Khutbah Jumat 27 Maret 2026, Teks Singkat Tema Menyambut Bulan Syawal 1447 H

Bagikan :
Ilustrasi teks khutbah Jumat tema Syawal 1447 H / 2026 (AI // Kabar Jawa)

KabarJawa.com – Umat Islam akan kembali menggelar ibadah wajib sholat Jumat, termasuk pada pekan ini yang jatuh pada tanggal 27 Maret 2026.

Mengingat saat ini kita masih berada di suasana minggu pertama pasca-Lebaran, maka materi khutbah yang paling relevan untuk diangkat adalah mengenai keutamaan dan pesan moral di bulan Syawal 1447 H.

Bagi para takmir masjid maupun khatib yang sedang bertugas dan membutuhkan referensi materi, melansir intisari khutbah dari laman resmi MUI, berikut KabarJawa.com sajikan naskah khutbah Jumat singkat tema bulan Syawal.

Naskah Khutbah Jumat Singkat Tema Syawal 1447 H / 2026

Khutbah I

اللهُ أَكْبَرُ 9x، وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا، وَنَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ، وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ، وَنَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ، وَرَحْمَتُهُ الْمُهْدَاةُ، وصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ وَّالَاهُ.

أَمَّا بَعْدُ، فَأُوصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ، القَائِلِ فِي كِتَابِهِ الكَرِيْمِ: (قُلۡ بِفَضۡلِ ٱللَّهِ وَبِرَحۡمَتِهِۦ فَبِذَٰلِكَ فَلۡيَفۡرَحُواْ هُوَ خَيۡرٞ مِّمَّا يَجۡمَعُونَ)

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Mengawali khutbah pada pagi yang penuh keberkahan ini, khatib berwasiat kepada kita semua, terutama kepada diri khatib pribadi untuk senantiasa berusaha meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT.

Dialah satu-satunya Dzat yang wajib dan berhak disembah, Pencipta segala sesuatu, yang menakdirkan terjadinya segala sesuatu, Maha Kuasa atas segala sesuatu, tidak membutuhkan kepada segala sesuatu dan berbeda dengan segala sesuatu, yang tidak membutuhkan kepada tempat dan arah, serta Yang Maha Suci dari bentuk dan ukuran.

Hadirin Jamaah Rahimakumullah,

Pagi ini, kita berkumpul di tempat yang penuh berkah ini untuk menyambut datangnya bulan Syawal.

Kita telah melepas kepergian Ramadhan. Bulan yang mulia, bulan kebaikan, bulan yang penuh berkah, bulan taubat dan bulan berbagai macam ketaatan dan amal saleh itu telah pergi meninggalkan kita.

Setelah berpisah dengan bulan taubat, marilah kita tetap bertaubat. Setelah berpisah dengan bulan ketaatan, marilah kita tetap istiqamah berbuat taat.

Setelah berpisah dengan bulan Alquran, marilah kita tetap membaca Alquran. Setelah kita berpisah dengan bulan Tarawih, marilah kita tetap melaksanakan shalat-shalat sunnah. Setelah kita berpisah dengan bulan puasa, marilah kita tetap melaksanakan berbagai puasa sunnah.

اللهُ أَكْبَرُ ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Betapa besar kegembiraan seorang mukmin dengan kebaikan-kebaikan yang mampu ia laksanakan di bulan Ramadhan.

Dan betapa mulia seorang mukmin yang tetap berbuat taat setelah meninggalkan Ramadhan.

Memang kegembiraan dengan datangnya hari raya Idul Fitri sangatlah besar dan agung. Namun kegembiraan akan menjadi bertambah agung dan besar ketika seorang mukmin yang bertakwa mendapati sesuatu yang menggembirakannya dalam catatan amalnya di akhirat kelak, di saat banyak orang ketika itu tengah merugi dan celaka.

Hadirin Jamaah Rahimakumullah,

Di antara perilaku yang ditekankan oleh syariat untuk kita lakukan pada momen bahagia seperti hari raya adalah silaturahim.

Tradisi ini sebagaimana telah diajarkan kepada kita oleh baginda Rasulullah SAW dengan perbuatan dan perkataanya.

Setelah Jibril pertama kali membawa wahyu kepada beliau, beliau menceritakan hal itu kepada Sayyidah Khadijah mengenai apa yang terjadi. Lalu Khadijah radhiyallahu ‘anha berkata:

اُثْبُتْ يَا ابْنَ عَمِّ وَأَبْشِـرْ، إِنَّكَ لَتَصِلُ الرَّحِمَ، وتَصْدُقُ الْحَدِيْثَ، وَتَكْسِبُ الْمَعْدُوْمَ، وَتَقْرِي الضَّيْفَ، وتُعِيْنُ عَلَى النَّوَائِبِ

Artinya: “Tetaplah teguh wahai anak pamanku dan berharaplah yang baik, sungguh engkau adalah orang yang betul-betul menyambung tali silaturahim, jujur dalam berbicara, memberi kepada orang yang fakir, menjamu tamu dan membantu orang lain dalam kesulitan-kesulitan.” (HR Bukhari)

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Menyambung silaturahim dengan kerabat adalah termasuk salah satu kewajiban. Sebaliknya memutus silaturahim adalah termasuk salah satu dosa besar.

Rasulullah SAW bersabda:

لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ

Artinya: “Tidak akan masuk surga (bersama orang-orang yang lebih awal masuk surga) orang yang memutus silaturahim.” (HR Bukhari dan Muslim)

Allah SWT berfirman:

فَهَلۡ عَسَيۡتُمۡ إِن تَوَلَّيۡتُمۡ أَن تُفۡسِدُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَتُقَطِّعُوٓاْ أَرۡحَامَكُمۡ. أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَعَنَهُمُ ٱللَّهُ فَأَصَمَّهُمۡ وَأَعۡمَىٰٓ أَبۡصَٰرَهُمۡ

Artinya: “Maka apakah kiranya jika kalian berkuasa kalian akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan silaturahim? Mereka itulah orang-orang yang dilaknat oleh Allah dan dibuat tuli pendengarannya dan dibutakan penglihatannya.” (QS. Muhammad: 22-23)

Adapun yang dimaksud dengan rahim atau arham yang wajib disambung adalah para kerabat kita baik dari jalur ayah atau ibu, seperti paman dan bibi serta putra putri mereka.

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Memutus silaturahim artinya apabila seseorang melakukan sesuatu yang menyebabkan renggang dan putusnya hubungan dengan kerabatnya.

Hal itu seperti tidak mengunjungi mereka dalam momen kebahagiaan atau momen kesedihan, tidak menelepon mereka sama sekali, atau mungkin tidak mau memberikan bantuan kepada kerabat yang membutuhkan, padahal ia mampu.

Hari raya adalah salah satu momen kegembiraan. Karenanya, pada hari ini kita sangat dianjurkan untuk menyambung silaturahim dengan keluarga dan kerabat kita.

Janganlah kita terjerat dengan tipu daya setan yang mendorong kita untuk mengatakan, “kerabatku itu telah menyakitiku, maka aku tidak akan mengunjunginya,” “Kerabatku itu tidak mengunjungiku maka aku memutus hubungan dengannya,” dengan dalih membalas perlakuan buruk dengan keburukan.

Perilaku semacam ini adalah sebab terhalang dari kebaikan. Rasulullah SAW bersabda:

لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ وَلٰكِنَّ الْوَاصِلَ مَنْ وَصَلَ رَحِمَهُ إِذَا قَطَعَتْ

Artinya: “Orang yang sempurna silaturahimnya bukanlah orang yang membalas silaturahim dengan silaturahim, akan tetapi orang yang sempurna silaturahimnya adalah orang yang menyambung silaturahim terhadap kerabatnya yang memutus silaturahim dengannya.” (HR Bukhari)

Hadis ini menyatakan bahwa silaturahim seseorang terhadap kerabat yang memutus silaturahim dengannya lebih utama daripada silaturahim terhadap kerabat yang menyambung silaturahim dengannya.

Allah SWT berfirman:

وَلَا تَسۡتَوِي ٱلۡحَسَنَةُ وَلَا ٱلسَّيِّئَةُۚ ٱدۡفَعۡ بِٱلَّتِي هِيَ أَحۡسَنُ فَإِذَا ٱلَّذِي بَيۡنَكَ وَبَيۡنَهُۥ عَدَٰوَةٞ كَأَنَّهُۥ وَلِيٌّ حَمِيمٞ

Artinya: “Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.” (QS Fushshilat: 34)

Yang dimaksud dengan “Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik” adalah seperti menyikapi marah dengan sabar, tindakan yang bodoh dibalas dengan sikap bijak dan memberi maaf, dan perbuatan buruk dibalas dengan perbuatan baik. Sikap seperti ini akan menyatukan hati dan mengubah keadaan.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Kami juga mengingatkan kita semua pada momen bahagia di hari raya ini untuk saling mengunjungi antartetangga dan teman, serta saling berbagi dan memberi.

Rasulullah SAW bersabda, Allah SWT berfirman dalam hadis qudsi:

الْمُتَحَابِّيْنَ فِيَّ، حَقَّتْ مَحَبَّتِيْ عَلَى الْمُتَنَاصِحِيْنَ فِيَّ، حَقَّتْ مَحَبَّتِيْ عَلَى الْمُتَزَاوِرِيْنَ فِيَّ، حَقَّتْ مَحَبَّتِيْ عَلَى الْمُتَبَاذِلِيْنَ فِيَّ

Artinya: “Mahabbah (kecintaan dan pemberian nikmat)-Ku aku berikan kepada orang-orang yang saling mencintai karena-Ku, mahabbah-ku aku berikan kepada orang-orang yang saling menasihati karena-ku, mahabbah-Ku aku berikan kepada orang-orang yang saling berkunjung karena-Ku dan mahabbah-Ku aku berikan kepada orang-orang yang saling memberi karena-Ku.” (HR Ibnu Hibban)

Rasulullah SAW juga bersabda:

مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يَسْتَتِرَ مِنَ النَّارِ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ، فَلْيَفْعَلْ

Artinya: “Barang siapa yang dapat melindungi dirinya dari neraka walaupun dengan bersedekah dengan separuh dari buah kurma, hendaklah ia lakukan.” (HR Muslim)

Di masa-masa sulit seperti saat ini, ketika banyak orang kehilangan pekerjaan, banyak orang sulit mencari pekerjaan, banyak orang jatuh miskin, banyak orang membutuhkan bantuan, maka janganlah melupakan sedekah.

