Sleman Terima 8 Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda DIY, Wabup Ajak Warga Lestarikan Kearifan Lokal

Bagikan :
8 Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda DIY untuk Sleman/Foto: Pemkab Sleman

KABARJAWA — Kabupaten Sleman mencatatkan prestasi membanggakan dalam pelestarian budaya daerah. Sebanyak delapan karya budaya asli Sleman resmi diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tahun 2025.

Penetapan tersebut diumumkan dalam seremoni resmi yang dihadiri oleh Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, S.E., serta Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Karya Budaya yang Mendapat Sertifikat

Delapan karya budaya tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Jathilan Lancur
  2. Mitos Gunung Merapi
  3. Tambak Kali
  4. Jadah Tempe
  5. Apem Wonolelo Sleman
  6. Cethil
  7. Tempe Pondoh
  8. Ayam Goreng Kalasan

 

Dengan perolehan ini, Sleman menjadi kabupaten dengan jumlah WBTb terbanyak se-DIY tahun ini, mengungguli Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat (5 WBTb), Kota Yogyakarta (6 WBTb), Kabupaten Bantul (5 WBTb), Kabupaten Kulonprogo (4 WBTb), dan Kabupaten Gunungkidul (4 WBTb).

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, S.E., mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas pengakuan delapan elemen budaya tersebut sebagai Warisan Budaya Takbenda DIY.

Penghargaan ini adalah kebanggaan sekaligus tanggung jawab kita bersama. Penetapan ini semakin memantapkan branding Sleman sebagai kabupaten yang berbudaya.

Baca juga  Bupati Harda Kiswaya Serahkan 144 SK CPNS Sleman

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama nguri-uri (melestarikan) budaya yang kita miliki,” ujarnya dalam sambutannya.

Danang berharap penetapan ini tidak hanya berhenti pada tataran administratif, tetapi juga mampu mendorong pengembangan sektor pariwisata, memperkuat jati diri masyarakat Sleman, serta menjadi inspirasi generasi muda untuk mencintai warisan budaya lokal.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menekankan bahwa penetapan Warisan Budaya Takbenda bukanlah tujuan akhir, melainkan titik awal dari tanggung jawab jangka panjang dalam pelestarian budaya.

WBTb tidak sekadar menjaga bentuk dan penampilan tradisi, tetapi juga nilai-nilai, makna, dan fungsi sosial budaya yang terkandung di dalamnya.

” Ini harus menjadi fondasi pembangunan yang berkelanjutan—yang memperkuat identitas, kohesi sosial, dan menjadi sumber kreativitas serta kesejahteraan masyarakat,” tegas Sri Sultan.

Ia juga mengingatkan bahwa budaya yang diakui harus tetap hidup, relevan, dan terintegrasi dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Jadi, budaya tidak kehilangan makna dan konteks aslinya.

Kurasi Warisan Budaya Tak Benda DIY

Penetapan delapan WBTb dari Sleman menjadi bukti konkret bahwa pemerintah daerah serius dalam mendokumentasikan, melindungi, dan mengembangkan kekayaan budaya lokal. Hal ini juga memperkuat posisi DIY sebagai provinsi yang kaya akan warisan budaya non-bendawi.

Baca juga  Mengenal Perbedaan Kalender Hijriyah dan Masehi yang Sering Kita Pakai Sehari-Hari

Sertifikasi ini berlangsung melalui proses kurasi dan verifikasi oleh tim ahli dari Dinas Kebudayaan DIY bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI.

Sertifikat WBTb menunjukkan bahwa karya budaya tersebut memiliki nilai sejarah, sosial, spiritual, serta ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.

Dengan raihan delapan sertifikat Warisan Budaya Tak Benda, Kabupaten Sleman tidak hanya mendapatkan pengakuan, tetapi juga tanggung jawab untuk menjadikan warisan budaya ini sebagai sumber inspirasi, identitas, dan kemajuan daerah.

Upaya pelestarian budaya harus terus berjalan melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dan pelaku budaya.

“Mari kita rawat, kita lestarikan, dan kita wariskan budaya ini untuk generasi yang akan datang, ” tambahnya. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Kesalahan Penulisan Aksara Jawa di Kantor Disdikbud Jateng Jadi Sorotan, Begini Fakta dan Evaluasinya
Mengenal Aksara Swara (A, I, U, E, O): Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsinya