Sri Sultan HB X Dorong Penguatan Ekosistem Halal sebagai Fondasi Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan

Bagikan :
Sri Sultan HB X/Foto: Pemda DIY

KabarJawa.com – Penguatan ekosistem halal tidak lagi hanya dipandang sebagai upaya menjamin kehalalan produk, tetapi telah berkembang menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global.

Pesan tersebut disampaikan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X yang diwakili Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Noviar Rahmad, dalam Forum Ekonomi Regional Jawa 2026 yang berlangsung di Auditorium UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Forum yang mengangkat tema “Penguatan Ekosistem Halal untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan” itu menjadi wadah pertemuan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, hingga generasi muda untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan ekonomi syariah nasional.

Dalam sambutannya, Sri Sultan HB X menegaskan bahwa konsep halal saat ini telah mengalami perkembangan yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar sertifikasi produk.

“Halal hari ini telah tumbuh sebagai bahasa kepercayaan dalam bahasa ekonomi modern. Halal bukan hanya berkaitan dengan jaminan produk, melainkan juga dengan nilai kejujuran,” ujarnya.

“Ketika usaha, keberlanjutan kualitas layanan serta tata ekonomi yang memberi rasa aman dan maslahat bagi publik,” lanjutnya.

Menurutnya, perkembangan tersebut menjadikan halal sebagai bagian dari sistem ekonomi yang menyentuh berbagai sektor kehidupan masyarakat.

“Dengan demikian halal bergerak menjadi ekosistem nilai, ekosistem kepercayaan, dan ekosistem ekonomi yang menghubungkan produksi, konsumsi, inovasi, dan pembiayaan pariwisata industri kreatif hingga gaya hidup masyarakat,” ujarnya.

Industri Halal Jadi Sektor Strategis Ekonomi Global

Sri Sultan HB X menilai industri halal kini telah menjadi salah satu sektor strategis yang mengalami pertumbuhan pesat di tingkat internasional. Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi Indonesia untuk mengambil posisi yang lebih penting dalam peta industri halal dunia.

Baca juga  Sri Sultan Paparkan Arah Besar Pembangunan Pariwisata DIY Dua Dekade ke Depan

“Dalam perkembangan ekonomi global, industri halal telah menjadi salah satu sektor strategis,” kata Gubernur.

“Indonesia memiliki peluang besar untuk mengambil peran penting dalam penguatan ekosistem halal Internasional,” ungkapnya.

Besarnya jumlah penduduk Muslim, kekuatan UMKM, berkembangnya ekonomi kreatif, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk halal menjadi modal penting yang dimiliki Indonesia dalam memperkuat posisinya di sektor tersebut.

Forum Jadi Ruang Penyambung Gagasan Lintas Sektor

Dalam pandangan Sri Sultan, Forum Ekonomi Regional Jawa 2026 memiliki peran yang lebih luas dibandingkan sekadar agenda diskusi atau seminar.

Forum ini dinilai mampu menjadi ruang strategis yang mempertemukan berbagai pihak untuk merumuskan arah pembangunan ekonomi syariah masa depan.

“Saya memandang forum ini bukan sekadar ruang pertemuan, melainkan ruang penyambung gagasan. Di sinilah pemerintah akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, dan generasi muda dapat bertemu dalam satu percakapan besar,” ucapnya.

“Bagaimana menjadikan halal sebagai jalan pertumbuhan ekonomi inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan,” katanya.

Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, pengembangan ekonomi syariah diharapkan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat sosial yang lebih luas bagi masyarakat.

Yogyakarta Dinilai Memiliki Modal Kuat untuk Pengembangan Ekosistem Halal

Sri Sultan juga menyoroti posisi strategis Yogyakarta dalam pengembangan ekonomi syariah dan industri halal nasional.

Baca juga  Sri Sultan HB X tentang Reshuffle Kabinet Prabowo: Itu Hak Presiden, Harapan Ekonomi Lebih Baik

Sebagai kota pendidikan, budaya, dan ekonomi kreatif, Yogyakarta dinilai memiliki kekuatan unik yang dapat menjadi penggerak pengembangan ekosistem halal berbasis inovasi dan kolaborasi.

