Miris! 2.495 Pekerja DIY Terkena PHK hingga Juni 2025, Sleman Paling Parah Terdampak

Bagikan :
Banyak Pekerja DIY Terkena PHK/Foto Ilustrasi: Freepik

KABARJAWA – Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menelan pil pahit. Meski geliat ekonomi perlahan bangkit pascapandemi, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terus menampar ribuan keluarga pekerja.

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIY mencatat sebanyak 2.495 pekerja kehilangan pekerjaan mereka selama Januari hingga Juni 2025.

PHK terhadap Pekerja DIY

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIY mengungkap Kabupaten Sleman memikul beban paling berat. Sebanyak 1.940 pekerja di Sleman harus pulang tanpa pekerjaan, sedangkan 360 pekerja di Bantul juga terpaksa menelan nasib serupa.

Kota Yogyakarta pun tak luput, dengan 123 orang kehilangan pekerjaan mereka. Sementara di Kulon Progo 32 orang terkena PHK, dan Gunungkidul mencatat 29 pekerja menjadi korban PHK.

“Sebanyak 11 kasus PHK lainnya tercatat di lingkup skala provinsi,” ujar Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Disnakertrans DIY, R. Darmawan.

Darmawan mengungkap fakta memilukan. Ia menyebut lonjakan PHK terbesar di Sleman terjadi karena wilayah tersebut menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan industri jasa di DIY.

Baca juga  KKN Universitas Mercu Buana Yogyakarta Meriahkan HUT ke-80 RI dengan Lomba Hias Tumpeng di Pasar Beringharjo Barat

Ketika gejolak ekonomi atau penyesuaian strategi perusahaan muncul, Sleman menjadi korban pertama yang terdampak paling parah. Penyebab paling banyak adalah peristiwa kebakaran yang melanda pabrik tekstil belum lama ini.

Namun, Darmawan tetap membawa kabar baik di tengah badai PHK ini. Ia menegaskan bahwa secara umum kondisi ketenagakerjaan DIY mulai menunjukkan arah membaik.

Data Terbaru

Data terbaru hingga 2024 mencatat jumlah penduduk usia kerja di DIY mencapai 3,02 juta jiwa, meningkat sekitar 25 ribu daripada tahun sebelumnya.

Darmawan menyebut 2,26 juta jiwa masuk dalam kategori angkatan kerja, dengan 2,18 juta di antaranya telah bekerja. Jumlah pengangguran bahkan turun dari 81.980 orang pada 2023 menjadi 78.670 orang pada 2024, menurun sekitar 3.300 orang.

“Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) DIY juga naik dari 74,08 persen menjadi 74,78 persen,” tambah Darmawan.

Darmawan mengungkap partisipasi perempuan meningkat signifikan, yakni naik 1,84 poin menjadi 66,59 persen. Ia menilai angka tersebut sebagai sinyal positif bahwa pasar kerja di DIY mulai menyerap tenaga kerja dari kelompok yang sebelumnya kurang dominan.

Baca juga  Link Logo HUT DIY 2026: Download Desain Resmi Hari Jadi ke-271 di Sini

“Pasar kerja DIY mulai menyerap lebih banyak tenaga kerja perempuan,” tegasnya.

Kepala Disnakertrans DIY, Aria Nugrahadi, juga mengakui lonjakan PHK di Sleman dan Bantul. Namun ia tetap menekankan bahwa indikator makro ketenagakerjaan DIY masih menunjukkan tren positif.

Jumlah pekerja meningkat, angka pengangguran menurun, dan partisipasi perempuan dalam dunia kerja terus menguat.

Meski demikian, Aria menyoroti tantangan besar di kalangan lulusan baru. DIY sebagai kota pelajar melahirkan puluhan ribu lulusan SMA dan perguruan tinggi setiap tahun, namun banyak di antara mereka gagal menembus pasar kerja.

Ia menegaskan lulusan SMA kerap terkendala keterampilan dan pengalaman, sedangkan lulusan perguruan tinggi banyak yang terpaksa bekerja di sektor informal atau bidang yang tak sesuai dengan gelarnya.

“Gelar akademis kini tidak cukup menjamin keterlibatan di pasar kerja. Dunia kerja menuntut keterampilan teknis, digital, pengalaman, dan keahlian yang aplikatif,” tegas Aria.

Aria mendesak lembaga pendidikan di DIY memperkuat kerja sama dengan industri. Ia menekankan pentingnya program magang, pelatihan, dan peningkatan kapasitas sesuai kebutuhan lapangan kerja.

Baca juga  Rundown Golek Garwo 7, Acara Cari Jodoh Bantul 2025: Solusi Buat yang Ingin Cari Pasangan Hidup

Menurutnya, tanpa penguatan tersebut, bonus demografi DIY justru bisa berubah menjadi beban ekonomi.

Ia menambahkan, pemerintah provinsi melalui Disnakertrans DIY terus menggulirkan program pelatihan berbasis kompetensi, pendampingan wirausaha, sertifikasi keterampilan, program padat karya, hingga kerja sama antar-daerah penempatan tenaga kerja.

“Kami terus memberi perhatian khusus pada penguatan sektor informal dan UMKM, karena sektor ini masih menjadi penyangga utama bagi sebagian besar pekerja di DIY,” pungkas Aria. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya