KabarJawa.com – Romelu Lukaku memblok sundulan rekan setimnya sendiri, Federico Dimarco, dalam final Liga Champions 2023.
Momen tersebut menjadi salah satu kejadian paling ironis dalam pertandingan ketika Inter Milan berusaha mengejar Manchester City di Stadion Atatürk, Istanbul.
Final Liga Champions UEFA 2023 mempertemukan dua tim dengan ambisi besar. Manchester City memburu trofi Eropa pertama mereka, sedangkan Inter Milan datang dengan tekad mengakhiri pertandingan sebagai juara.
Namun, sebuah kejadian yang berlangsung hanya dalam hitungan detik membuat peluang Inter untuk mencetak gol penyama kedudukan kembali menjadi cerita tersendiri.
Lukaku, yang masuk dari bangku cadangan, tanpa sengaja berada di titik yang salah ketika Dimarco melepaskan sundulan ke arah gawang.
Bagaimana Romelu Lukaku Bisa Memblok Sundulan Dimarco?
Momen tersebut terjadi setelah Manchester City lebih dulu membuka keunggulan melalui Rodri pada menit ke-68.
Inter kemudian mencoba merespons. Serangan mereka menghasilkan situasi berbahaya di depan gawang City sekitar menit ke-71.
Federico Dimarco berada di area penalti dan berhasil menyambut bola dengan kepalanya. Sundulan pertama pemain asal Italia itu tidak langsung masuk ke gawang karena bola justru mengenai mistar.
Bola kemudian memantul kembali ke area yang masih bisa dijangkau Dimarco.
Dimarco tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Ia kembali mencoba mengarahkan bola ke gawang melalui sundulan kedua.
Di saat bersamaan, Lukaku berada di sekitar jalur bola. Penyerang Belgia itu tidak sedang mencoba mengganggu Dimarco.
Bahkan, posisinya membuat ia tidak mengetahui bahwa bola sedang diarahkan ke gawang. Akibatnya, bola hasil sundulan kedua Dimarco justru mengenai tubuh Lukaku.
Peluang yang semestinya bisa menjadi ancaman serius bagi Ederson pun berakhir sebelum mencapai gawang.
Inilah yang membuat kejadian tersebut terasa begitu pahit bagi Inter. Bola bukan dihentikan pemain bertahan City, melainkan justru terkena pemain Inter sendiri.
Laporan pertandingan resmi Manchester City juga mencatat insiden tersebut sebagai peluang Dimarco yang kemudian terhalang oleh Lukaku.
Jika melihat situasinya secara sekilas, Lukaku memang tampak seperti pemain yang menghalangi bola. Namun, konteks kejadiannya jauh berbeda.
Lukaku berada dalam posisi yang tidak ideal dan tidak menyadari bahwa Dimarco akan melakukan sundulan kedua setelah bola memantul dari mistar.
Karena itu, insiden tersebut bukan sebuah kesalahan yang dilakukan dengan sengaja. Justru, situasi tersebut menjadi contoh bagaimana detail kecil dalam pertandingan sepak bola level tertinggi bisa mengubah jalannya pertandingan.
Dalam sebuah final, posisi pemain beberapa langkah saja dapat menentukan apakah sebuah peluang berakhir menjadi gol atau malah terbuang.
Bagi Inter, momen itu tentu terasa semakin menyakitkan karena mereka sedang membutuhkan gol untuk menghidupkan kembali pertandingan.
Inter Belum Menyerah Setelah Insiden Itu
Meski peluang Dimarco berakhir dengan cara yang tidak biasa, Inter Milan masih memiliki waktu untuk mengejar ketertinggalan.
Skuad Simone Inzaghi terus mencari celah di pertahanan City. Tekanan Inter bahkan menghasilkan kesempatan lain yang melibatkan Lukaku.
Kali ini, Lukaku berada di posisi yang tepat untuk mencoba mencetak gol.
Lukaku memperoleh peluang melalui sundulan dari jarak dekat. Bola sebenarnya mengarah ke gawang dan berpotensi menjadi gol penyama.
Namun, Ederson tampil sigap. Kiper Manchester City tersebut berhasil menggagalkan sundulan Lukaku dan menjaga keunggulan timnya. Penyelamatan itu menjadi salah satu momen penting dalam upaya City mempertahankan skor.
Inter terus mencoba hingga pertandingan memasuki fase akhir. Akan tetapi, pertahanan City mampu bertahan, sementara Ederson kembali menunjukkan ketenangannya ketika menghadapi tekanan.
Gol tunggal City dicetak Rodri pada menit ke-68. Gol tersebut menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung ketat dan membuat City mengangkat trofi Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.
Kemenangan di Istanbul juga menyempurnakan musim luar biasa Manchester City pada 2022/2023.
Sebelum menjadi juara Eropa, mereka telah memenangkan Premier League dan FA Cup. Dengan tambahan Liga Champions, City berhasil mengamankan treble.***