“Yogyakarta memiliki posisi yang khas dalam agenda ini. Sebagai kota pendidikan, kota budaya dan kota kreatif, dan ruang tumbuh bagi komunitas,” katanya.

“Yogyakarta memiliki modal sosial yang kuat untuk mempertemukan nilai pengetahuan dan kewirausahaan,” ujarnya.

Kehadiran perguruan tinggi, komunitas kreatif, pelaku UMKM, serta berbagai organisasi masyarakat di Yogyakarta dinilai menjadi modal sosial yang dapat mempercepat penguatan literasi halal sekaligus mendorong lahirnya inovasi di sektor ekonomi syariah.

UIN Sunan Kalijaga Tekankan Pentingnya Ekosistem Halal Terintegrasi

Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Noorhaidi Hasan (Ist)

Pada kesempatan yang sama, Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Noorhaidi Hasan, menegaskan bahwa ekonomi syariah memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan nasional yang berkeadilan dan berkelanjutan.

“Ekonomi syariah dapat dijadikan instrumen transformasi sosial yang mampu memperkuat kesejahteraan masyarakat, memperdayakan kelompok rentan, dan membangun ketahanan ekonomi bangsa,” ucapnya.

Menurut Noorhaidi, pengembangan ekonomi syariah membutuhkan ekosistem halal yang terintegrasi dan tidak berjalan secara parsial.

“Dalam konteks inilah, pembangunan ekosistem halal yang terintegrasi mulai dari regulasi, sertifikasi, pembiayaan, riset dan inovasi, penguatan rantai pasok hingga pengembangan sumber daya manusia menjadi mendesak,” kata dia.

Ia menilai ekosistem yang kuat akan memberikan manfaat besar bagi pelaku usaha, khususnya UMKM, dalam memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing.

“Ekosistem yang kuat akan memungkinkan pelaku usaha, khususnya UMKM memperoleh akses yang lebih luas terhadap pasar nasional maupun global,” ucapnya.

Baca juga  Yogyakarta Dinobatkan sebagai Kota Perencanaan Terbaik 2025, Human-Centered Development Jadi Poros Pembangunan

Noorhaidi juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi salah satu kekuatan utama ekonomi syariah dunia.

“Indonesia memiliki modal yang sangat besar untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Kita memiliki populasi Muslim terbesar di dunia,” katanya.

Sebagai institusi pendidikan tinggi, UIN Sunan Kalijaga memandang ekonomi syariah sebagai ruang kolaborasi multidisiplin yang menghubungkan ilmu pengetahuan, teknologi, etika, ekonomi, dan kebijakan publik.

“UIN Sunan Kalijaga memandang ekosistem syariah bukan hanya sebagai bidang studi, melainkan sebagai ruang perjumpaan antara ilmu, ekonomi, etika, teknologi, kebijakan publik, dan nilai-nilai keislaman,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Forum Ekonomi Regional Jawa 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam membangun ekonomi syariah yang berdaya saing.

“Forum ini menjadi sangat penting karena memberdayakan pemerintah, akademisi, industri, ulama, dan masyarakat dalam satu ruang dialog yang produktif,” katanya.

“Sinergi semacam inilah yang dibutuhkan untuk membangun ekosistem ekonomi syariah yang kuat dan berdaya saing,” kata dia.

Menutup sambutannya, Sri Sultan HB X berharap forum tersebut mampu menghasilkan langkah konkret bagi penguatan ekonomi syariah dan industri halal Indonesia di masa mendatang.

“Saya berharap forum ini dapat melahirkan rekomendasi yang konkrit, memperkuat literasi masyarakat, membuka ruang kolaborasi serta mendorong Yogyakarta dan Indonesia mengambil peran yang lebih bermakna dalam pengembangan ekonomi syariah dan industri halal masa depan,” katanya.

“Semoga forum ini membawa manfaat bagi masyarakat, bagi daerah dan bagi masa depan ekonomi Indonesia yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berkeadaban.” pungkasnya.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid