
KABAR JAWA – Kehadiran Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mercu Buana Yogyakarta di Pasar Beringharjo Barat memberi warna tersendiri dalam perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia.
Bekerja sama dengan Paguyuban Pasar Beringharjo Barat, mahasiswa KKN Kelompok 124 sukses menggelar Lomba Hias Tumpeng yang diikuti sekitar 40 pedagang pasar. Acara berlangsung meriah dan menjadi daya tarik bagi pengunjung lokal maupun wisatawan mancanegara.
Kreativitas Pedagang Jadi Daya Tarik
Tumpeng dengan beragam hiasan kreatif memenuhi atrium pasar. Para pedagang tidak hanya menampilkan keahlian dalam menghias, tetapi juga memperlihatkan semangat kebersamaan yang mengakar kuat di lingkungan Pasar Beringharjo Barat.
Keunikan acara ini membuat wisatawan asing yang kebetulan melintas turut berhenti, mengambil foto, bahkan membagikan momen tersebut ke media sosial.
Kolaborasi antara paguyuban pasar dan mahasiswa KKN Universitas Mercu Buana Yogyakarta menjadi kunci suksesnya kegiatan. Mahasiswa tidak hanya membantu persiapan teknis, tetapi juga terlibat aktif dalam menjaga kelancaran acara sehingga seluruh rangkaian berlangsung tertib dan meriah.
Kehadiran Pejabat Kota
Acara ini turut dihadiri Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Veronica Ambar Ismuwardani, S.I.P., serta Lurah Pasar Beringharjo Barat, Aroni Fasah, S.A.P.. Pada puncak acara, keduanya memimpin pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur.
Sebagai penutup, para pedagang mengadakan sedekah jajanan pasar yang dibagikan kepada pengunjung. Tradisi sederhana ini menambah kesan hangat sekaligus mempererat hubungan antara pedagang dan masyarakat.

Apresiasi Kepala Dinas Perdagangan
Dalam sambutannya, Veronica menyampaikan rasa bangga terhadap komunitas Pasar Beringharjo yang masih menjunjung tinggi nilai nasionalisme melalui cara unik.
“Saya berterima kasih bahwa Pasar Beringharjo masih punya rasa bela negara dengan memeriahkan HUT Republik Indonesia yang ke-80 dengan cara yang luar biasa,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa Pasar Beringharjo memiliki tradisi yang menginspirasi, yakni mengumandangkan lagu Indonesia Raya setiap tanggal 10. Menurutnya, tradisi itu bahkan ditiru oleh pasar-pasar lain di Indonesia.
“Dan saya kira dari Beringharjo, kita mewarnai Indonesia. Saya sampai di-WA, ‘Kemarin saya ke Pasar Beringharjo, begitu terharu merasakan nuansa-nuansa seperti ini.’ Sekali lagi saya berterima kasih dan mari terus kita jaga rasa bela negara kita, memiliki Indonesia dengan cara mengisinya dengan berbagai acara dan aktivitas,” tambahnya.
Agenda Tahunan Pasar Beringharjo Barat
Sementara itu, Lurah Pasar Beringharjo Barat, Aroni Fasah, S.A.P., menegaskan bahwa lomba ini telah menjadi kegiatan rutin sejak tiga tahun terakhir.
“Alhamdulillah kegiatan ini mendapat respon baik dari pedagang. Karena dengan kegiatan ini bisa memupuk rasa persaudaraan serta kerja sama yang baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, lomba ini akan terus dipertahankan setiap tahun karena mampu mengikat solidaritas antarpedagang sekaligus memperkuat identitas Pasar Beringharjo Barat.
Menyatukan Budaya dan Semangat Kebangsaan
Lomba Hias Tumpeng bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga simbol persatuan dan kerja sama. Kehadiran Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mercu Buana Yogyakarta memberi bukti nyata bahwa sinergi antara mahasiswa dan komunitas lokal dapat menciptakan acara yang tidak hanya meriah, tetapi juga memperkuat rasa nasionalisme di ruang publik seperti pasar tradisional.***