Kita mulai bersedekah dan membantu kerabat kita yang membutuhkan. Karena bersedekah kepada kerabat, tercatat dua pahala, yaitu pahala silaturahim dan pahala sedekah.

Lalu kita bersedekah dan membantu tetangga-tetangga kita yang membutuhkan. Dan jika kita mampu, setelah itu kita bersedekah dan membantu setiap orang yang membutuhkan bantuan.

Dengan sedekah, bisa jadi kita akan dihindarkan dari wabah serta berbagai penyakit dan keburukan. Bahkan dengan sedekah, kelak kita akan dihindarkan dan dijauhkan dari api neraka serta dimasukkan langsung ke dalam surga.

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Dalam kesempatan ini, saya juga mengingatkan diri saya sendiri dan hadirin sekalian untuk menyempatkan diri berpuasa sunnah enam hari di bulan Syawal.

Baginda Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ وأَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

Artinya: “Barang siapa berpuasa Ramadhan dan mengikutinya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka hal itu menyerupai puasa setahun penuh.” (HR Muslim)

Oleh karena itu, janganlah kita lewatkan kebaikan yang sangat agung ini, apalagi kita sudah terbiasa berpuasa sebulan penuh selama Ramadhan. Karena pahala besar seperti ini belum tentu akan kita dapat dalam amalan sunnah yang lain.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Demikianlah pada pagi hari yang penuh keberkahan ini. Semoga Allah segera mengangkat segala musibah dari negeri yang kita cintai ini. Dan mudah-mudahan kita dipertemukan kembali dengan Ramadhan pada tahun yang akan datang.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah II

Baca juga  Tahun 2026 Jadi Tahun Keberuntungan? Ini Daftar Weton yang Paling Mujur

اللهُ أَكْبَرُ 7x، وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلُهُ، فَاللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ المَيَامِيْنَ، وَالتَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَأُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ وَاتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى فِي هٰذَا الْيَوْمِ الْعَظِيْمِ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى تَمَامِ الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ، وَأَتْبِعُوْا رَمَضَانَ بِصِيَامِ سِتٍّ مِنْ شَوَّالٍ، لِيَكُونَ لَكُمْ كَصِيَامِ الدَّهْرِ وَصَلِّ اللهم وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا أَمَرْتَنَا، فَقُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ: (إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا)، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ، وَارْضَ اللهم عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ، أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ وَالصَّالحينَ،

اللهم اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ، اللهم اجْعَلْ عِيْدَنَا هٰذَا سَعَادَةً وَتَلَاحُمًا، وَمَسَرَّةً وَتَرَاحُمًا، وَزِدْنَا فِيهِ طُمَأْنِيْنَةً وَأُلْفَةً، وَهَنَاءً وَمَحَبَّةً، وَأَعِدْهُ عَلَيْنَا بِالْخَيْرِ وَالرَّحَمَاتِ، وَالْيُمْنِ وَالْبَرَكَاتِ، اللَّهُمَّ اجْعَلِ الْمَوَدَّةَ شِيْمَتَنَا، وَبَذْلَ الْخَيْرِ لِلنَّاسِ دَأْبَنَا، اللهم أَدِمِ السَّعَادَةَ عَلَى وَطَنِنَا، وَانْشُرِ الْبَهْجَةَ فِي بُيُوْتِنَا، وَاحْفَظْنَا فِي أَهْلِيْنَا وَأَرْحَامِنَا، وَأَكْرِمْنَا بِكَرَمِكَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ، يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُ بِٱلۡعَدۡلِ وَٱلۡإِحۡسَٰنِ وَإِيتَآيِٕ ذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَيَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِ وَٱلۡبَغۡيِۚ يَعِظُكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ، فَاذكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، عِيْدٌ سَعِيْدٌ وَكُلُّ عَامٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ

Nah, itulah tadi khutbah Jumat tema Syawal 1447 H / 2026 yang bisa dijadikan referensi untuk disampaikan pada ibadah sholat Jumat pekan ini.***

Baca juga  Kiper Mana yang Dilewati Fernando Torres dengan Tendangan Melambung di Semiifnal Liga Champions UEFA 2012?

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Messi memimpin Argentina juara Piala Dunia 2022 setelah menang adu penalti atas Prancis dalam final dramatis di Qatar.
Pada Tahun Berapa Messi Memimpin Argentina Meraih Gelar Piala Dunia?
Kesalahan Penulisan Aksara Jawa di Kantor Disdikbud Jateng Jadi Sorotan, Begini Fakta dan Evaluasinya
Mengenal Aksara Swara (A, I, U, E, O): Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsinya