iBT berada pada rentang hingga 120 poin. Tes ini umumnya digunakan untuk keperluan pendidikan luar negeri atau kebutuhan internasional.
Karena cakupan penggunaannya lebih luas dan penyelenggaraannya bersifat internasional, biaya TOEFL iBT biasanya lebih mahal dibandingkan TOEFL ITP.
2. TOEFL ITP
Berbeda dengan TOEFL iBT, TOEFL ITP (Institutional Testing Program) lebih banyak digunakan untuk kebutuhan institusional.
Materi yang diujikan umumnya terdiri atas Listening Comprehension, Structure and Written Expression, serta Reading Comprehension. TOEFL ITP tidak menguji Speaking dan Writing seperti TOEFL iBT.
Rentang skor TOEFL ITP yang umum digunakan dapat mencapai 677 poin.
Bagi pelamar kerja di Indonesia, TOEFL ITP sering menjadi pilihan karena relatif mudah ditemukan dan biaya tesnya cenderung lebih terjangkau. Namun, pelamar tetap harus memastikan lembaga atau perusahaan menerima jenis TOEFL yang dimiliki.
Apa Itu IELTS?
IELTS (International English Language Testing System) merupakan tes kemampuan bahasa Inggris yang digunakan secara luas untuk keperluan pendidikan, pekerjaan, dan migrasi internasional.
Tes ini mengukur empat keterampilan, yaitu Listening, Reading, Writing, dan Speaking. Pada bagian Speaking, peserta menjalani sesi penilaian kemampuan berbicara.
Berbeda dari TOEFL yang menggunakan sistem skor tertentu, IELTS menggunakan Band Score dari 1 sampai 9. Semakin tinggi band yang diperoleh, semakin baik kemampuan bahasa Inggris peserta.
IELTS memiliki beberapa jenis tes, termasuk IELTS Academic dan IELTS General Training. Ada pula IELTS UKVI yang digunakan untuk kebutuhan visa tertentu di Inggris.
Karena itu, calon peserta perlu memilih jenis IELTS sesuai dengan tujuan penggunaan sertifikat.
Apa Itu TOEIC?
TOEIC (Test of English for International Communication) merupakan tes yang dirancang untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris dalam konteks komunikasi profesional dan dunia kerja.
Jika TOEFL lebih identik dengan lingkungan akademik, TOEIC lebih dekat dengan situasi yang biasa ditemukan dalam pekerjaan, seperti komunikasi di lingkungan perusahaan dan aktivitas bisnis internasional.
Salah satu versi TOEIC yang banyak dikenal adalah TOEIC Listening and Reading. Tes tersebut berfokus pada kemampuan memahami bahasa Inggris melalui bagian Listening dan Reading.
Skor TOEIC berada pada rentang 10 hingga 990 poin. Sertifikat TOEIC banyak digunakan perusahaan maupun institusi untuk mengetahui kemampuan bahasa Inggris calon pekerja atau karyawan.
Perbedaan TOEFL, IELTS, dan TOEIC
Meskipun sama-sama digunakan untuk mengetahui kemampuan bahasa Inggris, tujuan ketiga tes tersebut tidak sepenuhnya sama.
TOEFL iBT lebih erat dengan kebutuhan akademik dan pendidikan internasional. Tes ini mengukur Reading, Listening, Speaking, dan Writing dengan skor maksimal 120.
Sementara itu, TOEFL ITP lebih banyak digunakan untuk keperluan institusional. Materinya mencakup Listening, Structure, dan Reading dengan skor hingga 677.
IELTS mempunyai cakupan penggunaan yang cukup luas, mulai dari pendidikan, pekerjaan, hingga imigrasi. Peserta diuji melalui empat kemampuan bahasa dan memperoleh nilai dalam bentuk Band Score 1–9.
Adapun TOEIC lebih berorientasi pada penggunaan bahasa Inggris dalam lingkungan kerja. Versi Listening and Reading memiliki rentang skor 10–990.
Kisaran Biaya Tes TOEFL, IELTS, dan TOEIC
Selain menentukan jenis tes, calon peserta juga perlu mempertimbangkan biaya. Tarif ujian bahasa Inggris dapat berbeda berdasarkan penyelenggara, lokasi, jenis tes, dan layanan yang diperoleh.
Secara umum, berikut gambaran kisaran biaya yang perlu disiapkan:
- TOEFL ITP: sekitar Rp550.000–Rp850.000.
- TOEFL iBT: sekitar Rp3.400.000–Rp3.700.000.
- IELTS Regular: sekitar Rp3.600.000.
- IELTS UKVI: sekitar Rp4.060.000.
- TOEIC Listening & Reading: sekitar Rp675.000–Rp850.000.
Tarif tersebut hanya merupakan kisaran dan dapat berubah sewaktu-waktu. Peserta sebaiknya mengecek biaya terbaru kepada penyelenggara resmi sebelum melakukan pendaftaran.
Apakah Tes Prediksi TOEFL Bisa Digunakan?
Selain tes resmi, banyak lembaga menawarkan TOEFL prediction test dengan biaya yang jauh lebih murah. Harganya bahkan dapat berada di kisaran Rp50.000–Rp150.000, tergantung penyelenggara.
Namun, sertifikat atau hasil tes prediksi tidak otomatis dapat digunakan untuk keperluan resmi. Penerimaannya bergantung pada persyaratan lembaga atau perusahaan yang meminta sertifikat tersebut.
Karena itu, pelamar KAI sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan harga ketika memilih tes bahasa Inggris. Pastikan jenis sertifikat yang diambil memang tercantum dalam persyaratan rekrutmen.***