Arti Opor Ayam Menurut Orang Jawa: Bukan Sekadar Menu Lebaran, Ternyata Ada Filosofinya

Bagikan :
Ilustrasi arti Opor Ayam menurut orang Jawa ( AI // Kabar Jawa)

KabarJawa.com – Kala gema takbir berkumandang, menandakan datangnya Hari Raya Idul Fitri, aroma khas dari dapur-dapur rumah di Tanah Air mulai tercium. Aroma santan gurih berpadu dengan rempah wangi menyeruak ke udara. Ya, itu adalah aroma Opor Ayam.

Bagi masyarakat Indonesia, khususnya orang Jawa, rasanya belum sah jika belum menyantap hidangan yang satu ini saat Lebaran. Opor ayam seolah menjadi menu wajib yang harus tersaji di meja makan, dan bersanding dengan ketupat.

Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya, mengapa harus opor ayam? Rupanya, dalam kepercayaan masyarakat Jawa, makanan tak sekadar pengisi perut saja.

Di balik gurihnya kuah opor, tersimpan filosofi mendalam tentang kehidupan, spiritualitas, dan hubungan antarmanusia. Berikut adalah penjelasan lengkapnya.

Simbol Permintaan Maaf yang Tulus

Alasan utama mengapa opor ayam identik dengan Lebaran adalah maknanya sebagai simbol permintaan maaf. Dalam tradisi lisan Jawa atau jarwo dosok, bahan utama opor yaitu santan memiliki makna tersirat.

Santan dalam bahasa Jawa sering dikaitkan dengan pangapunten yang berarti permohonan maaf. Jadi, menyuguhkan opor ayam dengan kuah santan kepada tamu atau keluarga bermakna sebuah ajakan tulus untuk saling memaafkan segala kesalahan yang telah lalu. Hal inilah yang dinilai selaras dengan esensi Idul Fitri sebagai momen kembali suci.

Baca juga  Mengupas Apa Itu Lumbung Mataraman: dari Fungsi hingga Nilai Filosofinya

Lambang Persaudaraan

Selain sebagai simbol maaf, tekstur masakan ini juga memiliki artinya sendiri. Berdasarkan laman resmi Universitas Sains dan Teknologi Komputer, diketahui bahwa opor ayam juga dimaknai sebagai simbol kebersamaan.

Perhatikan kuah santannya. Kuah yang kental dan menyatu tersebut melambangkan ikatan persaudaraan yang erat dan solid, baik dalam lingkup keluarga maupun masyarakat.

Harapannya, hubungan antarmanusia yang terjalin akan “kental” dan tidak mudah pecah, sama seperti santan opor yang dimasak dengan baik.

Cita Rasanya Menghangatkan Hati

Filosofi opor juga bisa dirasakan dari lidah turun ke hati. Opor ayam dikenal memiliki cita rasa yang gurih, lembut, hangat, dan kaya akan rempah seperti ketumbar, serai, lengkuas, hingga bawang.

Rasa yang tidak terlalu pedas dan cenderung menenangkan ini mencerminkan kelembutan hati. Ini adalah simbolisasi dari sikap hati yang lapang dan hangat dalam menyambut hari kemenangan, serta kesiapan untuk kembali menjalin silaturahmi dengan suasana yang damai.

Tradisi yang Terus Terjaga

Karena makna filosofisnya yang begitu kuat itulah, tradisi memasak opor ayam diturunkan secara turun-temurun oleh nenek moyang orang Jawa.

Baca juga  Es Dawet dan Wedang Uwuh: Minuman Tradisional Jawa yang Kini Naik Kelas Jadi Produk Wisata Kuliner

Hingga di era modern ini, meskipun banyak menu makanan kekinian bermunculan, opor ayam tetap eksis dan tak tergantikan posisinya.

Masyarakat Jawa memegang teguh tradisi ini bukan hanya karena rasanya yang lezat, tetapi karena mereka ingin merawat nilai-nilai luhur di dalamnya.

Menyajikan opor adalah cara mereka merayakan kemenangan melawan hawa nafsu sekaligus merayakan kemenangan persaudaraan.

Mengandung Arti Kebersamaan hingga Saling Memaafkan

Jadi, arti opor ayam dalam pandangan orang Jawa adalah representasi budaya yang sarat makna sosial dan spiritual. Hidangan ini adalah wujud fisik dari nilai kebersamaan, toleransi, dan semangat saling memaafkan yang dijunjung tinggi saat Idul Fitri.

Dengan demikian, tak heran bila sajian yang satu ini sering kali termasuk dalam daftar menu makanan yang wajib ada saat Lebaran tiba.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid