Ekosistem Halal Indonesia Tertinggal Jauh dari Malaysia, Menag Nyatakan UIN Sunan Kalijaga Harus jadi Pelopor Perubahan

Bagikan :
Menteri Agama Republik Indonesia, Nazaruddin Umar/Istimewa

KabarJawa.com – Menteri Agama Republik Indonesia, Nazaruddin Umar, menyampaikan kritik sekaligus tantangan besar kepada dunia pendidikan Islam saat menghadiri kegiatan di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Kamis (4/6/2026).

Di hadapan civitas akademika kampus Islam ternama tersebut, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk bercermin kepada Malaysia dalam membangun ekosistem halal dan kesadaran syariah.

Ekosistem Halal Indonesia

Ajakan itu bukan tanpa alasan. Nazaruddin Umar membeberkan data yang menurutnya sangat memprihatinkan.

Indonesia yang memiliki sekitar 250 juta penduduk Muslim justru tertinggal jauh daripada Malaysia yang hanya memiliki sekitar 20 juta umat Islam dalam hal penerapan perilaku syariah dalam kehidupan sehari-hari.

Pernyataan itu sontak membuat suasana forum menjadi hening. Banyak peserta tampak terkejut ketika Menteri Agama mengungkapkan perbandingan yang begitu mencolok antara dua negara serumpun tersebut.

“Malaysia hanya memiliki sekitar 20 juta umat Islam. Namun, kesadaran syariah mereka mencapai 67 persen. Sementara Indonesia yang memiliki sekitar 250 juta umat Islam, perilaku syariahnya hanya sekitar 7,5 persen,” kata Nazaruddin Umar.

Menurutnya, angka tersebut menunjukkan bahwa jumlah penduduk Muslim yang besar tidak otomatis melahirkan kesadaran tinggi dalam menjalankan prinsip-prinsip syariah.

Justru sebaliknya, Indonesia masih menghadapi pekerjaan rumah yang sangat besar dalam membangun budaya dan ekosistem halal yang kuat.

Baca juga  Jadwal Libur Bursa Efek Indonesia (BEI) Selama Isra Mi'raj dan Tahun Baru Imlek 27-29 Januari 2025

Nazaruddin menjelaskan bahwa perilaku syariah dapat diukur dari berbagai indikator. Salah satunya ialah tingkat kesadaran masyarakat dalam menggunakan produk yang telah memiliki jaminan halal.

Selain itu, penggunaan layanan perbankan syariah serta kepatuhan terhadap berbagai rambu-rambu syariah juga menjadi ukuran penting dalam melihat tingkat implementasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan masyarakat.

Ia menilai kesadaran masyarakat Indonesia terhadap aspek-aspek tersebut masih jauh dari harapan. Padahal, berbagai fasilitas dan layanan berbasis syariah kini telah tersedia secara luas di berbagai daerah.

Kondisi Perguruan Tinggi Islam

Menteri Agama bahkan secara terbuka menyoroti kondisi yang masih terjadi di lingkungan perguruan tinggi Islam.

Ia menilai masih banyak kalangan akademisi yang belum menunjukkan komitmen penuh terhadap penerapan prinsip-prinsip syariah dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.

“Kita harus jujur. Komunitas UIN sendiri juga belum sepenuhnya memiliki kesadaran syariah. Di sini masih banyak yang menggunakan bank konvensional,” ujarnya.

Menurut Nazaruddin, kondisi tersebut perlu menjadi bahan introspeksi bersama. Ia mengingatkan bahwa dalam berbagai kaidah fikih terdapat prinsip yang membolehkan penggunaan sistem tertentu ketika belum tersedia alternatif yang sesuai dengan syariah. Namun kondisi saat ini sudah sangat berbeda.

Berbagai layanan keuangan syariah telah hadir di hampir seluruh wilayah Indonesia. Pilihan yang tersedia semakin beragam dan mudah diakses oleh masyarakat.

Baca juga  Berapa Gaji PCPM BI 2025? Ini Rincian, Tahapan Seleksi, dan Peluang Menjadi Pegawai Tetap Bank Indonesia

“Kalau dulu belum ada pilihan, mungkin bisa dimaklumi. Tetapi sekarang sudah tidak dalam kondisi darurat. Bank syariah sudah tersedia di mana-mana. Namun kita masih banyak yang menggunakan bank konvensional,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi kritik tajam sekaligus tamparan bagi umat Islam Indonesia yang selama ini bangga dengan status sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia.

Bagi Nazaruddin, kebanggaan itu tidak akan memiliki makna apabila tidak diikuti dengan implementasi nyata nilai-nilai syariah dalam kehidupan sehari-hari.

Ia kembali menegaskan bahwa Malaysia telah membuktikan bagaimana jumlah penduduk Muslim yang relatif kecil mampu melahirkan kesadaran kolektif yang tinggi terhadap ekonomi syariah dan gaya hidup halal.

Keberhasilan Malaysia, menurutnya, harus menjadi cermin bagi Indonesia. Negara tetangga itu berhasil membangun ekosistem halal yang kuat karena seluruh elemen masyarakat memiliki komitmen yang sama dalam menerapkan prinsip-prinsip syariah.

Sementara itu, Indonesia yang memiliki potensi jauh lebih besar justru belum mampu mengoptimalkan kekuatan tersebut.

Harapan Nazaruddin

Karena itulah, Nazaruddin menaruh harapan besar kepada perguruan tinggi Islam, khususnya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Ia meminta kampus Islam tidak hanya menjadi pusat kajian akademik, tetapi juga menjadi motor penggerak perubahan sosial yang nyata.

Baca juga  Sarapan Pagi di Warung Soto Kadipiro yang Legendaris Sejak Zaman Dulu

Menurutnya, perubahan besar harus dimulai dari lingkungan kampus. Para dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, hingga pimpinan perguruan tinggi harus menjadi teladan dalam membangun budaya halal dan kesadaran syariah.

“Saya mohon betul, UIN Jogja harus menciptakan perubahan yang drastis. Kalau perubahan itu tidak bersumber dari UIN, lalu dari mana lagi?” katanya.

Pesan itu juga ia tujukan secara langsung kepada pimpinan kampus. Nazaruddin berharap rektor dan seluruh jajaran dapat menerjemahkan gagasan tersebut ke dalam kebijakan nyata yang mampu mendorong lahirnya ekosistem halal di lingkungan perguruan tinggi.

Ia menginginkan kampus Islam menjadi pelopor dalam mewujudkan kehidupan yang berlandaskan konsep halalan thayyiban wa mubarakah, yakni kehidupan yang tidak hanya halal secara hukum, tetapi juga baik, berkualitas, serta membawa keberkahan bagi masyarakat luas.

Harapan tersebut menjadi tantangan besar bagi dunia pendidikan Islam di Indonesia. Di tengah derasnya perkembangan ekonomi syariah global, kampus-kampus Islam dituntut tidak hanya melahirkan lulusan yang memahami teori, tetapi juga mampu menghadirkan praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Di akhir penyampaiannya, Nazaruddin Umar kembali mengingatkan bahwa masa depan ekosistem halal Indonesia sangat bergantung pada kesadaran kolektif seluruh elemen bangsa.

Potensi besar  Indonesia tidak akan berarti apabila tidak diikuti oleh perubahan perilaku masyarakat. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid