
KabarJawa.com – Memasuki hari ke-6 bulan suci Ramadhan 1447 H, suasana ibadah di berbagai masjid masih terasa semarak.
Jamaah tetap antusias mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan, mulai dari sholat berjamaah hingga kajian singkat yang menjadi tradisi tahunan.
Salah satu agenda yang hampir selalu hadir untuk mengisi momentum tersebut adalah Kultum atau Kuliah Tujuh Menit.
Kultum biasanya disampaikan pada waktu-waktu yang dinilai efektif, seperti menjelang waktu berbuka puasa saat jamaah menanti adzan Maghrib, atau selepas sholat Isya dan Tarawih.
Kehadiran kultum berfungsi sebagai pengingat spiritual agar esensi puasa tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas menahan lapar dan haus, tetapi juga sebagai proses pembinaan diri secara menyeluruh.
Bagi yang mendapat amanah untuk menyampaikan kultum pada hari ke-6 Ramadhan, persiapan materi menjadi hal penting agar pesan yang disampaikan tepat sasaran dan mudah dipahami jamaah.
Kumpulan Tema Kultum Ramadhan Hari ke-6
Dan bagi Anda yang kebetulan bertugas untuk menyampaikan kultum hari ini, berikut berikut KabarJawa.com sajikan beberapa referensinya:
- Keutamaan Menjaga Lisan dari Ghibah di Bulan Suci
- Istiqomah: Menjaga Semangat Tarawih Agar Tidak Pudar di Pertengahan Bulan
- Menahan Emosi dan Amarah Sebagai Inti Kesabaran Berpuasa
- Adab Berbuka Puasa Sesuai Tuntunan Sunnah Rasulullah
- Bahaya Sifat Riya’ (Pamer Ibadah) di Era Media Sosial
- Memaknai Lapar dan Dahaga untuk Menumbuhkan Empati Sosial
- Sedekah Rahasia: Amalan Ringan Penolak Bala di Bulan Ramadhan
- Keistimewaan Waktu Sahur untuk Memperbanyak Istighfar
- Mengapa Doa Orang yang Berpuasa Sangat Mustajab?
- Menjadikan Al-Qur’an Sebagai Sahabat Sejati di Bulan Berkah
- Puasa Anggota Badan: Saat Mata dan Telinga Ikut Berpuasa
- Syukur atas Nikmat Sehat yang Sering Terlupakan
- Pentingnya Mencari Rezeki Halal Agar Ibadah Diterima
- Berbakti Kepada Orang Tua (Birrul Walidain) di Bulan Maghfirah
- Menjalin Silaturahmi dan Saling Memaafkan Antar Sesama
- Menghindari Perilaku Mubazir (Boros) Saat Membeli Takjil
- Ikhlas dalam Beramal: Kunci Diterimanya Puasa Kita
- Mengelola Waktu Ramadhan Agar Terselamatkan dari Kelalaian
- Niat Puasa: Fondasi Utama yang Menentukan Kualitas Amal
- Mendidik Anak-Anak agar Mencintai Ibadah di Bulan Ramadhan
Contoh Teks Kultum Ramadhan 1447 H Tema Bahaya Lisan yang Menghancurkan Pahala Puasa
Berikut contoh materi kultum dengan estimasi durasi lima hingga tujuh menit saat disampaikan dengan tempo sedang:
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang masih memberikan kita nikmat iman, nikmat Islam, serta kesempatan untuk menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini.
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.
Hadirin jamaah yang dirahmati Allah,
Pada kesempatan hari ke-6 puasa Ramadhan ini, marilah kita merenungkan satu hal yang sering kali dianggap ringan, namun dampaknya sangat besar terhadap kualitas puasa kita, yaitu menjaga lisan.
Betapa banyak orang yang mampu menahan lapar dan dahaga sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, namun masih lalai dalam menjaga ucapan.
Padahal, lisan yang tidak terkontrol dapat mengurangi bahkan menghilangkan pahala puasa. Ghibah, fitnah, berkata kasar, berdusta, hingga menyakiti perasaan orang lain melalui ucapan, semuanya menjadi ancaman serius bagi kesempurnaan ibadah kita.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengingatkan bahwa puasa bukan sekadar menahan makan dan minum, tetapi juga menahan diri dari perkataan dan perbuatan yang sia-sia. Oleh karena itu, ketika kita berpuasa, sejatinya seluruh anggota tubuh turut berpuasa, termasuk lisan.
Jamaah sekalian,
Di era sekarang, menjaga lisan tidak hanya berarti menjaga ucapan secara langsung, tetapi juga menjaga tulisan di media sosial.
Apa yang kita ketik dan bagikan, jika mengandung keburukan, tetap tercatat sebagai perbuatan yang akan dimintai pertanggungjawaban.
Mari jadikan Ramadhan ini sebagai momentum untuk melatih diri berbicara yang baik atau memilih diam. Jika tidak mampu berkata yang membawa manfaat, maka diam adalah pilihan yang lebih selamat.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menerima puasa kita, menjaga lisan kita dari perkataan yang tidak diridhai-Nya, dan menjadikan Ramadhan tahun ini sebagai sarana peningkatan kualitas iman dan takwa.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Nah, itulah tadi beberapa tema serta materi kultum puasa Ramadhan 1447 H / 2026 hari ke-6 yang bisa Anda jadikan referensi.***